• Home
  • /
  • Cara Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Anak Remaja

Cara Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Anak Remaja

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Cara Edukasi Kesehatan Reproduksi pada Anak Remaja

Halodoc, Jakarta - Masa remaja merupakan tahap kehidupan yang paling kompleks, baik pada remaja itu sendiri maupun orangtua yang memiliki anak remaja. Pada masa remaja ini, anak cenderung mengambil tanggung jawab baru dan belajar untuk menjadi mandiri. Ini juga menjadi saat yang tepat bagi remaja agar lebih bertanggung jawab atas kesehatan reproduksinya. 

Pada dasarnya, pengetahuan kesehatan reproduksi harus dimiliki oleh para remaja. Tidak hanya bagaimana menjaga kesehatan dan fungsi organ reproduksi, tapi juga untuk menghindari remaja melakukan hal-hal yang menyimpang. Untuk itulah perlu informasi yang benar dan tepat dalam membahas dan mengedukasi organ ini. 

Baca juga: Sibuk Liburan, Ini 5 Bahaya Tidak Rutin Ganti Celana Dalam

Hal yang Perlu Diedukasi Mengenai Reproduksi Remaja

Orangtua perlu memiliki pengetahuan yang tepat terhadap proses reproduksi dan bagaimana menjaga kesehatannya pada remaja. Dengan begitu, remaja diharapkan mampu bertanggung jawab pada tubuhnya sendiri. Khususnya tentang proses reproduksi, sehingga ia dapat berpikir sebelum melakukan hal yang merugikan dirinya sendiri. 

Perlu orangtua ketahui bahwa pengetahuan mengenai reproduksi tidak hanya untuk remaja putri saja. Anak laki-laki pun harus mengetahui dan mengerti bagaimana hidup dengan reproduksi yang sehat. Kesalahan pergaulan pada akhirnya dapat memberi dampak yang merugikan remaja laki-laki juga. Jadi, bagaimana mengedukasi yang perlu diketahui tentang reproduksi pada remaja?

1. Jelaskan Sistem, Proses, dan Fungsi Reproduksi

Kenalkan tentang sistem, proses, dan fungsi alat reproduksi. Cobalah untuk memberikan informasi yang sesuai dengan kesiapan dan usia anak. Sebaiknya hindari penggunaan istilah-istilah yang belum dimengerti anak, karena dikhawatirkan maknanya menjadi kabur. Selain itu, anak jadi tidak mengenal secara pasti masalah reproduksi. 

Baca juga: Cara Merawat Miss V Sesuai Usia

2. Kenalkan Risiko Penyakit Potensial

Kenalkan apa saja risiko penyakit yang mengintai. Topik ini sebaiknya sudah mulai dikenalkan dan disampaikan pada anak yang sudah remaja, apalagi yang beranjak dewasa. Jika remaja mengetahui apa saja risiko penyakit yang mungkin terjadi, tentu ia akan lebih berhati-hati dan lebih menjaga kesehatan reproduksinya. 

3. Jelaskan Tentang Kekerasan Seksual dan Cara Menghindarinya

Penting untuk remaja tahu mengenai hak-hak reproduksi yang dimilikinya. Di samping itu, remaja perlu mengetahui tentang kekerasan seksual yang mungkin terjadi, apa saja jenisnya, dan bagaimana cara mencegah agar tidak terjadi. 

Peran Orangtua dalam Mengedukasi Kesehatan Reproduksi pada Remaja

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), remaja adalah orang yang berusia 12 hingga 24 tahun. Masa ini merupakan transisi dari kanak-kanak menjadi dewasa. Artinya, proses pengenalan dan pengetahuan reproduksi seharusnya sudah dimulai pada masa ini. 

Reproduksi dapat diartikan sebagai proses kehidupan manusia dalam menghasilkan kembali keturunan. Hanya saja definisi ini terlalu umum, sehingga reproduksi dianggap hanya sebatas masalah seksual atau hubungan intim. Akibatnya, banyak orang tua yang merasa tidak nyaman atau canggung ketika membahas topik ini pada anak remajanya. Padahal, pada remaja kesehatan reproduksi meliputi sistem, fungsi, dan proses reproduksi. 

Baca juga: 3 Manfaat Madu untuk Kesehatan Reproduksi

Jika edukasi yang berkaitan dengan reproduksi kurang didapatkan remaja, situasi ini dapat memicu terjadinya peristiwa yang tidak diinginkan. Salah satu masalah yang sering terjadi akibat kurangnya sosialisasi dan edukasi tentang kesehatan reproduksi remaja adalah terjadinya penyakit seksual menular, kehamilan di usia muda, hingga aborsi yang berakibat pada hilangnya nyawa remaja. 

Peran orangtua sangat penting dalam mengedukasi kesehatan reproduksi ataupun seksual pada remaja. Terutama melihat hingga saat ini masih belum banyak orang yang peduli terhadap risiko-risiko yang dapat menyerang remaja “salah pergaulan” ini. Ancaman yang mengintai berupa HIV/AIDS, angka kematian ibu yang meningkat akibat melahirkan di usia muda, hingga kematian remaja perempuan karena nekat melakukan aborsi. 

Masih banyak informasi mengenai kesehatan reproduksi yang perlu diketahui orangtua yang memiliki anak remaja. Orangtua dapat menanyakannya pada dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan informasi yang lebih banyak. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Overcoming barriers to adolescent health education and services
Save The Children. Diakses pada 2020. Adolescent Sexual and Reproductive Health