Cara Menentukan Suntik KB yang Paling Tepat

Cara Menentukan Suntik KB yang Paling Tepat

Halodoc, Jakarta - Salah satu cara untuk mengatur jarak kelahiran anak adalah penundaan kehamilan. Ini bisa dilakukan dengan menggunakan alat kontrasepsi yang tepat. Namun, tidak sembarang pakai, karena kamu harus mengetahui jenisnya dan menentukan mana yang sesuai dengan kondisi kesehatan, terutama yang berkaitan dengan organ reproduksi. 

Salah satu cara KB yang sering dipilih pasangan dalam menunda kehamilan adalah suntik KB. Alat kontrasepsi ini termasuk jenis hormonal, dengan kandungan hormon progesteron atau progestin yang sama dengan progesteron, hormon alami pada wanita. Tujuannya adalah menghentikan terjadinya ovulasi, sehingga kehamilan tidak terjadi meski kamu tetap melakukan hubungan intim dengan pasangan. 

Bagian tubuh yang disuntik juga tidak hanya pada satu tempat. Suntik KB bisa dilakukan di area paha, di bagian bawah perut, lengan bagian atas, dan pundak. Setelah proses penyuntikan dilakukan, kadar hormon kamu mengalami peningkatan dan menurun seiring waktu sampai suntik harus diulang. 

Baca juga: Alasan Berat Badan Setelah Pakai Kontrasepsi Hormonal

Jika kamu mempertimbangkan untuk melakukan suntik KB, ini pilihan yang tersedia untukmu:

Suntik KB 1 Bulan

Suntik KB ini dilakukan setiap bulan dengan tujuan untuk menunda hamil. Suntikan 1 bulan berisi kombinasi antara hormon estrogen dan progestin, dan disinyalir lebih rendah risikonya terkait dengan perdarahan tidak teratur, sehingga kamu bisa mendapatkan haid lebih teratur. Setelah suntikan berhenti, kamu bisa kembali subur dalam waktu tiga bulan. 

Meski begitu, suntik KB 1 bulan juga kadang terlupa, jadi pemberiannya menjadi kurang teratur. Bisa juga, jeda waktu yang terbilang cepat membuat kamu malas untuk melakukan suntik ulang setiap bulan. Suntikan KB berjangka 30 hari ini juga tidak melindungi tubuh dari gangguan kesehatan infeksi menular seksual dan berpengaruh terhadap suasana hati. Jika kamu punya riwayat atau sedang migrain, suntik tidak boleh dilakukan. 

Baca juga: Pasangan Muda, Perlu Tahu 3 Dampak Menunda Kehamilan

Suntik KB 3 Bulan

Pilihan berikutnya adalah suntik KB dengan jangka waktu 3 bulan yang hanya berisi hormon progestin. Area tubuh yang menerima suntikan ini adalah lengan bagian atas atau pantat. Bisa juga disuntikkan pada lapisan kulit paha bagian atas atau daerah perut. Cara kerjanya sederhana, yaitu melepas hormon progestin dalam pembuluh darah, sehingga kehamilan tidak terjadi. 

Selain mencegah ovulasi, progestin yang disuntikkan juga menebalkan cairan pada Miss V dan menipiskan dinding rahim, sehingga sperma tidak mencapai sel telur dan janin pun tidak bertumbuh. Dibandingkan dengan suntik KB 1 bulan, suntik 3 bulan relatif lebih aman untuk ibu yang sedang menyusui dan perempuan yang tidak bisa memakai alat kontrasepsi dengan kandungan estrogen. 

Pun, suntik KB 3 bulan membantu menurunkan risiko kanker rahim dan kanker ovarium. Jika penggunaannya ingin dihentikan, langsung saja berhenti. Jika ingin kembali berhubungan intim, kamu tidak perlu repot menghitungnya, karena jangka waktu efektivitasnya adalah antara 8 hingga 13 minggu bergantung pada jenisnya. 

Baca juga: Benarkah Menyusui Dapat Mencegah Kehamilan?

Meski begitu, suntik KB 3 bulan meningkatkan risiko meningkatnya berat badan, sakit kepala, perdarahan, nyeri pada payudara, hingga haid yang tidak teratur. Waktu kamu kembali subur terbilang lama, hingga 1 tahun setelah penggunaannya dihentikan. Tentu saja, penggunaannya tidak dianjurkan untuk wanita yang sedang hamil, ingin siklus haidnya tetap teratur, dan memiliki riwayat pembekuan darah, migrain, gangguan hati. 

Untuk itu, tanyakan dahulu pada dokter jenis kontrasepsi atau suntik KB jika kamu berencana menggunakannya untuk menunda kehamilan. Jika belum sempat bertemu, kamu bisa bertanya pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Caranya, download aplikasi Halodoc di ponsel kamu dan langsung pilih fitur Tanya Dokter.