5 Jenis Makanan yang Dihindari Saat Menjalankan Ibadah Puasa

5 Jenis Makanan yang Dihindari Saat Puasa
MAKANAN SEHAT 31 May 2017

Halodoc, Jakarta – Saat menjalani ibadah puasa, seseorang akan menahan lapar dan haus dalam waktu sekitar 14 jam. Agar tetap bisa menjalani ibadah puasa dengan lancar, sebaiknya konsumsi makanan yang juga dibarengi dengan konsumsi vitamin untuk menjaga daya tahan tubuh.

Namun yang terpenting dalam menjaga kondisi tubuh tetap dalam kondisi prima saat berpuasa adalah dengan memilih makanan yang tepat. Saat menjalankan ibadah puasa, kamu harus cermat memilih jenis makanan. Tidak semua jenis makanan dapat dikonsumsi.

Ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari saat di bulan puasa karena dapat membuat mulut serta lambung menjadi tidak nyaman. Nah, inilah beberapa jenis makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi di bulan Ramadan:

1. Makanan Pedas
Salah satu ciri makanan khas Indonesia memiliki citarasa yang kuat. Bisa dibilang, hampir semua makanan Indonesia memiliki rasa yang pedas, baik dari cabai maupun dari rempah lainnya. Saat berbuka puasa, makan jenis ini sebaiknya dihindari terutama bagi kamu yang memiliki masalah asam lambung atau biasa disebut maag. Jika kamu memakan makanan pedas saat perut dalam kondisi kosong dapat meningkatkan produksi asam. Tidak hanya itu, lambung pun menjadi lebih sensitif saat dalam keadaan kosong sehingga dapat membuat maag kamu kambuh.

2. Hidangan Keju
Tidak jarang keju dijadikan pelengkap dalam menu ta’jil saat berbuka puasa. Jika jumlahnya sedikit tentu tidak masalah namun jika berlebihan dapat menyebabkan masalah lambung. Saat berbuka atau sahur, hindari juga konsumsi makanan yang mengandung banyak keju. Misalnya saja roti keju atau pun pasta yang dapat mengenyangkan perut. Terlalu banyak mengonsumsi keju saat berpuasa dapat menyebabkan perut kembung.

3. Kopi & Minuman Bersoda
Nikmatnya berbuka dengan kopi hangat memang menggoda. Atau menyesap minuman bersoda dingin saat berbuka juga menyegarkan. Namun tahukah kamu jika kopi dan minuman bersoda yang diminum saat berbuka puasa dapat memicu produksi asam lambung? Kalau sudah begini, perut akan terasa kembung dan muncul rasa mual. Oleh karena itu, sebaiknya hindari konsumsi minuman ini saat berbuka puasa.

4. Aneka Gorengan
Tidak bisa disangkal jika mengonsumsi makanan jenis gorengan memang nikmat rasanya. Apalagi setelah seharian berpuasa. Tapi jenis makanan ini, seperti jenis makanan yang disebutkan sebelumnya ternyata dapat meningkatkan produksi asam lambung. Gorengan termasuk dalam kategori makanan “panas” rendah serat yang sulit dicerna. Oleh karena itu, sebaiknya kamu mengonsumsi banyak buah jika mengonsumsi gorengan untuk menambah serat dalam tubuh.

5. Makanan Instan & Junk Food
Saat menjalankan ibadah puasa tubuh sama halnya dengan sedang “beristirahat” karena pencernaan bekerja lebih santai dari hari biasanya. Oleh karena itu, sebaiknya mengonsumsi lebih banyak air dan buah agar kebutuhan serat dapat terpenuhi. Oleh karena itu, sangat disayangkan jika kamu mengonsumsi makanan instan atau junk food yang rendah serat. Hindari makanan instan seperti mi instan, sosis, dan daging olahan. Pilih makanan yang kamu olah sendiri di rumah sehingga lebih kaya serat dan sehat.

Maka dari itu, jaga selalu kesehatan kamu dan keluarga saat menjalankan ibada puasa. Selain dengan memilih jenis makanan yang tepat namun juga dengan konsultasi secara langsung pada dokter gizi. Gunakan aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter pilihan kamu melalui pilihan metode Chat, Video Call dan Voice Call. Kamu juga bisa menggunakan Halodoc untuk berbelanja vitamin yang kamu butuhkan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang melalui App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

IBU & ANAK

16 July 2018

Sebelum memutuskan untuk menurunkan gaya hidup tersebut, ibu perlu mengetahui jenis asupan yang dibutuhkan di ...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 July 2018

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama-sama bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Na...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 July 2018

Berbeda letak sakit kepala, berbeda pula penyebabnya. Oleh sebab itu, berikut adalah penyebab sakit kepala ber...

Selengkapnya