Minum Kopi Saat Hamil Harus Ikuti Aturan Ini

Minum Kopi Saat Hamil Harus Ikuti Aturan Ini
KEHAMILAN 28 November 2017

Halodoc, Jakarta – Pernahkah kamu mendengar bahwa ibu hamil sebaiknya tidak meminum kopi? Saat hamil, wanita biasanya akan menjadi lebih selektif terhadap jenis makanan dan minuman yang dikonsumsi. Sebab ia tak lagi hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga calon bayi di dalam kandungan.

Tapi bagaimana jika sebelum hamil, ibu adalah orang yang sering memanfaatkan secangkir kopi saat lelah? Apa yang membuat kopi menjadi berbahaya jika dikonsumsi selama mengandung?

Salah satu alasan yang membuat kopi masuk dalam daftar pantangan saat hamil adalah kandungan kafein. Meski bukan hanya kopi, namun kafein yang terdapat pada kopi tergolong tinggi. Jika terlalu banyak dikonsumsi, kafein dapat menembus plasenta ibu dan berdampak pada detak jantung calon bayi.

Proses metabolisme kafein pada ibu hamil berjalan lebih lama dari biasanya. Meski ibu dapat mencerna dan mengeluarkan kafein, namun tidak pada janin. Karena kemampuan metabolisme yang masih tak sempurna, maka efek kafein pada janin bisa bertahan lebih lama.

Umumnya saat seseorang mengonsumsi kafein secara berlebihan, bisa berdampak pada kondisi tubuh. Seperti detak jantung yang kencang dan tidak beraturan, gejala kecemasan, tremor, gangguan pencernaan hingga insomnia. Gejala yang sama pun akan terjadi pada ibu hamil yang terlalu sering mengonsumsi kopi. Dan ternyata, dampak negatif yang terjadi pada ibu hamil tak berhenti sampai di sana saja.

Pada beberapa kasus, mengonsumsi kopi secara berlebihan saat hamil bisa menyebabkan keguguran janin, bayi lahir dengan berat badan di bawah normal, hingga janin mati sebelum lahir. Terlalu banyak kafein pun dapat berdampak ibu hamil mengalami masalah di lambung, nyeri ulu hati, serta anemia.

Namun bukan berarti ibu harus menghentikan secara keseluruhan konsumsi kopi. Sah-sah saja jika sesekali ibu merindukan kopi dan ingin menikmatinya. Ibu dapat menyiasati keinginan tersebut dengan membatasi dan mengontrol asupan kopi tidak lebih dari 200 mg per hari atau sekitar dua cangkir kopi.

Takaran Minum Kopi Ibu Hamil

Pada dasarnya, ada beberapa jenis makanan yang mengandung kafein. Seperti cokelat, minuman ringan dan teh. Ibu hamil disarankan untuk menghindari atau membatasi segala jenis makanan dan minuman tersebut agar kehamilan lancar. Untuk mengetahui apakah makanan dan minuman –bahkan obat- yang ibu konsumsi mengandung kafein, cobalah untuk membaca label yang berisi kandungan makanan tersebut.

Namun jika ibu benar-benar tak bisa berhenti mengonsumsi kopi, tak perlu khawatir. Sejumlah ahli menyebut batas maksimal konsumsi kafein bagi ibu hamil adalah 200 mg sehari. Artinya, usahakan untuk tidak meminum lebih dari dua gelas dalam satu hari.

Untuk mengisi “kekosongan” karena pembatasan kopi, ibu bisa mencoba untuk mengonsumsi jenis minuman lain. Pilihlah jenis makanan dan minuman yang mengandung kafein lebih rendah sehingga lebih aman bagi ibu dan janin, seperti jus buah atau air putih.

Agar lebih aman, pastikan ibu memantau dan mencatat jumlah konsumsi kafein. Jika mendapati masalah dan keluhan setelah minum kopi segera bicarakan pada ahli. Manfaatkan aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter seputar masalah konsumsi kopi selama kehamilan. Ibu juga bisa menyampaikan sebanyak apa jumlah kafein yang telah dikonsumsi dan mendengar saran dari dokter.

Bicara dengan dokter pun semakin mudah menggunakan Video/Voice Call dan Chat. Di Halodoc, ibu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin untuk menjaga kesehatan selama hamil. Pesanan ibu akan diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.


Rekomendasi Artikel

DIET & NUTRISI

16 August 2018

Bosan mengonsumsi daging kambing, ayam atau sapi? Coba deh cicipi daging rusa yang tak kalah bergizinya dari k...

Selengkapnya

KEHAMILAN

16 August 2018

Kualitas sperma dan ovum dipengaruhi oleh usia, benarkah? Simak faktanya di Halodoc, yuk!...

Selengkapnya

KECANTIKAN

16 August 2018

Xerostomia merupakan kondisi yang bisa dialami sesekali oleh siapapun. Khususnya dalam kondisi gugup atau cema...

Selengkapnya