Bukan Mau Kurus, Ini 7 Penyebab Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai

Bukan Mau Kurus, Ini 7 Penyebab Gangguan Makan yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Gangguan makan adalah kelainan yang terjadi pada pola makan seseorang yang disebabkan oleh beberapa hal. Ada beberapa jenis gangguan makan yang bisa ditemui seperti anorexia dan bulimia. Anorexia adalah kelainan yang membuat seseorang mempunyai obsesi untuk memiliki berat badan yang sangat kecil. Pengidap anorexia bahkan rela merasakan kelaparan atau melakukan olahraga secara berlebihan.

Baca juga: Benarkah Metode Clean Eating Baik untuk Mengatasi Eating Disorder?

Sedangkan bulimia adalah gangguan makan yang hampir mirip dengan anorexia. Kelainan ini membuat seseorang memuntahkan setiap makanan yang telah dikonsumsi agar berat badannya tetap stabil. Ada beberapa penyebab yang membuat seseorang mengalami gangguan makan, seperti:

1. Faktor Genetik

Menurut beberapa penelitian, gangguan makan bisa dipengaruhi oleh faktor genetik. Jika seseorang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan makan, maka kemungkinan ia juga berpeluang mengalami gangguan makan lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan gangguan makan.

2. Faktor Biologi

Ternyata faktor biologi seperti hormon, zat kimia otak, kurangnya energi atau gizi menyebabkan seseorang mengalami gangguan makan. Ada penelitian yang menemukan perbedaan jumlah zat kimia otak pada pengidap gangguan makan dan pada orang normal. Hormon ovarium pada wanita juga meningkatkan risiko gangguan makan sehingga kadar hormon ovarium perlu dijaga kestabilan jumlahnya.

3. Perfeksionis

Orang yang memiliki sifat terlalu perfeksionis berpotensi memiliki gangguan makan. Terkadang orang yang memiliki sifat perfeksionis selalu berorientasi pada dirinya sendiri agar terlihat sempurna, sehingga berisiko mengalami gangguan makan.

4. Mengalami Gangguan Kecemasan

Sebagian besar orang yang mengalami gangguan makan sudah mengalami gangguan kecemasan terlebih dahulu. Ada tanda-tanda gangguan kecemasan yang berubah menjadi gangguan makan seperti kecemasan sosial, kecemasan umum, dan gangguan obsessive compulsive.

Baca juga: Punya Kecemasan Sosial? Coba Siasati dengan Ini

5. Pencitraan Tentang Masalah Berat Badan

Pencitraan berat badan yang selalu tergambar dengan kurus dan langsing nyatanya membuat stigma berat badan pada orang. Hal ini membuat seseorang tidak puas pada bentuk tubuhnya sendiri yang bisa menyebabkan gangguan makan pada seseorang. Padahal, bentuk tubuh seseorang tidak dapat disamakan semuanya

6. Mengalami Ejekan atau Bullying

Sebaiknya hindari mengomentari bentuk tubuh seseorang atau body shaming. Kondisi ini dapat meningkatkan seseorang mengalami gangguan makan. Ejekan mengenai berat badan memengaruhi perkembangan seseorang dalam hal gangguan makan. Body shaming bisa menjadi awal dari gangguan makan yang dialami seseorang.

7. Tuntutan Profesi atau Pekerjaan

Profesi atau karir yang menuntut seseorang memiliki berat badan yang ideal juga bisa menjadi pemicu seseorang mengalami gangguan makan. Sebuah profesi atau pekerjaan yang menuntut seseorang memiliki berat badan yang ideal pastinya melakukan diet dengan ketat untuk memenuhi kebutuhan pekerjaannya.

Sebaiknya lakukan cara yang sehat ketika kamu memiliki keinginan untuk memiliki berat badan yang ideal. Banyak olahraga ringan yang nyatanya juga bisa membantu kamu untuk menurunkan berat badan.

Tidak hanya olahraga, kamu juga bisa melakukan pola makan yang sehat agar kamu bisa memiliki berat badan yang ideal dan tentunya tubuh yang sehat. Jika kamu memiliki keluhan terhadap berat badan, kamu bisa diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play!

Baca juga: Cara Mengobati Binge Eating Disorder