• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Hindari Paparan Salmonella pada Makanan

Begini Cara Hindari Paparan Salmonella pada Makanan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Salmonella adalah jenis bakteri yang paling sering menjadi penyebab penyakit terkait makanan. Makanan yang sudah terpapar salmonella tidak memiliki gejala, sehingga kamu tidak bisa melihat, mencium, atau merasakannya.

Rajin mencuci tangan sehabis dari kamar mandi, mengganti popok, serta menjaga kebersihan hewan peliharaan adalah cara menghindari paparan salmonella. Informasi selengkapnya mengenai paparan salmonella dan pengaruhnya terhadap kesehatan bisa dibaca lebih detail di bawah ini!

Pentingnya Menjaga Kebersihan

Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Foodsafety.gov, cara menghindari paparan salmonella pada makanan adalah dengan jalan menghindari konsumsi makanan berisiko tinggi, termasuk telur mentah atau setengah matang, daging sapi atau unggas yang kurang matang, dan susu yang tidak dipasteurisasi.

Baca juga: Pengobatan Salmonellosis yang Bisa Dilakukan

Mencuci tangan setelah kontak dengan hewan, makanan, atau lingkungan tempat tinggal hewan adalah cara untuk terhindar dari paparan salmonella. Terkadang kebiasaan yang kurang disadari adalah saat berinteraksi dengan hewan, umumnya langsung makan padahal tangan belum dicuci bersih.

Menyadari kemungkinan paparan salmonella akibat interaksi dengan hewan dan meluputkan kebersihan diri, ada baiknya untuk kamu selalu mengingat mencuci tangan. Butuh informasi lebih lengkap mengenai paparan salmonella, tanyakan saja langsung di Halodoc

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Perlu diketahui kalau anak-anak, terutama mereka yang berusia di bawah 5 tahun, lebih mungkin mengalami salmonella daripada orang dewasa. Namun, orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah juga lebih mungkin terinfeksi. Faktor risiko lain termasuk:

Baca juga: Penyebab Utama Terjadinya Salmonellosis

  1. Berada di lingkungan dengan sanitasi buruk.

  2. Minum obat tertentu. Obat kanker atau steroid dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh Antasida juga menurunkan kadar asam di dalam perut yang membuatnya lebih mudah untuk salmonella bertahan hidup di sana. Antibiotik dapat membunuh bakteri "baik" di tubuh dan membuat infeksi lebih sulit untuk dilawan.

  3. Penyakit radang usus. Kondisi ini dapat merusak lapisan usus, sehingga salmonella lebih mudah menjangkit.

Bagaimana kamu tahu kalau sedang terjangkit salmonella? Sebagian besar tanda dan gejala infeksi salmonella berhubungan dengan lambung. Gejala-gejala tersebut termasuk:

  1. Kram di perut.

  2. Munculnya darah di feses.

  3. Diare.

  4. Badan terasa dingin dan menggigil.

  5. Demam.

  6. Sakit kepala.

  7. Sakit perut.

  8. Muntah.

Gejala cenderung terjadi 8 hingga 72 jam setelah infeksi. Sebagian besar gejala biasanya tidak bertahan lebih dari seminggu, tetapi mungkin perlu beberapa bulan untuk buang air besar kembali normal.

Beberapa orang yang mengalami infeksi salmonella juga mengalami nyeri pada persendian. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa bulan atau lebih lama yang dapat menyebabkan rasa sakit saat kencing yang disertai sensasi gatal dan menyengat, termasuk sakit mata.

Jika infeksi salmonella masuk ke dalam darah, kondisi ini dapat menginfeksi bagian lain dari tubuh, termasuk:

  1. Jaringan di sekitar otak dan sumsum tulang belakang.

  2. Lapisan katup jantung atau jantung.

  3. Tulang atau sumsum tulang.

  4. Lapisan pembuluh darah.

Untuk mengetahui apakah kamu memang terinfeksi salmonella, tes darah serta pengambilan sampel dari feses adalah cara yang dilakukan. Terkadang, bila diperlukan adakan dilakukan pengujian untuk mengetahui jenis bakteri yang kamu miliki. Ini dilakukan untuk membantu petugas kesehatan melacak sumber penyakit jika diindikasi ada wabah di daerah tempat tinggalmu.

Referensi:

WebMD. Diakses pada 2020. Salmonella.
Foodsafety.gov. Diakses pada 2020. Bacteria and Viruses.