26 July 2018

Bukan Cuma Paru-Paru, Tuberkulosis Juga Serang Organ Tubuh Lain

Tuberkulosis, paru-paru, tuberkulosis serang organ tubuh lain

Halodoc, Jakarta - Tuberkulosis merupakan gangguan pada paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini termasuk dalam penyakit menular. Selain itu, tuberkulosis termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Menurut World Health Organization (WHO), pada 2015 Indonesia memiliki kasus tuberkulosis terbanyak dan masuk 6 besar di dunia.

Selama ini, masyarakat mengetahui bahwa tuberkulosis hanya menyerang paru-paru. Padahal, penyakit ini juga bisa menyerang organ-organ lain. Apa saja organ-organ yang bisa terserang tuberkulosis? Berikut dijelaskan beberapa organ yang bisa terserang tuberkulosis.

Baca juga: Jangan Salah Kaprah, Inilah Fakta Tentang Mitos Tuberkulosis!

  1. Otak

Bakteri Mycobacterium tuberculosis juga dapat menyerang otak. Kondisi ini juga dikenal sebagai meningitis. Selain itu, kondisi ini disebabkan oleh pembengkakan membran yang menyelimuti otak. Tuberkulosis pada otak membutuhkan waktu yang lama untuk disembuhkan. Jika tidak ditangani dengan tepat, kondisi ini akan menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Biasanya, pengidap tuberkulosis pada otak memiliki riwayat tuberkulosis paru-paru. Tuberkulosis pada otak juga ditandai dengan gejala seperti batuk berkepanjangan, keringat berlebihan pada malam hari, dan penurunan berat badan. Selain itu, pengidap penyakit ini juga akan merasakan lemas, letih, lesu, nyeri pada otot, dan demam yang naik turun.

Selain gejala-gejala tersebut, pengidap tuberkulosis otak juga akan mengalami gangguan saraf. Gangguan ini dapat menimbulkan komplikasi seperti tremor, gangguan penglihatan, kejang, tangan dan kaki sulit digerakkan, serta disorientasi.

  1. Kelenjar Getah Bening

Tidak hanya menyerang paru-paru, tuberkulosis juga dapat menyerang kelenjar getah bening. Kelenjar getah bening merupakan sistem jaringan yang terdapat di selangkangan, leher, dan ketiak. Tuberkulosis pada kelenjar getah bening dapat menyebabkan penurunan sistem kekebalan tubuh.

Gejala-gejala yang ditunjukkan oleh kondisi ini adalah munculnya benjolan pada leher, ketiak, dan selangkangan. Pada awalnya, benjolan akan berbentuk kecil. Seiring berjalannya waktu, benjolan tersebut akan membesar dan memunculkan warna kemerahan di sekitar benjolan. Dalam beberapa kasus, rasa sakit akan terasa pada area munculnya benjolan.

Baca juga: 5 Olahraga yang Tepat untuk Tuberkulosis

  1. Ginjal

Bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis juga dapat menginfeksi ginjal. Pada umumnya, kondisi ini tidak akan menunjukkan gejala khusus. Namun dalam beberapa kondisi, penyakit ini akan menunjukkan beberapa gejala. Di antaranya adalah lemas, demam parah, sering buang air kecil, penurunan berat badan, sakit pinggang, dan penurunan nafsu makan.

  1. Tulang Belakang

Tulang belakang juga merupakan salah satu organ yang dapat terserang tuberkulosis. Biasanya penyakit ini menginfeksi tulang belakang pada daerah dada dan pinggang belakang. Kondisi ini diakibatkan oleh penyebaran bakteri tuberkulosis dari paru-paru ke tulang belakang dan sendi yang ada di tulang belakang, sehingga menyebabkan disfungsi sendi dan kerusakan pada tulang belakang.

Umumnya, pengidap tuberkulosis tulang belakang akan mengalami gejala seperti nyeri punggung yang sangat parah. Selain itu, pengidap juga mungkin akan menunjukkan beberapa gejala lainnya. Seperti demam, penurunan berat badan, posisi tubuh tegak dan kaku, keringat berlebihan pada malam hari, gangguan makan, bengkak pada tulang belakang, dan benjolan pada pangkal paha.

Baca juga: 4 Langkah Mencegah Tuberkulosis

Ingin mengetahui lebih lanjut mengenai masalah kesehatan? Kamu bisa menghubungi dokter tepercaya melalui aplikasi Halodoc. Dengan menggunakan aplikasi ini, kamu juga dapat bertanya pada dokter melalui Chat atau Voice/Video Call. Selain itu, kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan suplemen di Halodoc tanpa perlu keluar rumah. Pesanan akan sampai dalam waktu satu jam. Jadi, tunggu apa lagi? Ayo, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!