Kerja Kantoran Terancam Kena Kanker Paru-Paru

Kerja Kantoran Terancam Kena Kanker Paru-Paru
KECANTIKAN 15 January 2018

Halodoc, Jakarta – Gaya hidup masa kini tidak membatasi kebiasaan-kebiasaan seseorang ketika beraktivitas. Termasuk ketika merokok telah menjadi hal yang biasa di kalangan pekerja kantoran. Seakan masuk dalam daftar gaya hidup yang patut dicoba, baik pria maupun wanita tak ada yang canggung dengan kebiasaan yang satu ini.

Namun, tahukah kamu jika merokok menjadi penyebab 90 persen orang terkena kanker paru-paru? Sayangnya tak hanya perokok aktif, tapi perokok pasif pun termasuk dalam daftar 90 persen pengidap kanker paru-paru ini. Alasan mengapa perokok pasif juga terkena dampaknya adalah karena dalam asap rokok yang terhirup mengandung zat racun yang juga menjadi penyebab kanker meski tidak tidak secara langsung merokok.

Faktor Penyebab Kanker Paru

Dalam rokok terdapat zat adiktif yang membuat seseorang menjadi “ketagihan” dan sulit lepas dari rokok. Inilah yang menyebabkan seseorang kesulitan untuk berhenti merokok jika sudah memulainya. Rokok sebagai salah satu faktor penyebab kanker paru-paru juga didukung oleh faktor genetik serta lingkungan. Sehingga, orang yang banyak berinteraksi dengan rokok meskipun tidak merokok pastilah meningkat risikonya terkena kanker paru-paru.

Terutama bagi pekerja kantoran yang banyak beraktivitas di luar ruangan. Entah dari lingkungan pekerjaan atau kebiasaan, menghirup asap rokok bukanlah hal baru. Jadi, risiko kanker paru-paru pada pekerja kantoran pun meningkat.

Pencegahan Kanker Paru

Untuk terhindar dari kanker paru sebenarnya tidaklah sulit, hanya diperlukan kesadaran terhadap bahaya merokok. Namun, tentu saja hal ini tidak bisa diusahakan hanya satu orang. Kembali lagi, merokok itu berdampak tak hanya bagi yang merokok namun orang di sekitarnya. Karena kesadaran tentang bahaya merokok, tak mengherankan jika pengidap kanker paru ini pun tak hanya kaum adam, namun juga kaum hawa.

Gejala Kanker Paru

Yang kebanyakan terjadi, kanker paru baru terdeteksi ketika sudah memasuki stadium lanjut, yakni 3B atau 4. Bukan tanpa alasan mengapa kanker ini baru terdeteksi pada stadium lanjut. Ketika ukuran kanker masih kecil, biasanya tidak ada gejala yang ditunjukkan. Sehingga saat ikurnanya membesar, menekan organ lain atau menyebar barulah muncul gejala.

Gejala yang ditimbulkan oleh kanker paru adalah batuk, batuk berdarah, sesak, dada sesak, nyeri dada, suara serak, dan menurunnya berat badan. Secara umum, gejala kanker paru ini hampir sama dengan penyakit paru kronik, yaitu tuberkulosis (TB) paru. Sehingga pada awalnya, seringkali gejala awal ini dianggap sebagai TB paru.

Penanganan Kanker Paru

Sebelum dokter melakukan penanganan, biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan dengan mengambil jaringan sel tumor untuk mengetahaui jenis dan stadium. Apakah termasuk tumor ganas, jika ia berarti positif kanker.  Kemudian, baru memutuskan penanganan seperti pembedahan jika pada stadium dini. Sedangkan pada stadium lanjut dilakukan kemoterapi, radioterapi, serta targeted terapi.

Untuk melakukan operasi pengangkatan kanker masih dilakukan jika kanker masih terlokalisir, yakni pada stadium 1 dan 2. Kemudian, dilanjutkan dengan kemoterapi atau radioterapi pascaoperasi jika diperlukan.

 

Ingat untuk selalu jaga kondisi kesehatan dimana pun kamu berada. Sedia selalu aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Selain itu, kamu juga bisa melakukan pemeriksaan laboratorium sesuai dengan saran dokter jika diperlukan. Jika butuh obat, vitamin, atau suplemen, kamu juga bisa membelinya di Halodoc, lho. Pesanan akan diantar dalam satu jam ke tempat tujuan. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.




Rekomendasi Artikel

KEHAMILAN

16 July 2018

Kelebihan atau kekurangan berat badan, sama-sama bisa memberikan efek negatif bagi kesehatan ibu dan janin. Na...

Selengkapnya

IBU & ANAK

16 July 2018

Daya tahan tubuh anak menjadi salah satu faktor kesehatan mereka. banyak faktor lain yang memicu datangnya pen...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 July 2018

Setiap orang memiliki jam biologis atau mekanisme pengaturan waktu internal dalam tubuh yang bekerja secara ot...

Selengkapnya