• Home
  • /
  • Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Halodoc, Jakarta - Sebagai perempuan, kamu mungkin panik ketika menemukan adanya benjolan di payudara. Sebaiknya kamu jangan langsung panik berlebihan, karena kondisi ini tidak selalu menjadi pertanda kanker payudara. Benjolan pada payudara bisa juga berupa tumor jinak yang umumnya tidak berbahaya.  Benjolan payudara juga dapat berupa pembengkakan lokal atau tonjolan yang terasa berbeda dari jaringan payudara di sekitarnya atau pada payudara satunya.

Ada beberapa alasan mengapa benjolan payudara berkembang. Penyebabnya termasuk infeksi, trauma, fibroadenoma, kista, nekrosis lemak, atau payudara fibrokistik. Benjolan payudara nyatanya bisa terjadi pada pria dan wanita, tetapi kondisi ini jauh lebih umum dialami wanita. Penting untuk segera memeriksakan diri ke rumah sakit apabila kamu menemukan gejala benjolan pada payudara yang disertai gejala lain yang dapat mengganggu aktivitas.

Baca juga: Ketahui 8 Penyebab Nyeri Payudara Selain Kanker

Penyebab Benjolan pada Payudara

Benjolan pada payudara tidak melulu akibat kanker. Enggak percaya? Dilansir dari National Health Services UK, wanita harus waspada jika benjolan payudara muncul bersamaan dengan munculnya benjolan di ketiak atau ketika ada perubahan lain yang tidak biasa pada payudara.

Kondisi ini juga termasuk gejala seperti puting yang berputar ke dalam, kulit berlesung atau keluarnya cairan puting yang disertai darah. Kamu bisa membuat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk segera mendapat penanganan. Jika bukan kanker, maka hal ini dapat menyebabkan benjolan pada payudara, antara lain: 

  • Kelainan Fibrokistik

Sebagian besar benjolan pada payudara terjadi akibat fibrosis atau kista, yang merupakan perubahan abnormal pada jaringan payudara dan tidak bersifat ganas. Perubahan ini biasanya disebut perubahan payudara fibrokistik. Kondisi ini terdeteksi karena benjolan pada payudara, rasa sakit, atau bahkan bengkak pada payudara. Saat mengalami menstruasi, gejala-gejala ini bisa semakin memburuk. 

Akibat kondisi ini, benjolan yang terasa bisa lebih dari satu, dan terkadang dari puting keluar sedikit cairan berwarna keruh. Keadaan ini umum dialami oleh wanita usia produktif dan bisa terjadi di salah satu payudara atau keduanya.

Baca juga: Benjolan pada Payudara, Perlukah Dioperasi?

  • Fibrosis

Benjolan ini memiliki jaringan yang hampir mirip dengan jaringan luka. Apabila diraba, fibrosis pada payudara terasa kenyal, padat, dan keras. Namun, kamu tidak perlu khawatir. Kelainan ini tidak menyebabkan atau berkembang menjadi kanker payudara.

  • Kista

Benjolan di payudara akibat kista umumnya adalah kantung yang berisi cairan. Adanya kista biasanya akan terdeteksi ketika ukurannya sudah membesar atau disebut (kista makro), yang mana ukurannya bisa mencapai 2,5-5 sentimeter. Pada tahap ini, maka benjolan di payudara sudah bisa dirasakan jika diraba. 

Sama halnya dengan kelainan fibrokistik, kista juga bisa membesar dan menjadi lunak saat mendekati masa menstruasi. Benjolan kista payudara biasanya berbentuk bulat atau lonjong, dan mudah digerakkan atau berpindah-pindah ketika disentuh. Meski begitu, benjolan kista dan benjolan solid lainnya akan susah dibedakan. Oleh karena itu, pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan diagnosis yang akurat. 

  • Fibroadenoma

Inilah salah satu jenis tumor jinak yang paling sering dialami perempuan. Ciri-ciri benjolan ini adalah bisa digerakkan atau berpindah-pindah tempat. Apabila ditekan, benjolan pun akan terasa padat atau solid, berbentuk bulat atau oval dan kenyal. Tidak seperti kondisi yang lain, benjolan yang terjadi akibat kondisi ini tidak menimbulkan rasa sakit ketika ditekan.

Fibroadenoma pun bisa dialami oleh perempuan berusia 20-30 tahun. Selain itu, benjolan fibroadenoma cenderung memerlukan waktu lama untuk bertambah besar. Namun, bukan tidak mungkin ukurannya menjadi sangat besar. Fibroadenoma tidak berkembang menjadi kanker, dan sama seperti fibrosis serta kista.

Baca juga: Fibroadenoma Sebabkan Tumor pada Payudara, Bisakah Dialami Pria?

  • Intraductal Papilloma

Tumor jinak ini juga tidak berpotensi kanker dan keberadaannya terbentuk pada kelenjar susu. Biasanya, intraductal papilloma bisa diraba berupa satu benjolan cukup besar yang terletak dekat dengan puting, atau bisa juga berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting.

Ukuran dari benjolan tumor ini sekitar antara 1-2 sentimeter. Tumor ini terbentuk dari kelenjar, sel fibrosis, dan pembuluh darah. Kondisi ini sering terjadi pada mereka yang berusia 35 hingga 55 tahun. Jika intraductal papilloma terdiri hanya dari satu benjolan saja dan berada dekat dengan puting, maka kondisi ini bukan faktor risiko peningkatan kanker payudara.

Bukan kanker, itulah beberapa kondisi yang dapat menyebabkan benjolan pada payudara. Ingat, jangan tunda waktu untuk memeriksakan payudara secara rutin pada dokter.

Referensi:
NHS UK. Diakses pada 2019. Breast Lumps.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Breast Lump: Early Evaluation is Essential.
Medical News Today. Diakses pada 2019. What are Breast Lumps?