Lucunya Punya Bayi Kembar, Perhatikan Ini Saat Hamil

Lucunya Punya Bayi Kembar, Perhatikan Ini Saat Hamil
KEHAMILAN 09 January 2018

Halodoc, Jakarta – Hamil anak kembar memang sangat membahagiakan, terutama bagi para orangtua yang memimpikan punya anak kembar. Namun, karena ada dua janin yang berada di dalam kandungan, maka kehamilan anak kembar membutuhkan perawatan dan perhatian yang lebih besar dibanding kehamilan satu anak. Berikut adalah hal-hal yang perlu diperhatikan jika ibu hamil anak kembar.

Kehamilan kembar merupakan peristiwa yang istimewa karena cukup jarang terjadi. Peluang untuk mengandung anak kembar lebih besar didapatkan jika terdapat riwayat anak kembar pada keluarga besar ibu ataupun suami. Namun, saat ini bayi kembar pun bisa didapatkan melalui program in vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung.  Karena terdapat dua janin atau lebih dalam rahim ibu, maka kehamilan kembar memberikan tantangan yang lebih besar daripada kehamilan tunggal. Ibu akan mengalami perubahan hormon yang cukup drastis ketika mengandung anak kembar, sehingga ibu akan merasakan beberapa kondisi yang tidak nyaman, seperti jadi lebih mudah merasa lelah, berat badan melonjak drastis, dan morning sickness yang dapat terjadi sepanjang hari. Kehamilan kembar atau multiple juga termasuk kehamilan yang berisiko, karena rentan mengalami sejumlah komplikasi, seperti diabetes gestasional, preeklampsia, kelahiran prematur, hingga keguguran. Berikut hal-hal yang perlu ibu perhatikan dan lakukan saat mengandung anak kembar:

1.  Kebutuhan Nutrisi Kehamilan Kembar
Menurut American College of Obstetrics and Gynecology, ibu yang mengandung bayi kembar butuh tambahan 300 kalori per bayi setiap harinya. Jika ibu mengandung dua bayi kembar, maka total kalori yang dibutuhkan adalah 600 kalori.

Sedangkan untuk asupan protein, The Institute of Medicine merekomendasikan agar ibu hamil kembar mengonsumsi tambahan 50 gram protein setiap harinya dimulai sejak trimester kedua kehamilan. 50 gram protein setara dengan 4-5 ons daging ayam, 6 ons yoghurt, dan 2 butir telur ayam

Agar tubuh ibu hamil tidak kekurangan cairan, ibu setidaknya perlu meminum 3 liter air setiap hari. Selain air putih, ibu bisa memenuhi kebutuhan cairan ini dengan mengonsumsi makan yang tinggi akan kandungan cairan, seperti buah, sayur, yoghurt, dan sup. Namun, ibu tetap dianjurkan untuk minum 10 gelas air setiap harinya.

Nutrisi lainnya yang diperlukan ibu yang hamil anak kembar adalah kalsium, zinc, magnesium, zat besi, asam lemak omega-3, antioksidan, vitamin C, D, dan E. Karena bayi yang ibu kandung lebih dari satu, maka ibu perlu memenuhi masing-masing nutrisi dalam jumlah yang lebih banyak.

2.  Menjaga Berat Badan
Walaupun ibu perlu makan dalam jumlah yang lebih banyak ketika hamil anak kembar, namun bukan berarti ibu tidak perlu memerhatikan berat badan. Kenaikkan berat badan yang normal pada kehamilan bayi kembar adalah 17-25 kilogram. Jika berat badan ibu meningkat lebih tinggi dari itu, maka bisa jadi ibu mengalami obesitas yang akan berdampak buruk pada kehamilan dan kondisi kesehatan ibu.  Beberapa risiko yang akan ibu hadapi jika ibu mengalami obesitas adalah hipertensi, diabetes gestasional, dan kelahiran secara Caesar.

3.  Olahraga
Untuk mencegah ibu mengalami obesitas dan untuk meningkatkan stamina ibu sehingga tidak mudah lelah, ibu yang mengandung anak kembar juga disarankan untuk tetap berolahraga. Pada umumnya, jenis olahraga yang aman untuk ibu hamil adalah berjalan kaki, berenang, dan yoga. Namun untuk kehamilan kembar, ibu bisa membicarakan kepada dokter kandungan mengenai jenis olahraga yang bisa ibu lakukan.

4.  Rutin Memeriksakan Kehamilan

Untuk mencegah terjadinya komplikasi, ibu dengan anak kembar dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya secara rutin, bahkan lebih sering daripada kehamilan tunggal. Sejumlah tes yang penting dilakukan ibu hamil kembar adalah:

  • Tes urin untuk mendeteksi adanya diabetes gestasional, preeklamsia, dan infeksi saluran urin.
  • Karena ibu lebih berisiko mengalami anemia ketika hamil anak kembar, maka ibu sebaiknya melakukan pemeriksaan darah pada kehamilan minggu ke-20, minggu ke-24, dan minggu ke-28. Tes darah ini juga penting untuk mendeteksi adanya kelainan genetik selama kehamilan.
  • Ibu hamil juga akan menjalani NT Scan ketika usia kehamilan memasukki minggu ke-11 hingga minggu ke-13 untuk mendeteksi kelainan kehamilan lainnya.


Perbanyak mengonsumsi makanan bergizi dan ikuti anjuran dokter agar ibu dapat menjaga Si Kembar tetap sehat sampai dilahirkan nanti. Jika ibu mengalami gangguan kesehatan tertentu selama kehamilan, ibu bisa langsung bertanya kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Hubungi dokter untuk membicarakan masalah kesehatan yang dialami lewat Video/Voice Call dan Chat. Kini ibu juga dapat melakukan tes kesehatan tanpa perlu keluar rumah lewat fitur Lab Home Service. Halodoc juga memudahkan Ibu untuk mendapatkan produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan. Caranya sangat mudah, tinggal order dan pesanan akan diantarkan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya