26 July 2018

Bukan Demam Biasa, Ibu Perlu Tahu tentang Flu Singapura

Flu singapura pada anak,flu singapura,flu

Halodoc, Jakarta - Dalam dunia kedokteran, flu Singapura biasa dikenal dengan hand, foot, and mouth disease (penyakit kaki, tangan, dan mulut). Sebenarnya, istilah flu Singapura kurang tepat, sebab dalam literatur dunia kedokteran tidak dikenal istilah tersebut. Lalu, kenapa disebut flu Singapura?

Sampai saat ini pun belum diketahui asal usulnya. Namun, mungkin saja hal ini disebabkan karena pada pertengahan September tahun 2000, penyakit tangan, kaki, mulut pernah merebak di Singapura hingga merepotkan pemerintah di sana. Yang perlu dipahami, flu Singapura bukanlah masalah kesehatan yang menyoal demam semata. Nah, berikut hal-hal mengenai flu Singapura pada anak yang mesti diketahui.

Baca juga: 5 Pertolongan Pertama pada Anak Demam

Disebabkan Oleh Virus

Kata ahli, kasus flu Singapura pada anak disebabkan oleh virus enterovirus 71 dan terkadang coxsackievirus A16. Virus ini biasa ditemukan dalam kotoran dan cairan tubuh di dalam hidung dan tenggorokan. Nah, virus ini bisa menyebar dari satu orang ke orang lain melalui kontak langsung dengan cairan tubuh (menghirup percikan air ludah, cairan hidung, tenggorokan pengidap) atau barang yang terkontaminasi oleh cairan tubuh pengidap.

Kata ahli, dari kedua virus di atas, flu Singapura yang disebabkan virus enterovirus 71 sering memerlukan perawatan karena keadaannya lebih berat. Bahkan, bisa menyebabkan komplikasi sampai meninggal dunia.

Gejala Flu Singapura

Gejala flu Singapura pada anak biasanya akan muncul seminggu setelah paparan. Namun, terkadang masa inkubasi virusnya juga bisa berlangsung selama 3-6 hari sebelum memunculkan gejala. Nah, berikut gejala flu Singapura menurut para ahli.

- Demam

- Batuk.

- Muncul sariwan yang terasa nyeri di bagian dalam pipi, lidah, gusi.

- Nafsu makan hilang.

- Sakit tenggorokan.

- Nyeri perut. 

- Timbul ruam merah yang terkadang melepuh dan berisi cairan pada telapak tangan, telapak kaki, dan bokong.

- Anak jadi rewel.

Baca juga: Jauh dari Timur Tengah, Kenali Flu Unta yang Mengincar

Ibu perlu tahu, mungkin saja masih ada gejala lainnya yang tidak tercantum di atas. Untuk memastikannya, sebaiknya ibu perlu berdiskusi dengan dokter bila anak mengalami beberapa gejala di atas.

Kata ahli, kebanyakan kasus flu Singapura pada anak diawali dengan munculnya demam. Lalu, setelah satu-dua hari barulah muncul sariawan atau luka di sekitar gusi, lidah, dan pipi bagian dalam. Nah, inilah yang membuat Si Kecil kesakitan saat makan, minum, atau menelan. Kemudian, pada dua hari setelahnya, biasanya akan timbul ruam di telapak tangan, kaki, dan bokong.

Siapa yang Lebih Rentan?

Namanya juga virus, bisa menular pada siapa saja dan kapan saja. Lalu, siapa sih yang lebih berisiko terserang flu Singapura? Bila berbicara faktor usia, kata ahli, flu Singapura lebih memengaruhi balita. Selain itu, balita atau orang dewasa yang memiliki kebersihan diri yang buruk juga rentan. Pasalnya, hal ini bisa memberi lebih banyak peluang bagi virus untuk menginfeksi tubuh.

Enggak cuma itu saja, balita atau orang lainnya yang sering berada di tempat umum juga rentan terhadap penyakit ini. Sebab flu Singapura merupakan penyakit menular, sehingga siapaun jika melakukan kontak dengan banyak orang dalam waktu lama, risiko terkena penyakit ini juga meningkat.

Baca juga: Cari Tahu 7 Cara Mudah Hindari Flu

Bagaimana Mencegahnya?

Pengidap flu Singapura dapat dengan mudah menularkan virus ke orang lain pada tujuh hari pertama. Bahkan, setelah gejala mereda, virus ini masih bisa bertahan dalam tubuh si penderita selama beberapa hari atau minggu, dan penyebarannya bisa melalui ludah atau tinja. Nah, untuk mengurangi penyebaran penyakit ini, setidaknya ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

- Ajari anak untuk menjaga kebersihan anggota tubuhnya sendiri. Ingat, anak-anak di bawah usia 10 tahun rentan terhadap flu Singapura.

- Bersihkanlah area yang kemungkinan besar terkontaminasi virus dengan air dan sabun. Misalnya, pakaian, meja, seprei, dan peralatan makan.

- Istirahatkan anak di rumah hingga kondisinya benar-benar pulih.

- Ajari anak agar tidak berbagi peralatan makan atau minum.

- Biasakan mencuci tangan sampai bersih, terutama setelah buang air besar, mengganti popok anak, menyiapkan makan, dan sebelum makan.

- Jangan mencium anak yang sedang mengidap flu Singapura agar tidak tertular.

Nah, bila anak memiliki beberapa gejala di atas, segeralah berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Ibu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!