25 May 2018

Bolehkah Menjanjikan Hadiah pada Anak yang Belajar Puasa

Bolehkah Menjanjikan Hadiah pada Anak yang Belajar Puasa

Halodoc, Jakarta – Saat memasuki Ramadan, sebagian orangtua pasti ingin mengajarkan Si Kecil untuk melakukan ibadah puasa, meskipun anak-anak belum diwajibkan untuk melakukan ibadah puasa. Dalam mengajarkan anak untuk menjalani ibadah puasa, sebaiknya jangan dipaksa tetapi harus diingatkan dan diajarkan secara perlahan.

Orangtua juga tentu memiliki caranya masing-masing untuk memperkenalkan ibadah puasa ini kepada anak. Salah satunya bisa melalui cerita-cerita nabi atau dongeng rohani. Selain itu, saat anak menjalani ibadah puasa, sebaiknya orangtua mengisi waktu menunggu berbuka dengan melakukan aktivitas yang menarik, misalnya mempersiapkan makanan untuk berbuka atau berbagi dengan tetangga sekitar.

Namun, tidak jarang orangtua juga menjanjikan hadiah saat Si Kecil berhasil menjalankan ibadah puasa selama satu hari penuh. Cara ini sebenarnya akan memberikan dampak yang kurang baik pada Si Kecil ke depannya. Maka dari itu, orangtua perlu memperhatikan beberapa cara lain untuk mengajarkan anak belajar melakukan ibadah puasa.

Hal yang Harus Dilakukan Orangtua saat Mengajarkan Si Kecil Puasa

Memberikan hadiah kepada Si Kecil atas salah satu pencapaiannya dalam puasa sebaiknya jangan dilakukan oleh orangtua. Sebaiknya ajarkan anak mengenai ibadah puasa sejak dini. Selain itu, bantu anak untuk mengenal ibadah puasa secara mendalam.

Berikan contoh puasa yang baik dan sehat kepada anak. Misalnya pada saat menyantap sahur atau berbuka, sebaiknya ajak anak untuk bergabung dalam proses itu. Tujuannya adalah supaya anak mengerti bahwa sahur dan berbuka merupakan hal yang penting untuk menjaga tubuh kita tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Jika anak masih berusia cukup dini, sebaiknya orangtua jangan memaksa anak untuk melakukan ibadah puasa. Ajarkan anak untuk melakukan ibadah puasa secara perlahan. Si Kecil bisa mulai berpuasa selama beberapa jam dan kemudian bisa ditingkatkan sesuai kemampuan tubuh anak dalam menahan haus dan lapar.

Sebaiknya jangan marahi anak jika anak tidak berhasil menjalani puasa selama satu hari penuh. Jika hal ini terjadi, anak butuh dukungan dari orangtua dan keluarga. Jangan lupa untuk memberikan pujian pada setiap keberhasilan puasa yang dilewati oleh anak.

Orangtua juga perlu untuk memberikan kesan bahwa berpuasa itu menyenangkan. Saat orangtua sedang menjalani ibadah puasa, sebaiknya orangtua jangan terlihat lesu atau mengeluh di depan anak.

Dampak Jika Anak Sering Dijanjikan Hadiah saat Puasa

Terlalu sering dijanjikan hadiah saat berpuasa akan membawa dampak buruk bagi mental Si Kecil ke depannya.

1. Tujuan Anak Hanya Hadiah

Saat anak menjalani ibadah puasa, tujuannya bukan ibadah, melainkan hanya hadiah yang dijanjikan oleh kedua orangtuanya. Sebaiknya tekankan makna puasa yang sebenarnya pada anak, sehingga ke depannya anak akan benar-benar ikhlas menjalankan puasa sebagai ibadah yang diwajibkan oleh agama.

2. Anak Akan Sering Berbohong

Anak akan sering berbohong untuk mendapatkan hadiah yang diinginkannya. Ketika orangtua menjanjikan sebuah hadiah, maka anak-anak akan melakukan apa saja untuk mendapatkan hadiah tersebut, termasuk berbohong kepada orangtua mengenai ibadah puasa mereka. Padahal, ibadah puasa tidak hanya menahan haus dan lapar, tetapi juga menjaga diri untuk menghindari hal-hal yang buruk termasuk berbohong.

3. Anak-Anak Tidak Akan Mengerti Makna Puasa

Yang mereka tahu tentang makna puasa hanya menahan haus dan lapar. Selebihnya mereka hanya terpaku pada hadiah yang dijanjikan oleh orangtuanya. Padahal, selain menahan haus dan lapar, puasa juga diajarkan untuk menahan emosi dan menahan diri dari perilaku yang kurang baik.

(Baca juga: 5 Cara Membuat Anak Semangat Puasa)

Jika orangtua ingin tahu lebih banyak mengenai cara mengajarkan anak berpuasa dan nutrisi yang dibutuhkan oleh anak saat menjalankan ibadah puasa, bisa langsung tanyakan ke dokter terpercaya di aplikasi Halodoc. Ayo, download di App Store atau Google Play sekarang!