Ad Placeholder Image

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ikan Asin? Ini Fakta Medis dan Aturan Konsumsinya

4 menit
Ditinjau oleh  dr. Fauzan Azhari SpPD   14 April 2026

Penderita diabetes boleh makan ikan asin dalam porsi terbatas, namun wajib waspada terhadap kandungan natrium tinggi.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ikan Asin? Ini Fakta Medis dan Aturan KonsumsinyaBolehkah Penderita Diabetes Makan Ikan Asin? Ini Fakta Medis dan Aturan Konsumsinya

DAFTAR ISI


Ikan asin memang menggugah selera, namun bagi pengidap diabetes, makanan ini memerlukan perhatian ekstra. Secara medis, kekhawatiran utama bukan terletak pada kadar gulanya, melainkan pada kandungan natrium (garam) yang sangat pekat akibat proses pengawetan.

Lantas, bolehkah penderita diabetes makan ikan asin? Berikut penjelasannya.

Bolehkah Penderita Diabetes Makan Ikan Asin?

Pertanyaan mengenai bolehkah penderita diabetes makan ikan asin sering muncul dalam diskusi pola makan sehat. Secara medis, penderita diabetes tidak dilarang sepenuhnya untuk mengonsumsi ikan asin karena makanan ini tetap menyediakan asupan protein hewani yang dibutuhkan tubuh.

Namun, poin krusial yang harus dipahami adalah metode pengawetannya yang menggunakan konsentrasi garam sangat tinggi. Garam berfungsi sebagai pengawet alami, tetapi bagi pengidap diabetes, asupannya harus dipantau secara ketat.

Ikan asin tidak secara langsung menyebabkan lonjakan glukosa darah seperti halnya karbohidrat sederhana. Meski demikian, efek sistemik dari asupan natrium yang tinggi dapat mengganggu stabilitas kesehatan penderita diabetes secara keseluruhan.

WHO merekomendasikan konsumsi garam kurang dari 5 gram (sekitar satu sendok teh) per hari untuk orang dewasa guna membantu menurunkan tekanan darah dan risiko penyakit kardiovaskular. Bagi penderita diabetes, batasan ini menjadi semakin krusial karena adanya kerentanan pembuluh darah.

Pahami juga informasi mengenai Apa Itu Diabetes Tipe 2? Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya berikut ini.

Risiko Kandungan Natrium Tinggi bagi Kesehatan

Fokus utama dalam pertanyaan bolehkah penderita diabetes makan ikan asin terletak pada kandungan natriumnya. Natrium yang berlebih dalam sistem peredaran darah dapat menyebabkan retensi cairan.

Kondisi ini memaksa jantung bekerja lebih keras dan meningkatkan tekanan pada dinding arteri, yang dikenal sebagai hipertensi. Penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi mengalami kerusakan pembuluh darah akibat kadar gula darah yang fluktuatif.

Jika ditambah dengan tekanan darah tinggi dari konsumsi ikan asin yang berlebihan, risiko stroke dan serangan jantung akan meningkat secara signifikan. Oleh karena itu, ikan asin dikategorikan sebagai makanan yang memerlukan moderasi ketat dalam diet diabetes.

Selain itu, asupan garam yang tinggi dapat memengaruhi sensitivitas insulin secara tidak langsung melalui mekanisme peradangan sistemik. Meskipun bukan penyebab utama resistensi insulin, diet tinggi natrium seringkali berkaitan dengan pola makan buruk yang memperlambat pencapaian target HbA1c pada pasien diabetes tipe 2.

Jika punya pertanyaan lain terkait perawatan diabetes lainnya, Ini Pilihan Dokter Spesialis yang Akan Bantu Perawatan Diabetes untuk kamu hubungi.

Dampak Terhadap Fungsi Ginjal dan Kesehatan Jantung

Komplikasi ginjal atau nefropati diabetik adalah salah satu risiko jangka panjang yang paling dikhawatirkan oleh penderita diabetes. Ginjal berfungsi menyaring limbah dari darah, termasuk kelebihan natrium.

Mengonsumsi ikan asin dalam frekuensi sering memberikan beban filtrasi tambahan pada ginjal yang mungkin sudah mengalami penurunan fungsi akibat diabetes. Perlu kamu ketahui bahwa, batasan konsumsi garam harian adalah 2000 miligram natrium atau setara dengan 1 sendok teh garam per orang per hari.

Melebihi batas ini secara rutin dapat mempercepat kerusakan fungsi ginjal pada pasien diabetes. Penyakit jantung koroner juga menjadi ancaman nyata.

Diabetes dan hipertensi adalah “duet maut” bagi kesehatan kardiovaskular. Karena ikan asin mengandung garam yang sangat pekat, penderita diabetes yang juga memiliki riwayat darah tinggi sangat disarankan untuk mencari alternatif protein lain yang lebih segar dan rendah natrium.

Tips Mengonsumsi Ikan Asin dengan Lebih Aman

Jika keinginan untuk mengonsumsi ikan asin muncul, terdapat beberapa langkah strategis untuk meminimalisir risiko kesehatan. Langkah-langkah ini bertujuan untuk mengurangi beban natrium tanpa menghilangkan asupan protein dari ikan tersebut.

Pertama, rendamlah ikan asin di dalam air hangat atau air cucian beras selama 30 hingga 60 menit sebelum dimasak. Proses ini efektif untuk melarutkan sebagian besar garam yang menempel pada daging ikan.

Kedua, kontrol porsi dengan sangat ketat; jadikan ikan asin hanya sebagai penambah rasa atau pelengkap, bukan sebagai sumber protein utama dalam piring makan. Ketiga, sangat penting untuk mengimbangi konsumsi ikan asin dengan sayuran segar yang tinggi serat seperti brokoli, bayam, atau buncis.

Serat membantu menghambat penyerapan lemak dan membantu manajemen gula darah. Terakhir, variasikan sumber protein dengan mengonsumsi ikan segar, tahu, tempe, atau putih telur yang tidak diproses dengan banyak garam.

Ketahui juga informasi lain mengenai, Diet dan Nutrisi Kebutuhan Tubuh – Informasi Lengkapnya berikut ini.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Sebagai kesimpulan, penderita diabetes boleh makan ikan asin namun dengan frekuensi yang sangat jarang dan porsi yang terbatas. Prioritas utama pengidap diabetes adalah menjaga stabilitas gula darah dan tekanan darah guna mencegah komplikasi ginjal serta jantung.

Kelebihan natrium dari ikan asin merupakan faktor risiko yang harus dimitigasi dengan cara pengolahan yang benar. Rekomendasi praktis bagi penderita diabetes adalah selalu memprioritaskan bahan pangan segar (whole foods) daripada makanan yang diawetkan.

Jika pasien memiliki komorbiditas seperti gagal ginjal kronis atau hipertensi derajat berat, sebaiknya ikan asin dihindari sepenuhnya. Kamu juga bisa menghubungi dokter spesialis gizi di Halodoc untuk mendapatkan saran diet yang sesuai dengan profil kesehatanmu.

Jangan khawatir, dokter di Halodoc tersedia 24 jam sehingga kamu bisa menghubunginya kapan pun dan dimana pun. Tunggu apa lagi? Klik banner di bawah ini untuk menghubungi dokter terpercaya:

Referensi:
Diabetes UK. Diakses pada 2026. Salt and diabetes.
University pf Rochester Medical Center. Diakses pada 2026. Watching Salt When You Have Diabetes.
Everyday Health. Diakses pada 2026. Is Salt Bad for People With Diabetes?