24 April 2018

Bukan Hubungan Fisik, Ada 5 Tipe Selingkuh yang Harus Diketahui

Bukan Hubungan Fisik, Ada 5 Tipe Selingkuh yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta - Meski berakhir sama, selingkuh ternyata disebabkan karena banyak hal. Seorang asisten profesor dari Texas Tech University, Dana Weiser, Ph.D. menuturkan, perbedaan alasan terjadinya perselingkuhan adalah karena setiap orang memiliki pandangan tersendiri akan arti dan nilai hubungan.

Apa pun tipe selingkuh yang telah dilakukan, biasanya disebabkan karena satu dari tiga hal berikut: kerahasiaan, keterlibatan emosional, atau unsur seksual. Bahkan, Esther Perel, Ph.D. menyebutkan dalam bukunya yang berjudul The State of Affairs: Rethinking Infidelity bahwa selingkuh kebanyakan terjadi bukan karena sebuah perilaku tertentu, melainkan lebih karena adanya tipu daya.

Tak semata disebabkan karena hubungan fisik, berikut tipe selingkuh yang dikemukakan oleh para pakar dalam hubungan asmara:

Adanya Hubungan yang Serius di Luar Hubungan Asmara Pribadi

Kamu dan pasanganmu tentu memiliki teman-teman atau kolega di luar lingkaran hubungan asmara kalian. Bukan tidak mungkin, ada satu orang yang terlihat lebih banyak menghabiskan waktu dengan pasanganmu. Hanya diawali perbincangan ringan saat bertemu, hingga berlanjut dengan obrolan yang lebih intens melalui media sosial, aplikasi chatting, hingga telepon.

Inilah yang membuat hubungan asmara kamu mulai merenggang. Kamu dan pasangan akan mulai sering bertengkar, dan tak bukan tidak mungkin hubungan kamu terancam bubar. Oleh karena itu, sebaiknya bicarakan pada pasangan apa yang kamu rasakan, termasuk jika kamu merasakan adanya kehadiran orang ketiga.

Baca juga: Penjelasan Mengapa Selingkuh Jadi Penyakit yang Susah Sembuh

Munculnya Perasaan pada Orang Lain yang Bukan Pasangan

Tipe selingkuh berikutnya adalah munculnya perasaan pada orang lain yang jelas-jelas bukan pasangan kamu. Terjadinya perselingkuhan ini bisa disebabkan karena faktor emosional, seperti rasa sayang yang sama besarnya dengan perasaan kepada pasangan.

Memang, tidak ada salahnya sayang atau peduli pada orang lain saat sudah menjalin hubungan asmara dengan pasangan. Kesalahan terjadi saat hubungan lain yang djalani ini sudah melebihi batasan, seperti tak lagi menghargai keberadaan pasangan. Saat kamu atau pasangan sudah memiliki perasaan khusus kepada orang lain di belakang, itulah awal terjadinya perselingkuhan. Kamu atau pasangan butuh komitmen yang teguh untuk menahan diri dan bersikap bijak pada situasi ini.

Merahasiakan Finasial

Selingkuh seringkali terjadi karena masalah kerahasiaan, terutama merahasiakan masalah keuangan. Misalnya, kamu dan pasangan kamu sedang menabung bersama untuk keperluan pernikahan. Namun, tanpa kesepakatan, salah satu dari kalian menggunakan sebagian uang tersebut untuk berbelanja. Sederhana memang, tetapi secara tak langsung kamu sudah melakukan perselingkuhan.

Menyembunyikan Aktivitas yang Dilakukan di Media Sosial

Belakangan ini, kasus perselingkuhan yang berasal dari aktivitas media sosial sangat marak terjadi. Kamu dan pasangan memang memiliki kata kunci untuk media sosial masing-masing. Sah-sah saja bila kalian tidak ingin membagikan kata kuncinya kepada pasangan. Namun, lain cerita bila kamu atau pasangan menyimpan rahasia akan aktivitas kalian di media sosial, apalagi sampai berbohong. Ini bisa menjadi situasi yang perlu diwaspadai.

Kasus terkait privasi lainnya adalah saat pasangan tidak mengijinkan kamu untuk menyentuh ponselnya sama sekali. Bisa saja pasangan kamu sedang ingin menyimpan sesuatu darimu. Namun bukan berarti sikap ini selalu berarti bahwa pasangan kamu sedang selingkuh. Karena bisa jadi, ia sedang memiliki masalah yang dan ia belum siap untuk menceritakannya padamu. Kamu perlu tahu mengapa ia melarangmu. Namun ingat, tanyakan dengan tenang dan tetap hargai privasinya.

Terobsesi pada Orang Lain

Memikirkan orang lain, meskipun sedang menjalin hubungan adalah hal yang normal. Namun, ini menjadi salah satu tipe selingkuh jika timbul obsesi terhadap orang lain hingga pasangan terabaikan. Ini juga bisa menjadi masalah ketika kamu atau pasangan jujur dan menceritakan tentang obsesi ini. Pastinya, kamu atau pasangan tidak ingin pasangan merasa diabaikan, bukan? Intinya, jika timbul obsesi terhadap orang lain, sebaiknya simpan di pikiran saja hingga obsesi tersebut hilang.

Argumen seputar perselingkuhan memang rentan memicu pertengkatan dalam hubungan. Oleh karena itu, bangunlah rasa saling percaya agar terhindar dari perselingkuhan.

Baca juga: Hati-Hati, Selingkuh Bisa Jadi Penyebab Stres

 

Punya keluhan medis dan ingin berdiskusi dengan dokter? Kamu bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.