• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah agar Anak Tidak Alami Sindrom Cinderella Complex
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Cara Mencegah agar Anak Tidak Alami Sindrom Cinderella Complex

Cara Mencegah agar Anak Tidak Alami Sindrom Cinderella Complex

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani : 17 September 2020
Cara Mencegah agar Anak Tidak Alami Sindrom Cinderella Complex

Halodoc, Jakarta – Sindrom Cinderella complex adalah suatu kondisi yang membudaya saat sejak kecil perempuan didorong untuk menjadi bergantung pada sosok laki-laki. Ketika laki-laki dididik untuk menjadi mandiri sejak kecil, perempuan ditanamkan keyakinan kalau suatu saat akan ada laki-laki yang datang untuk melengkapi hidupnya. 

Bagaimana sindrom cinderella complex ini memengaruhi psikologi dan tumbuh kembang anak perempuan? Mencegah anak agar tidak mengalami sindrom cinderella complex bukan berarti melarang anak membaca cerita dongeng. Hal yang perlu diwaspadai adalah membesarkan anak dengan menumbuhkan keyakinan dan harapan kalau kelak akan datang laki-laki yang menyempurnakan hidupnya.

Baca juga: Apa yang Terjadi Jika Mengidap Sindrom Cinderella Complex?

Tekanan Sosial dan Budaya

Sindrom cinderella complex dipelajari oleh peneliti Colette Dowling yang meluncurkan bukunya The Cinderella Complex: Women’s Hidden Fear of Independence. Dalam buku tersebut disebutkan bahwa ada keinginan bawah sadar perempuan untuk terus dilindungi dan keinginan untuk melepaskan kepentingan atau tujuan mereka sendiri. 

Ini bisa jadi karena tekanan sosial dan budaya. Kalau menurut Dowling, sindrom cinderella complex berasal dari ketakutan menjadi mandiri. Dalam kisah Cinderella, ibu peri mengubahnya menjadi seorang putri. Perubahan itu akhirnya membuka jalan buatnya untuk bertemu pangeran yang pada akhirnya membawa Cinderella pada “kebahagiaan”. 

Ada penekanan kalau perempuan dapat mendapatkan “pencerahan” setelah bertemu dengan laki-laki. Namun, apakah cerita seperti dongeng Cinderella selamanya akan berakhir bahagia? Konsep dongeng Cinderella hanya menjadikan perempuan sebagai objek dan laki-laki adalah orang yang bertanggung jawab secara sosial dan ekonomi. Sementara perempuan? Tinggal di rumah untuk membersihkan dan menjaga anak-anak.

Disadari atau tidak, banyak orangtua yang membesarkan anak dengan pola seperti ini. Ketika orangtua menekankan anak perempuan untuk merawat diri supaya laki-laki tertarik, atau penekanan kalau seberapa tingginya sekolah pada akhirnya anak perempuan akan mengurus rumah juga, dan hal-hal berbau patriarki lainnya yang menjadi kultur masyarakat.

Membesarkan Anak Tanpa “Cinderella”

Ketika orangtua mengonsepkan idealnya kehidupan hanya terbatas pada pertemuan dengan lawan jenis dan mengabdikan diri pada relasi tersebut, pada akhirnya anak meninggalkan impiannya yang lain. Sindrom cinderella complex juga dapat membatasi anak pada harapan masa depannya.

Baca juga: Takut Menjadi Mandiri, Benarkah Sindrom Cinderella Complex?

Bagaimana cara mencegah anak tidak alami sindrom cinderella complex?

1. Sebagai orangtua yang memiliki anak perempuan, tanamkan di dalam diri anak-anak kalau dalam dirinya ada kekuatan, kemandirian, sebagai bekal persiapan menghadapi dunia. Tekankan pada anak pentingnya memiliki keahlian supaya bisa berdiri di kaki sendiri. Pentingnya menjadi mandiri, tidak bergantung pada orang lain, kelak ketika dia sudah menemukan pasangan menikah atau belum nantinya. 

2. Anak laki-laki juga penting mendapatkan pemahaman mengenai konsep relasi yang setara. Ajari mereka untuk membantu pekerjaan rumah tangga ataupun tugas-tugas yang dikaitkan dengan “feminitas”. Tidak ada pekerjaan yang “terlalu” perempuan ataupun “terlalu” laki-laki.

Baca juga: Enggak Seindah Dongeng, Hati-Hati Gejala Sindrom Cinderella Complex

3. Besarkan anak perempuan dan laki-laki sama rata. Selain itu, bantu mereka untuk mengembangkan mimpi dan cita-cita secara adil. Orangtua bisa menunjukkan keberimbangan relasi melalui hubungan dengan pasangan. Supaya anak-anak bisa punya gambaran relasi yang baik dan seimbang itu seperti apa. Untuk akhirnya mereka praktikkan setelah memiliki pasangan kelak. 

Kalau anak sakit dan punya masalah kesehatan, cari tahu penyebabnya di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor orangtua bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
Women’s Wellbeing and Mental Health. Diakses pada 2020. The Cinderella Complex
Exploring Your Mind. Diakses pada 2020. The Cinderella Complex