Buasir Bikin Tak Nyaman? Ini Solusi Praktisnya!

Buasir, atau yang juga dikenal sebagai ambeien dan wasir, adalah kondisi kesehatan umum yang melibatkan pembengkakan pembuluh darah di area rektum atau anus. Kondisi ini dapat terjadi di dalam rektum (internal) maupun di luar rektum (eksternal), menimbulkan ketidaknyamanan yang signifikan. Mengenali penyebab, gejala, serta langkah penanganan dan pencegahan buasir penting untuk menjaga kesehatan pencernaan.
Definisi Buasir
Buasir adalah pembengkakan pada vena di rektum atau anus. Pembengkakan ini terjadi ketika pembuluh darah di area tersebut meradang dan membesar.
Kondisi ini sangat umum dan dapat dialami oleh siapa saja, meskipun risikonya meningkat seiring bertambahnya usia.
Jenis-jenis Buasir
Buasir diklasifikasikan berdasarkan lokasinya, yaitu internal atau eksternal.
Buasir Internal
Buasir internal berkembang di dalam rektum. Umumnya tidak terlihat atau terasa, dan seringkali tidak menyebabkan nyeri karena area tersebut memiliki sedikit saraf nyeri.
Namun, buasir internal dapat menyebabkan pendarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar.
Buasir Eksternal
Buasir eksternal terletak di bawah kulit di sekitar anus. Jenis ini lebih mudah terlihat dan dirasakan sebagai benjolan kecil di luar anus.
Buasir eksternal cenderung lebih menyakitkan karena area di sekitarnya memiliki banyak saraf.
Gejala Buasir
Gejala buasir bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum yang dapat dialami penderita meliputi:
- Pendarahan tanpa rasa sakit saat buang air besar, dengan darah merah terang yang terlihat di tinja, tisu toilet, atau mangkuk toilet.
- Gatal atau iritasi di area anus.
- Nyeri atau ketidaknyamanan, terutama saat duduk atau buang air besar.
- Pembengkakan atau benjolan di sekitar anus.
- Rasa nyeri di sekitar anus, terutama saat buasir eksternal mengalami trombosis (pembentukan bekuan darah).
- Keluarnya lendir dari anus.
Penyebab Buasir
Penyebab utama buasir adalah peningkatan tekanan pada pembuluh darah di area rektum dan anus. Beberapa faktor yang dapat memicu kondisi ini antara lain:
- Mengejan saat Buang Air Besar. Mengejan terlalu keras atau terlalu lama saat buang air besar, seringkali karena sembelit atau diare kronis, adalah penyebab paling umum.
- Duduk Terlalu Lama. Terlalu lama duduk, terutama di toilet, dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di anus.
- Kehamilan. Peningkatan tekanan di perut akibat rahim yang membesar, serta perubahan hormon yang melemaskan dinding pembuluh darah, dapat menyebabkan buasir pada wanita hamil.
- Mengangkat Beban Berat. Aktivitas mengangkat beban berat secara berulang dapat meningkatkan tekanan intra-abdomen, yang kemudian menekan pembuluh darah di rektum.
- Obesitas. Kelebihan berat badan dapat memberikan tekanan ekstra pada panggul dan area rektum.
- Kurangnya Asupan Serat. Diet rendah serat menyebabkan tinja menjadi keras dan sulit dikeluarkan, memicu mengejan.
- Faktor Usia. Seiring bertambahnya usia, jaringan yang menopang pembuluh darah di rektum dan anus dapat melemah dan meregang.
- Riwayat Keluarga. Adanya riwayat buasir dalam keluarga dapat meningkatkan risiko seseorang.
Diagnosis Buasir
Diagnosis buasir biasanya dilakukan oleh dokter melalui pemeriksaan fisik. Dokter akan melakukan inspeksi visual area anus dan mungkin melakukan pemeriksaan dubur digital untuk merasakan adanya benjolan.
Untuk buasir internal, pemeriksaan lebih lanjut seperti anuskopi, sigmoidoskopi, atau kolonoskopi mungkin diperlukan.
Pengobatan Buasir
Pengobatan buasir bervariasi tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Beberapa metode pengobatan meliputi:
Perawatan Mandiri
- Peningkatan Asupan Serat. Konsumsi makanan kaya serat seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh.
- Cairan yang Cukup. Minum banyak air untuk melunakkan tinja.
- Kompres Dingin. Mengompres area yang bengkak dengan es dapat meredakan nyeri dan bengkak.
- Rendam Air Hangat (Sitz Bath). Merendam area anus dalam air hangat dapat membantu meredakan rasa sakit dan gatal.
- Obat Bebas. Krim, salep, atau supositoria yang mengandung hidrokortison atau witch hazel dapat meredakan gatal dan nyeri.
Prosedur Medis
- Ligasi Pita Karet. Menempatkan pita karet kecil di sekitar dasar buasir internal untuk memutus suplai darahnya, sehingga buasir mengering dan jatuh.
- Skleroterapi. Suntikan cairan ke dalam buasir internal untuk mengecilkannya.
- Koagulasi Inframerah. Menggunakan cahaya inframerah untuk membakar jaringan buasir internal.
- Hemoroidektomi. Prosedur bedah untuk mengangkat buasir yang besar atau tidak merespons pengobatan lain.
Pencegahan Buasir
Pencegahan buasir berpusat pada menjaga tinja tetap lunak sehingga mudah dikeluarkan dan mengurangi tekanan pada anus. Beberapa langkah pencegahan yang efektif adalah:
- Konsumsi diet tinggi serat secara teratur.
- Minum air yang cukup setiap hari.
- Jangan menunda buang air besar saat ada dorongan.
- Hindari mengejan berlebihan saat buang air besar.
- Batasi waktu duduk di toilet.
- Berolahraga secara teratur untuk mencegah sembelit dan mengurangi tekanan pada pembuluh darah.
- Pertahankan berat badan yang sehat.
Kapan Harus Segera ke Dokter?
Meskipun buasir seringkali dapat diobati di rumah, ada beberapa situasi di mana konsultasi medis diperlukan. Segera cari pertolongan medis jika:
- Mengalami pendarahan rektum yang berlebihan atau tidak berhenti.
- Nyeri hebat atau tidak tertahankan.
- Buasir yang prolaps (keluar) dan tidak dapat dimasukkan kembali.
- Perubahan signifikan pada pola buang air besar atau warna tinja.
- Gejala buasir tidak membaik setelah beberapa hari melakukan perawatan mandiri.
Kesimpulan
Buasir adalah kondisi umum yang dapat menyebabkan ketidaknyamanan, tetapi seringkali dapat diatasi dengan perubahan gaya hidup dan perawatan mandiri. Mengadopsi pola makan tinggi serat, minum cukup air, dan menghindari mengejan adalah kunci pencegahan dan penanganan awal.
Untuk diagnosis yang akurat dan rencana perawatan yang tepat, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter. Melalui aplikasi Halodoc, dapat dengan mudah terhubung dengan dokter ahli untuk mendapatkan saran medis yang sesuai dengan kondisi.



