7 Faktor Penyebab Asma yang Harus Diketahui

7 Faktor Penyebab Asma yang Harus Diketahui
OLAHRAGA 02 May 2017

Halodoc, Jakarta - Hingga saat ini belum diketahui apa yang menjadi penyebab asma. Namun diperkirakan ada beberapa hal yang menjadi pemicu munculnya gejala penyakit ini. Yuk, cari tahu berikut ini:

1.  Lingkungan
Lingkungan sekitar bisa menjadi salah satu faktor penyebab asma. Karena di dalam lingkungan ada polutan yang bisa menyebabkan saluran pernapasan Anda terganggu karena penyempitan dan sesak napas. Beberapa hal dari lingkungan yang bisa menjadi penyebab asma adalah alergi terhadap debu, serbuk bunga, tungau, bulu hewan, polusi udara, kondisi dalam ruang yang lembab dan berjamur, asap kimia, serta asap rokok.

2.  Aktivitas Fisik yang Berlebihan
Aktivitas fisik, seperti olahraga yang berlebihan bisa juga menjadi penyebab asma. Meskipun olahraga sangat disarankan untuk dilakukan, dan baik bagi kesehatan, tapi jika Anda melakukannya secara berlebihan tentunya akan memberikan dampak negatif bagi kesehatan, yaitu pemicu kambuhnya penyakit asma.

3.  Stres
Stres bukan hanya berdampak pada psikis, tetapi juga akan memengaruhi kesehatan Anda, salah satunya bisa menjadi faktor penyebab asma.

4.  Pengaruh Obat-obatan
Faktor penyebab asma lainnya adalah adanya pengaruh dari obat-obatan tertentu yang bisa menjadi penyebab asma seperti obat penghambat beta yang biasanya diberikan pada pengidap hipertensi atau gangguan jantung, obat pereda nyeri anti-inflamasi nonsteroid, misalnya aspirin, naproxen, dan ibuprofen.

5.  Makanan Atau Minuman yang Mengandung Sulfit
Makanan atau minuman yang mengandung sulfit atau bahan pengawet seperti selai, makanan olahan, makanan siap saji, makanan olahan, udang, minuman kemasan sari buah, wine, dan minuman beralkohol.

6.  Penyakit Refluks Gastroesofageal  (GERD)
Penyakit GERD atau penyakit yang disebabkan asam lambung kembali naik ke kerongkongan sehingga bisa menyebabkan iritasi saluran cerna bagian atas.

7.  Emosi Berlebihan
Faktor lainnya yang dapat menyebabkan penyakit asma, yaitu emosi yang berlebihan seperti marah berlebihan, tertawa terbahak-bahak, kesedihan yang berlarut-larut. Tidak hanya memengaruhi psikis seseorang, namun juga bisa menjadi penyebab asma. 

Mendeteksi Penyakit Asma
Tidak cukup hanya mengetahui penyebab asma saja, tapi untuk lebih meyakinkan apakah Anda mengidap asma atau tidak, tak ada salahnya Anda berdiskusi pada dokter agar dapat terdeteksi. Pada umumnya, dokter akan menanyakan tentang gejala yang dirasakan, seperti apakah Anda sering mengalami sesak napas, mengi, nyeri dada, sulit bicara, dan bibir atau kuku berubah warna menjadi kebiruan.

Apabila merasakan gejala-gejala tersebut, selanjutnya dokter akan bertanya tentang waktu kemunculan gejala diatas. Dokter juga akan menanyakan lagi, apakah mempunyai riwayat keluarga yang memiliki penyakit asma atau alergi. Apabila berdasarkan keterangan yang diberikan Anda mengindikasikan adanya penyakit asma, langkah selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik dan tes laboratorium.

Untuk tes laboratorium yang bisa dilakukan adalah spirometri. Tes ini akan meminta Anda untuk bernapas dalam-dalam dan menghembuskannya secara cepat ke sebuah alat yang dinamakan spirometer. Tes ini bisa mengukur kinerja paru-paru dengan mengacu pada volume udara dan total udara yang Anda keluarkan. Tes lain untuk mendeteksi adanya penyakit asma adalah dengan tes kadar arus ekspirasi puncak. Tes ini memakai alat bantu yaitu Peak Flow Meter (PFM) guna mengukur kecepatan udara dari paru-paru Anda dalam sekali napas yang bisa dihembuskan.

Diskusikan Penyakit Asma dan Penyakit Lainnya pada Dokter Halodoc
Terkadang kesibukan pekerjaan sangat menyita waktu, sehingga Anda tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan diskusi akan kesehatan Anda. Namun janganlah khawatir, karena Anda bisa menggunakan aplikasi dokter Halodoc dari smartphone Anda. Halodoc merupakan aplikasi kesehatan yang memberikan kemudahan untuk berdiskusi dari segala permasalahan kesehatan termasuk asma.

Layanan yang diberikan oleh Halodoc adalah diskusi mengenai kesehatan bersama dokter ahli yang berasal dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia melalui layanan kesehatan fitur Contact Doctor dengan pilihan chat dan video/voice call, sehingga Anda bisa berbicara dengan dokter secara langsung. Tersedia pula layanan praktis untuk pembelian kebutuhan kesehatan ke lebih dari 1.000 apotek dengan cepat, aman dan nyaman. Tunggu apalagi,  ayo download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Play Store.


Rekomendasi Artikel

KEHAMILAN

20 July 2018

Banyak yang bilang kalau makan terong saat hamil itu enggak boleh. Padahal, seorang ahli gizi menyebutkan, mak...

Selengkapnya

KEHAMILAN

20 July 2018

Mengonsumsi mangga saat hamil ada manfaat dan risikonya. Simak penjelasan tentang manfaat dan risiko makan man...

Selengkapnya

DIET & NUTRISI

20 July 2018

Oatmeal bukan sekadar untuk diet, tapi menyehatkan. Berikut adalah lima manfaat oatmeal yang perlu diketahui....

Selengkapnya