Ad Placeholder Image

Cara Hilangkan Bruntusan Kepala Bayi: Dijamin Ampuh!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   12 Mei 2026

Bruntusan di Kepala Bayi? Ini Cara Ampuh Atasinya

Cara Hilangkan Bruntusan Kepala Bayi: Dijamin Ampuh!Cara Hilangkan Bruntusan Kepala Bayi: Dijamin Ampuh!

Cara Menghilangkan Bruntusan di Kepala Bayi: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Bruntusan atau bintik-bintik kecil kemerahan di kepala bayi adalah kondisi yang umum terjadi dan seringkali tidak berbahaya. Fenomena ini dapat menimbulkan kekhawatiran bagi orang tua baru. Mengenali penyebab dan cara penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kenyamanan dan kesehatan kulit kepala si kecil.

Apa Itu Bruntusan di Kepala Bayi?

Bruntusan di kepala bayi umumnya merujuk pada kondisi kulit yang ditandai dengan munculnya bintik-bintik kecil berwarna merah, terkadang disertai dengan sedikit benjolan atau tekstur kasar. Kondisi ini sering kali merupakan bentuk dari jerawat bayi (neonatal acne) atau iritasi ringan. Bruntusan dapat muncul di area wajah, leher, atau kulit kepala bayi.

Biasanya, bruntusan ini tidak menyebabkan gatal atau ketidaknyamanan signifikan pada bayi. Namun, jika jumlahnya banyak, meradang, atau disertai gejala lain, kondisi ini perlu diperhatikan lebih lanjut.

Penyebab Bruntusan pada Kepala Bayi

Beberapa faktor dapat memicu munculnya bruntusan di kulit kepala bayi. Memahami penyebabnya dapat membantu orang tua dalam mengambil langkah pencegahan dan penanganan yang tepat. Berikut adalah penyebab umum yang sering ditemukan:

  • Perubahan Hormon: Sisa hormon ibu yang masih ada dalam tubuh bayi setelah lahir dapat merangsang kelenjar minyak bayi. Peningkatan produksi minyak ini dapat menyumbat pori-pori dan menyebabkan munculnya jerawat bayi atau bruntusan.
  • Keringat Berlebih: Kulit kepala bayi yang terlalu sering tertutup topi atau kupluk dapat memerangkap panas dan keringat. Lingkungan yang lembap dan panas menjadi tempat ideal bagi bakteri atau jamur untuk berkembang, memicu iritasi dan bruntusan.
  • Iritasi Kulit: Penggunaan produk perawatan bayi yang tidak cocok, deterjen pakaian yang keras, atau kontak dengan kain kasar dapat mengiritasi kulit kepala bayi. Iritasi ini dapat termanifestasi sebagai bintik-bintik kemerahan.
  • Reaksi Alergi: Meskipun jarang, bruntusan bisa jadi merupakan tanda reaksi alergi terhadap makanan tertentu yang dikonsumsi ibu (jika bayi masih menyusu) atau produk yang diaplikasikan pada kulit bayi.
  • Cradle Cap (Dermatitis Seboroik): Kondisi ini ditandai dengan bercak kuning atau kecoklatan yang berminyak dan bersisik, namun terkadang juga disertai kemerahan dan bruntusan. Cradle cap adalah kondisi umum yang tidak berbahaya.

Cara Menghilangkan Bruntusan di Kepala Bayi Secara Aman

Penanganan bruntusan di kepala bayi umumnya berfokus pada menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan kulit kepala yang optimal. Langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi bruntusan dan mencegah kekambuhan:

  • Jaga Kebersihan Kulit Kepala: Keramas lembut menggunakan sabun khusus bayi dan air hangat sangat dianjurkan. Pilihlah sabun bayi yang hipoalergenik dan bebas pewangi untuk meminimalkan risiko iritasi. Lakukan keramas secara teratur, namun jangan terlalu sering hingga membuat kulit kering.
  • Hindari Menggosok Keras: Saat membersihkan kulit kepala bayi, gosoklah dengan sangat lembut menggunakan jari atau spons mandi bayi yang halus. Menggosok terlalu keras dapat memperparah iritasi dan bahkan melukai kulit sensitif bayi.
  • Keringkan dengan Lembut: Setelah keramas, keringkan kepala bayi dengan menepuk-nepuk perlahan menggunakan handuk bersih dan lembut. Pastikan kulit kepala benar-benar kering untuk menghindari kelembapan yang dapat memicu masalah kulit.
  • Hindari Topi atau Kupluk Berlebihan: Penggunaan topi atau kupluk yang terlalu sering atau terlalu tebal dapat memerangkap panas dan keringat. Biarkan kepala bayi terpapar udara secukupnya, terutama saat berada di dalam ruangan dengan suhu nyaman.
  • Gunakan Pakaian Lembut dan Menyerap Keringat: Pakaian bayi, termasuk yang bersentuhan dengan kepala, sebaiknya terbuat dari bahan lembut seperti katun yang menyerap keringat. Ini membantu menjaga suhu tubuh bayi tetap stabil dan mengurangi produksi keringat berlebih.
  • Jangan Memencet Bruntusan: Hindari keinginan untuk memencet atau menggaruk bruntusan. Tindakan ini dapat memperparah peradangan, menyebabkan infeksi, dan berpotensi meninggalkan bekas luka.

Pencegahan Bruntusan di Kepala Bayi

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa tindakan pencegahan dapat membantu menjaga kulit kepala bayi tetap sehat dan bebas bruntusan:

  • Pilih produk perawatan bayi yang lembut, hipoalergenik, dan bebas pewangi atau bahan kimia keras.
  • Pastikan sirkulasi udara di kamar bayi baik dan suhu ruangan nyaman, tidak terlalu panas atau lembap.
  • Ganti seprai dan selimut bayi secara teratur untuk menjaga kebersihannya.
  • Hindari penggunaan deterjen pakaian yang mengandung pewangi atau bahan kimia keras untuk mencuci pakaian bayi.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter Anak?

Meskipun bruntusan di kepala bayi seringkali dapat diatasi dengan perawatan rumahan, ada beberapa kondisi yang memerlukan perhatian medis profesional. Orang tua disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter anak jika:

  • Bruntusan tidak membaik atau justru semakin parah setelah beberapa hari perawatan di rumah.
  • Bintik-bintik terlihat meradang, bernanah, sangat merah, atau bengkak.
  • Bayi tampak tidak nyaman, rewel, atau menunjukkan tanda-tanda gatal yang parah.
  • Muncul gejala lain seperti demam, kurang nafsu makan, atau lesu.
  • Orang tua mencurigai adanya kondisi lain seperti infeksi jamur, alergi yang parah, atau cradle cap yang tidak kunjung membaik.

Kesimpulan

Bruntusan di kepala bayi merupakan kondisi umum yang seringkali dapat diatasi dengan perawatan kebersihan yang tepat dan lembut. Menjaga kulit kepala bayi tetap bersih, kering, dan bebas dari iritasi adalah kunci utama. Apabila bruntusan tidak kunjung membaik, semakin parah, atau disertai gejala lain yang mengkhawatirkan, segera konsultasikan kondisi bayi kepada dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang akurat. Dokter anak dapat memberikan saran terbaik dan menyingkirkan kemungkinan kondisi lain seperti cradle cap atau alergi. Untuk kemudahan dan kecepatan, manfaatkan layanan konsultasi dokter anak melalui aplikasi Halodoc.