Bukan Cuma Diabetes, Ini Akibat dari Makanan Manis

Bukan Cuma Diabetes, Ini Akibat dari Makanan Manis
DIET & NUTRISI 20 April 2018

Halodoc, Jakarta – Siapa sih yang tidak suka dengan makanan manis? Makanan manis bahkan menjadi makanan favorit bagi beberapa orang, mulai dari permen, es krim, hingga coklat. Terkadang makanan manis juga menjadi incaran saat kamu merasa butuh cemilan kan?

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan mengonsumsi makanan manis. Hanya saja, kadar gula yang masuk ke dalam tubuh kamu tetap harus dibatasi untuk menjaga kesehatan kamu. Menurut World Health Organization (WHO), per harinya, tubuh kamu boleh mengonsumsi gula sebanyak 5 persen dari keseluruhan kalori yang kamu konsumsi. Batas asupan gula bagi orang dewasa disarankan sebanyak 50 gram atau setara dengan dua belas sendok teh per orang setiap harinya.

Bukan hanya diabetes, beberapa dampak buruk bisa saja mengincar kamu jika berlebihan mengonsumsi makanan manis:

  • Meningkatkan Risiko Kanker

Tubuh kamu memerlukan glukosa yang terdapat di dalam kandungan gula sebagai energi untuk aktivitas kamu sehari-hari. Namun, tanpa kamu mengonsumsi gula untuk mendapatkan glukosa, tubuh kamu mampu memproduksi kandungan gula dari sumber lain seperti lemak maupun protein. Sehingga, saat kamu mengonsumsi gula secara berlebihan, maka risiko penyakit kanker akan meningkat dan salah satunya adalah kanker kerongkongan.

  • Lemak pada Perut dan Obesitas

Semakin banyak kadar gula yang kamu konsumsi, jika tidak langsung menjadi energi, kadar gula akan menumpuk dan menjadi lemak pada tubuh kamu. Nah, jika tidak langsung ditangani, maka bukan tidak mungkin ke depannya akan menyebabkan obesitas.

  • Menyebabkan Karies Gigi

Terlalu banyak mengonsumsi makanan manis ternyata bisa mengancam kesehatan gigi kamu. Karies gigi salah satunya. Karies gigi terjadi ketika bakteri di mulut mencerna sisa makanan manis yang kamu konsumsi, kemudian bakteri tersebut akan membusuk dan memproduksi asam yang dapat menghancurkan enamel.

(Baca juga: Tetap Sehat Meski Banyak Makan Manis)

  • Menambah Tingkat Stres

Makanan manis selama ini dianggap bisa mengurangi tingkat stres. Namun siapa sangka, terlalu banyak mengonsumsi makanan manis ternyata bisa menambah tingkat stres seseorang. Dilansir dari Dailymail, sebuah penelitian dilakukan di Emory University di Atlanta, Amerika Serikat, menemukan fakta bahwa semakin banyak kamu mengonsumsi makanan manis, tidak hanya berat badan kamu yang bertambah, tapi juga tingkat stres kamu ikut bertambah. Menurut Constance Harrell, makanan yang mengandung gula cukup tinggi akan merangsang bagian di otak yang memengaruhi cara kamu menanggapi stres. Nah, mulai sekarang, jika kamu merasa depresi atau stres, sebaiknya alihkan dengan aktivitas fisik atau aktivitas luar. Dengan begitu, kamu tidak perlu mengonsumsi terlalu banyak makanan manis.

  • Tekanan Darah Tinggi

Tekanan darah tinggi biasanya dikaitkan dengan makanan asin, lalu apakah mengonsumsi makanan manis bisa menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi? Jawabannya adalah iya. Menurut penelitian yang dilakukan oleh James J. DiNicolantio, gula dapat memengaruhi tekanan darah dengan cara memicu disfungsi metabolik dan meningkatkan variabilitas tekanan darah, kadar kebutuhan oksigen, dan denyut jantung.

Nah mulai sekarang, sebaiknya terapkan pola hidup sehat dengan mengatur pola makan, rajin mengonsumsi makanan sehat, olahraga teratur, dan jangan lupa menjaga berat badan agar terhindar dari berbagai penyakit. Jika kamu mulai kecanduan makanan manis, kamu bisa bertanya langsung pada dokter untuk mengurangi dan menyeimbangkan pola makan kamu. Caranya bisa langsung download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga. Yuk!


Rekomendasi Artikel

IBU & ANAK

16 July 2018

Sebelum memutuskan untuk menurunkan gaya hidup tersebut, ibu perlu mengetahui jenis asupan yang dibutuhkan di ...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 July 2018

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama-sama bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Na...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 July 2018

Berbeda letak sakit kepala, berbeda pula penyebabnya. Oleh sebab itu, berikut adalah penyebab sakit kepala ber...

Selengkapnya