Mengapa Mata Menjadi Merah setelah Berenang?

mata merah setelah berenang, mengapa mata merah setelah berenang, penyebab mata merah setelah berenang, mencegah mata merah setelah berenang
OLAHRAGA 28 June 2018

Halodoc, Jakarta – Olahraga renang memang mengasyikkan. Selain manfaatnya yang maksimal seperti menguatkan otot dan tulang, melatih pernapasan, menyehatkan jantung, serta meredakan radang sendi, berenang juga olahraga yang terbukti dapat memberikan sensasi relaksasi karena beraktivitas di dalam air. Sayangnya, aktivitas favorit ini sering terganggu karena mata merah setelah berenang.

Ada penjelasan kenapa mata kerap kali menjadi merah setelah berenang. Menurut Centers for Disease Control and Prevention, mata merah sehabis berenang disebabkan oleh kontaminasi urine dan keringat mengikat klorin di dalam air yang menciptakan senyawa kimia yang membuat mata merah ketika terpapar ke dalam mata.

Ternyata, kondisi yang lebih buruk bisa terjadi ketika berenang di dalam ruangan. Minimnya perputaran udara menciptakan reaksi kimia yang berakibat pada iritasi yang jauh lebih parah lagi. Klorin memang baik untuk membersihkan kolam renang, tapi tidak akan memberikan efek yang diharapkan bila tanpa sirkulasi udara yang baik. Baca juga: Inilah 6 Manfaat Melatih Otot Kaki

Justru bau klorin yang kuat yang selama ini kita anggap sebagai tanda kalau kolam renang tersebut disterilkan dengan baik adalah gejala klorin yang sudah terkontaminasi dengan urine dan keringat. Kolam renang yang sehat seharusnya tidak memiliki bau kimia yang kuat.

Namun, bukan berarti hal ini menjadi penghalang untuk melakukan aktivitas renang. Malah sebaiknya, para pengguna kolam semakin awas dan tidak menganggap sepele saran untuk selalu membasuh badan sebelum dan sesudah berenang serta mengawasi diri agar jangan sampai terminum air kolam. Larangan untuk tidak berkemih di dalam kolam renang seharusnya timbul dari dalam diri sendiri setelah tahu reaksi yang disebabkan urine pada air di dalam kolam renang. Baca juga: Inilah 6 Tanda Kalau Harus Berhenti Olahraga

Tidak ada cara lain untuk menjaga supaya mata tidak merah saat berenang dengan cara memilah-milah kolam renang mana yang didatangi. Mungkin kamu tidak bisa memastikan apakah para perenang lain menjaga kebersihannya atau tidak. Kamu bisa memulainya dari diri sendiri dengan memilih kolam renang yang kemungkinan besar lebih ketat menjaga kebersihannya dan membersihkan diri secara jeli sebelum dan sesudah berenang.

Selain itu, menggunakan kacamata renang atau melepas lensa kontak ketika berenang adalah cara lain untuk mencegah mata merah dan lebih dari itu adalah menjaga kesehatan mata. Membilas air mata dengan air bersih setelah berenang juga bisa jadi salah satu cara untuk mengurangi mata merah.

Bila mata merah sangat mengganggu, kamu bisa menggunakan obat tetes mata untuk meringankan rasa perih dan iritasi. Ada juga cara alami untuk mengurangi mata merah akibat berenang dengan cara mengompres mata dengan handuk dingin, menempatkan kantung teh bekas pakai yang sebelumnya disimpan di dalam kulkas ke kelopak mata dan didiamkan selama 5-7 menit, menempatkan irisan mentimun dingin ke kelopak mata, atau pun bisa dengan irisan kentang. Baca juga: 5 Manfaat Ikan Sarden Bagi Kesehatan

Kamu juga bisa meringankan kondisi mata merah dengan cara membuka dan menutup mata di udara bersih guna meningkatkan sirkulasi udara bersih ke dalam mata. Caranya buka mata lebar selama beberapa detik, lalu tutup, tahan, dan ulangi sampai beberapa kali. Jangan sampai iritasi mata mengganggu aktivitas olahragamu. Kalau kamu punya problem mengenai mata yang ingin ditanyakan, bisa diskusikan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

 


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya