5 Cedera yang Sering Dialami Para Runner

5 Cedera yang Sering Dialami Para Runner
OLAHRAGA 02 March 2018

Halodoc, Jakarta – Kamu penggemar olahraga lari? Hati-hati, menurut penelitian yang dilakukan oleh Department of Health Science dari University of Amsterdam 37-56 persen runner mengalami cedera pada saat lari setiap tahunnya. Sekitar 20-70 persen cedera pada saat lari membutuhkan penanganan medis. Berikut adalah 5 cedera pada saat lari yang sering dialami para runner yang perlu kamu tahu:

  1. Cedera Lutut

Ini terjadi ketika lutut mengalami pergeseran dengan tulang kering ataupun hanya keseleo biasa. Biasanya cedera pada saat lari jenis ini terjadi ketika kamu kurang pemanasan, misalnya langsung lari “serius” sehingga membuat tubuh terkejut karena belum siap dengan aktivitas berat. Lari di trek yang tidak rata juga menjadi penyebab cedera lutut, ketika pijakan kaki goyah mengakibatkan kaki kehilangan tumpuan dan pada saat mendarat tubuh tidak 100 persen siap jadinya keseleo deh!

  1. Kram Betis

Ketika betis terasa tegang seperti ada urat yang tertarik. Cedera ini dapat kamu rasakan saat meraba betis dan memang seperti ada urat yang menegang. Selain karena kurang pemanasan, biasanya cedera pada saat lari ini terjadi karena kaki terlalu lelah dengan aktivitas rutin. Jangan dipaksakan, coba kurangi durasi atau jarak lari sampai rasa kram hilang. Kalau kamu tidak mau kehilangan waktu latihan, coba kurangi ritme lari atau ganti dengan berjalan cepat saja.

  1. Telapak Kaki Nyeri

Terlalu memforsir latihan atau kamu baru menyelesaikan marathon kemudian masih melakukan latihan yang sama tanpa mengizinkan kaki beristirahat dapat menyebabkan telapak kaki nyeri dan sakit untuk dipakai berpijak. Kalau kamu terus memaksakan kondisi ini bisa-bisa pergelangan kaki ikutan sakit dan cederamu makin parah.

  1. Tumit atau Bagian Kaki Lainnya yang Melepuh

Pernah mengalami gelembung-gelembung kecil pada tumit jari-jari kaki yang kalau pecah sangat menyakitkan? Bisa jadi kamu hanya menganggap remeh dengan cedera ini, tetapi kalau dibiarkan bisa mengganggu rutinitas lari bahkan bisa infeksi. Biasanya cedera pada saat lari ini terjadi karena tidak mengenakan kaus kaki pada saat lari sehingga, kaki bergesekan dengan bagian dalam sepatu yang kasar atau sepatu yang kamu kenakan memang tidak nyaman dipakai untuk lari.

  1. Rasa Nyeri di Perut

Rasa sakit ini timbul ketika kamu terlalu lama/cepat berlari dan hampir 70 persen runner mengalaminya. Para ahli menyebut nyeri ini sebagai diafragma yang mengejang karena terlalu banyak bekerja dan postur tubuh yang salah saat berlari. Bila sakit ini menyerang kamu, coba tegakkan badan, kencangkan perut, kerucutkan bibir dan bernapaslah dari mulut. Praktik ini dapat mengurangi rasa sakit tanpa kamu harus menghentikan lari.

Secara signifikan, cedera pada saat lari tidak tergantung pada jenis kelamin, usia dan berat badan. Seringnya cedera terjadi karena kesalahan pada pemanasan, terlalu memaksakan tubuh ketika tubuh sudah memberi tanda untuk tidak mampu lagi bekerja keras dan kesalahan berulang pada saat lari.

Supaya terhindar dari cedera pada saat lari, yuk ikuti tips di bawah ini:

 

  • Sadari Kemampuan

 

Meningkatkan target itu penting tapi jangan terlalu muluk, misalnya baru pertama kali lari sudah menargetkan menyelesaikan 10 kilometer. Biasanya tubuh memberikan sinyal kalau latihan yang dilakukan sudah melampaui limit. Percaya pada sinyal tubuh dan capai target secara bertahap.

  • Gunakan Pakaian dan Sepatu yang Nyaman

Atribut pakaian pada saat lari juga menjadi faktor pemicu cedera. Pilih pakaian yang nyaman, mudah menyerap keringat, plus sepatu yang pas dengan lekuk kaki. Tidak perlu mahal dan bentuknya keren, asal pas dan menyesuaikan dengan bentuk kaki saat dipakai menapak.

  • Pahami Aturan Sebelum Lari

Misalnya jangan makan sebelum lari atau minum, minuman manis seperti susu cokelat, minuman bersoda yang hanya akan membuat badan lemas dan tidak siap untuk lari. Bisa-bisa badan kebuu drop sebelum kamu menyelesaikan trek.

Punya pertanyaan seputar olahraga dan bagaimana mengatasi cedera yang tepaat, kamu bisa diskusikan dengan dokter-dokter yang ada di Halodoc. Cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

 


Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

18 July 2018

Sebagian besar kasus cacar air yang parah terjadi pada orang dewasa. Lalu, bagaimana sih cara merawat wajah se...

Selengkapnya

IBU & ANAK

18 July 2018

Kata ahli, anak balita pun juga bisa mengalami abses gigi. Nah, agar anak terhindar dari penyakit ini, yuk ken...

Selengkapnya

KECANTIKAN

18 July 2018

Tak hanya di bibir saja, stomatitis pun bisa terjadi pada gusi. Nah, berikut hal yang perlu diketahui mengenai...

Selengkapnya