Waspada Gula Sebabkan Anak Jadi Hiperaktif

Waspada Gula Sebabkan Anak Jadi Hiperaktif
IBU & ANAK 24 October 2017
Halodoc, Jakarta – Anak-anak cenderung menyukai makanan manis. Mulai dari coklat, permen, hingga es krim. Namun tidak semua gula itu baik dikonsumsi oleh anak, lho. Ada penelitian yang menyatakan bahwa kandungan gula yang tinggi bisa membuat anak menjadi hiperaktif.

Profesor pediatric di Harvard Medical School, Dr. David Ludwig mengatakan bahwa sugar rush bisa terjadi jika anak mengonsumsi makanan dengan glikemik tinggi. Makanan dengan kandungan gula tinggi ini bisa meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat meski pun kadarnya tidak bertahan lama. Nah, dengan tingginya kadar gula dalam darah ini bisa menyebabkan anak mendapatkan dorongan energi sehingga membuat mereka sulit untuk fokus pada hal tertentu.

Meski begitu, The American Dietetic Association (ADA) menyatakan kalau belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa sugar rush bisa menyebabkan anak jadi hiperaktif. Dari segi psikologi, menurut Mark Wolraich, M.D., kepala kedokteran anak di University of Oklahoma, anggapan sugar rush memberikan dampak hiperaktif pada anak-anak adalah karena mereka cenderung tidak bisa diam ketika sedang berada di acara pesta.

Dalam buku The Family Nutrition Book, William Sears menyatakan perilaku, kemampuan belajar dan konsentrasi pada orang yang sensitif pada gula memang cenderung memburuk jika mengonsumsi  apapun yang manis dalam jumlah besar. Ini bisa terjadi tak hanya pada anak-anak melainkan juga pada orang dewasa. Sehingga menurutnya, anak-anak tertentu bisa jadi memang lebih sensitif terhadap gula dibandingkan dengan anak-anak yang lain.

Selain dikhawatirkan menyebabkan anak jadi hiperaktif, gula juga sebenarnya berpotensi menyebabkan anak terkena diabetes. Apalagi jika anak termasuk dalam kategori obesitas sehingga ancaman diabetes pun bisa terjadi.

Berikut ini adalah jenis gula dan batasan yang sebaiknya dikonsumsi anak:

1.  Gula Pasir (Gula Putih)
Dikenal juga dengan sukrosa dan mudah diserap oleh tubuh. Meski aman dikonsumsi oleh anak namun sebaiknya dibatasi ahanya 6 sendok teh dalam sehari.

2.  Gula Merah
Gula jenis ini mengandung 50 persen sukrosa dan setengahnya lagi glukosa, yakni gula sederhana dari karbohidrat dan fruktosa yakni gula buah yang paling aman sehingga penyerapannya lambat oleh tubuh. Gula ini pun aman dikonsumsi oleh si kecil tanpa konsumi berlebihan.

3.  Gula Alkohol
Gula yang satu ini merupakan bahan pembuat permen yang nilai kalorinya justru lebih rendah dari gula pasir. Asal tidak berlebihan, jenis gula ini  masih aman dikonsumsi oleh si kecil. Namun efek yang bisa disebabkan oleh gula ini adalah si kecil jadi lebih sering buang air besar. Jenis gula yang ada pada gula alkohol yang ada dalam permen adalah xylitol, manitol dan sorbitol.

4.  Gula Buatan Sakarin
Gula jenis ini biasa digunakan untuk minuman ringan rendah gula. Umumnya bisa dikonsumsi anak-anak dalam batas 50-300mg/kg berat badan. Rasa manis dari gula ini adalah sekitar 300-400 kali sukrosa.

5.  Gula Buatan Aspartam
Gula ini umumnya digunakan sebagai bahan permen karet tanpa gula dan pemanis khusus untuk diet. Rasa manisnya yakni 200 kali sukrosa dan kurang aman dikonsum anak karena bisa memicu keterbelakangan mental akibat penumpukan fenilalanin. Kandungan aspartame, fenilalanin dapat menjadi tirosin pada jaringan saraf jika dikonsumsi anak secara berlebihan. Tirosin sebaiknya dibuang dari dalam tubuh, dan batasan konsumsi 40 mg/kg berat badan.

6.  Gula Buatan Siklamat
Umumnya gula yang satu ini merupakan bahan untuk membuat jajanan anak seperi permen karet, es krim, serta makanan dan minuman. Dari beberapa studi, seperti dilansir dari Ayah Bunda, sakarin dan siklamat merupakan senyawa yang bersifat karsinogenik (pemicu kanker). Jadi, batasan konsumsi gula jenis ini untuk anak hanya 11 mg/kg berat badan.


Jaga selalu kesehatan si kecil dengan memberikan asupan makanan bergizi. Jika muncul masalah kesehatan pada anak, ibu harus segera menghubungi dokter. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bisa bicara langsung dengan dokter kapan saja, dimana saja. Dengan Halodoc, dokter bisa dihubungi melalui Voice/Video Call dan Chat. Selain itu, kebutuhan vitamin dan suplemen anak pun bisa dibeli melalui Halodoc dan pesanan akan diantar dalam satu jam. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.

Rekomendasi Artikel

KECANTIKAN

19 July 2018

Nah, agar kesehatan tubuh tetap terjaga selama lembur, ada beberapa makanan yang perlu dikonsumsi saat lembur...

Selengkapnya

KECANTIKAN

19 July 2018

Komedo atau bintik kecil berwarna putih pada permukaan wajah, kerap kali membuat penampilan jadi tak menarik....

Selengkapnya

DIET & NUTRISI

19 July 2018

Meski rasanya lezat, camilan dalam kemasan dapat membahayakan tubuh. Antara lain: mengganggu tekanan darah, gu...

Selengkapnya