Bolehkah Pengidap Sakit Jantung Tetap Berolahraga?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
sakit jantung

Halodoc, Jakarta - Perlu diketahui bahwa olahraga bukan hanya untuk mencegah penyakit jantung. Mereka yang sudah mengidap penyakit jantung pun direkomendasikan untuk tetap berolahraga. Setidaknya selama 30 menit per hari, olahraga dianjurkan untuk dilakukan setidaknya 3 kali seminggu.

Bagi pengidap penyakit jantung, olahraga dapat memberikan dampak baik. Tentu olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan tubuh, yaitu olahraga dengan intensitas ringan hingga sedang. Namun, bagi mereka dengan penyakit jantung yang lebih berat, sebaiknya pilih olahraga yang lebih ringan dengan durasi yang lebih singkat.

Manfaat olahraga pada orang yang memiliki penyakit jantung meliputi:

  • Memperkuat fungsi jantung.

  • Meningkatkan sirkulasi dan membantu tubuh kamu meregulasi oksigen dengan lebih baik.

  • Memperbaiki gejala gagal jantung.

  • Menurunkan tekanan darah.

  • Menurunkan kolesterol jahat dan meningkatkan kolesterol baik.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Seperti yang sudah disebutkan di atas, bahwa olahraga yang dianjurkan untuk pengidap jantung adalah olahraga ringan yang bersifat aerobik. Misalnya jalan cepat, lari, yoga, dan bersepeda santai, yang bermanfaat memicu pelepasan hormon endorfin. Walaupun begitu, pengidap jantung sebaiknya memperhatikan tips-tips aman berolahraga berikut:

  1. Diskusi dengan Dokter Terlebih Dahulu

Sebelum kamu memutuskan untuk berolahraga, sebaiknya kamu membicarakan rencana olahraga dengan dokter. Tanyakan apakah jenis olahraga yang ingin kamu lakukan aman untuk kondisi kesehatanmu dan cari tahu kegiatan apa saja yang sebaiknya dihindari. Bukan hanya pantangan dalam olahraga saja, tapi cari tahu juga tugas rumah tangga yang tidak diperbolehkan, seperti mengangkat barang yang berat, mencangkul, dan sebagainya.

  1. Lakukan Pemanasan dan Pendinginan

Setiap orang yang berolahraga, termasuk pengidap jantung, disarankan untuk melakukan pemanasan selama kurang lebih 5 menit sebelum berolahraga, dan pendinginan setelah berolahraga. Kedua kegiatan ini sangat penting untuk mencegah jantung meningkat drastis secara mendadak yang bisa mengakibatkan risiko yang serius.

Baca juga: Inilah 4 Penyebab Serangan Jantung yang Tidak Terduga

  1. Pantau Denyut Jantung

Selalu pantau denyut jantung kamu supaya dapat berolahraga dengan aman tanpa membahayakan kesehatan jantung. Gunakan alat monitor denyut jantung atau kamu juga bisa mengecek nadi di pergelangan tangan dan setelah berolahraga. Untuk menghitung denyut jantung, gunakan rumus 220 dikurangi usiamu. Sebanyak 80 persen dari hasil pengurangan tersebut adalah denyut nadi maksimal kamu. Apabila alat monitor menunjukkan denyut nadi maksimal, segera kurangi intensitas olahraga dan beristirahat.

  1. Jangan Lupa Bawa Obat Jantung

Untuk berjaga-jaga, selalu bawa nitroglycerin atau obat lain yang sudah diresepkan oleh dokter selama berolahraga.

  1. Tubuh Harus Tetap Terhidrasi

Jangan lupa untuk sering-sering minum air putih sebelum, selama, dan setelah berolahraga supaya tubuh kamu tetap terhidrasi dengan baik.

  1. Berhenti Jika Tanda-Tanda Ini Muncul

Apabila kamu sudah merasa lelah, mual, pusing, sesak napas, dan nyeri dada, segeralah berhenti dari olahraga yang kamu lakukan.

Baca juga: Ini Bedanya Serangan Jantung dan Serangan Panik

Jadi, tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan aktivitas fisik kamu untuk memulai program latihan. Namun perlu diingat, saat kamu memiliki riwayat penyakit jantung dan ingin memulai olahraga sebagai rutinitas harian, kamu perlu mendapatkan petunjuk dari dokter yang bisa kamu komunikasikan melalui aplikasi Halodoc. Untuk melakukan pemeriksaan jantung, kini kamu bisa lho langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Mudah bukan? Yuk download aplikasi Halodoc sekarang!