• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bukan Cuma Masalah Emosional, Ini 4 Penyebab anak Sering Berbohong

Bukan Cuma Masalah Emosional, Ini 4 Penyebab anak Sering Berbohong

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Namanya juga anak-anak, wajar bukan kalau mereka pernah berbohong, setuju? Upaya tipu muslihat ini biasanya dimulai ketika anak memasuki usia prasekolah, atau di antara usia dua atau empat tahun. Seiring usianya bertambah, maka tak menutup kemungkinan ‘kemampuan’-nya untuk berbohong juga akan bertambah.

Pertanyaannya simpel, apa sih penyebab anak sering berbohong? Benarkah masalah emosional bisa memicu perilaku negatif ini? 

Baca juga: Ini 2 Dampak Mendidik Anak dengan Berbohong

Tak Hanya Masalah Emosional

Kira-kira apa penyebab anak sering berdusta atau berbohong? Faktanya, salah satu penyebab anak sering berbohong berkaitan erat dengan masalah emosional. Menurut ahli di American Academy of Child and Adolescent Psychiatry, berbohong mungkin mengindikasikan masalah emosional pada anak. 

Anak berbagai faktor yang memicu masalah emosional pada anak. Misalnya tekanan dari orangtua, guru atau teman-teman di sekolahnya, depresi, atau pula menjadi korban perundungan. Anak-anak yang berbohong ini sebenarnya tak memiliki niat menjadi pribadi yang bandel atau bahkan jahat. Namun, pola berbohong yang berulang-ulang bisa menjadi kebiasaan buruk bagi dirinya kelak. 

Hal yang perlu digarisbawahi, penyebab anak sering berbohong bukan cuma disebabkan adanya masalah emosional. Nah, berikut ini penyebab anak suka berbohong yang sebaiknya diketahui orangtua. 

1.Ingin Menghindari Hukuman

Boleh dibilang alasannya yang satu ini sungguh klasik, namun begitulah faktanya. Terkadang anak-anak lebih memilih berbohong ketimbang berkata jujur demi menghindari hukuman. Mereka beranggapan bahwa berbohong adalah cara termudah untuk terhindar dari hukuman. Singkat kata, anak berbohong takut membuat orangtuanya marah atau emosi. 

2.Cari Perhatian 

Selain untuk menghindari hukuman, caper alias cari perhatian adalah penyebab anak sering berbohong lainnya. Anak-anak atau remaja yang berbohong karena faktor ini, biasanya akan menceritakan kisah-kisah yang menarik perhatian dengan antusias. 

Contohnya, mendapatkan mainan baru yang mahal dari orangtuanya, atau cerita-cerita yang menarik perhatian lainnya. Kebohongan ini dikarangnya demi terlihat menarik dan keren teman-temannya. 

Baca juga: Mythomania Jadi Penyakit Suka Bohong yang Perlu Orangtua Tahu

3.Imajinasi yang Terlalu Tinggi

Memiliki imajinasi yang terlalu tinggi juga bisa menjadi penyebab anak sering berbohong. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak kecil karena mereka cenderung memiliki imajinasi yang tinggi. Hal yang perlu ibu ingat, kadang hal ini bisa membuat anak kesulitan untuk membedakan hal yang nyata dan sebatas khayalan. 

4.Menggapai Keinginannya

Pada beberapa kasus, anak akan berbohong untuk mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Contohnya, berbohong dengan mengatakan sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya, agar bisa lekas bermain dengan teman-temannya. 

Sering Berbohong, Wajarkah? 

Anak-anak yang berbohong “sekali-dua kali” sebenarnya wajar terjadi. Namun, lain lagi ceritanya bila mereka sering berbohong dan disertai dengan masalah lainnya. Di kondisi ini, mau tak mau orangtua perlu turun tangan.

Nah, berikut kondisi yang perlu menjadi perhatian orangtua menurut ahli di Johns Hopkins Medicine.

  • Seorang anak yang berbohong dan pada saat yang sama mengalami masalah perilaku lainnya. Seperti membakar sesuatu, bersikap kejam kepada orang atau hewan, mengalami masalah tidur, sangat hiperaktif, atau memiliki lebih banyak masalah psikologis. 
  • Sering berbohong dan tidak memiliki banyak teman, atau tidak ingin bermain dalam kelompok, atau pula terlihat memiliki harga diri yang rendah, dan mengalami depresi. 
  • Berbohong untuk mendapatkan sesuatu dari orang lain, dan tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan.

Baca juga: Anak Kena Prank Orangtua, Ini Dampak Negatifnya

Masih menurut ahli di Johns Hopkins Medicine, andaikan anak sering berbohong dan disertai kondisi-kondisi di atas, minta bantuan dokter ahli atau psikolog untuk mendapatkan solusi dan penanganan yang tepat. 

Ibu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Praktis, kan? 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. What Makes Children Lie?
Johns Hopkins Medicine. Lying and Stealing. Diakses pada 2020. Lying and Stealing. 
American Academy of Child and Adolescent Psychiatry. Diakses pada 2020. Lying and Children
Very Well Family. Diakses pada 2020. 3 Common Reasons Why Kids Lie (and How You Should Respond)
The Conversation. Diakses pada 2020. Why do kids lie, and is it normal?