Bukan Kanker, Ini 5 Benjolan pada Payudara yang Harus Diketahui

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
benjolan pada payudara, tumor jinak

Halodoc, Jakarta - Sebagai perempuan, kamu tentu panik saat menemukan adanya benjolan di payudara. Namun, kamu jangan khawatir dulu, ketahuilah bahwa tidak semua benjolan di payudara berarti gejala kanker payudara. Beberapa benjolan pada payudara bisa juga berupa tumor jinak yang cenderung tidak berbahaya. Selain kanker, terdapat kemungkinan jenis lain dari benjolan pada payudara, berikut jenisnya:

  1. Kelainan Fibrokistik

Sebagian besar benjolan pada payudara merupakan fibrosis atau kista, yang merupakan perubahan abnormal pada jaringan payudara dan tidak bersifat ganas atau non-kanker. Perubahan ini biasanya disebut perubahan payudara fibrokistik. Biasanya, kondisi ini terdeteksi karena adanya benjolan pada payudara, rasa sakit, atau bahkan bengkak pada payudara. Gejala-gejala ini akan semakin memburuk seiring dengan dimulainya periode menstruasi.

Baca juga: Ketahui 8 Penyebab Nyeri Payudara Selain Kanker

Benjolan yang terasa di payudara mungkin lebih dari satu, dan terkadang dari puting akan keluar sedikit cairan berwarna keruh. Keadaan ini cenderung umum dialami oleh wanita usia produktif dan bisa terjadi di salah satu payudara atau keduanya.

  1.  Fibrosis

Benjolan ini memiliki jaringan yang hampir mirip dengan jaringan luka. Apabila diraba, fibrosis pada payudara akan terasa kenyal, padat, dan keras. Kamu tidak perlu khawatir, kelainan ini tidak akan menyebabkan atau berkembang menjadi kanker payudara.

  1. Kista

Benjolan di payudara berjenis kista merupakan kantung yang berisi cairan. Adanya kista biasanya akan terdeteksi ketika ukurannya sudah membesar atau disebut (kista makro) di mana ukurannya mencapai 2,5-5 sentimeter. Pada tahap ini, kamu sudah bisa merasakan adanya benjolan pada payudara.

Baca juga: Kenali Perbedaan Benjolan di Payudara

Kista akan membesar dan menjadi lunak ketika mendekati masa menstruasi. Benjolan kista payudara biasanya berbentuk bulat atau lonjong, dan mudah digerakkan atau berpindah-pindah ketika disentuh, seperti menyentuh kelereng. Meski begitu, benjolan kista dan benjolan solid lainnya akan susah dibedakan. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mendapatkan data yang akurat apakah benjolan benar-benar kista. Sama seperti fibrosis, kista juga tidak meningkatkan risiko kamu terhadap kanker payudara.

  1. Fibroadenoma

Inilah salah satu jenis tumor jinak yang paling sering dialami perempuan. Ciri-ciri benjolan ini adalah bisa digerakkan atau berpindah-pindah tempat. Jika ditekan, benjolan akan terasa padat atau solid, berbentuk bulat atau oval dan kenyal. Benjolan payudara ini tidak menimbulkan rasa sakit ketika ditekan.

Fibroadenoma dapat dialami oleh perempuan berusia 20-30 tahun. Ras Afrika-Amerika cenderung memiliki risiko lebih tinggi mengalami fibroadenoma di kemudian hari. Selain itu, benjolan fibroadenoma cenderung memerlukan waktu lama untuk bertambah besar. Namun, bukan tidak mungkin ukurannya akan menjadi sangat besar (atau disebut dengan giant fibroadenoma). Fibroadenoma tidak akan berkembang menjadi kanker, dan sama seperti fibrosis serta kista.

Baca juga: Benjolan di Payudara Tak Melulu Berarti Kanker

  1. Intraductal Papilloma

Tumor jinak ini juga tidak berpotensi kanker, keberadaannya terbentuk pada kelenjar susu. Biasanya, intraductal papilloma teraba berupa satu benjolan cukup besar yang terletak dekat dengan puting, atau bisa juga berbentuk beberapa benjolan kecil yang terletak jauh dari puting. Ukuran dari benjolan tumor ini sekitar antara 1-2 sentimeter, bisa lebih besar atau bahkan lebih kecil tergantung dari dimana benjolan tersebut tumbuh. Terbentuk dari kelenjar, sel fibrous, dan pembuluh darah, intraductal papilloma lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 35 hingga 55 tahun. Jika intraductal papilloma terdiri hanya dari satu benjolan saja dan berada dekat dengan puting, kondisi ini biasanya bukan faktor risiko peningkatan kanker payudara.

Jika kamu menemukan adanya benjolan di payudara kamu, sebaiknya segera lakukan tanya jawab pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mengetahui jenis apakah dari benjolan payudara tersebut. Diskusi dengan dokter di Halodoc dapat dilakukan via Chat atau Voice/Video Call kapan dan di mana saja. Saran dokter dapat kamu terima dengan praktis dengan download aplikasi Halodoc di Google Play atau App Store sekarang juga!