Ad Placeholder Image

Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan: Pasti Lega!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   30 April 2026

Cara Atasi Susah BAB Setelah Melahirkan: Langsung Plong!

Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan: Pasti Lega!Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan: Pasti Lega!

Cara Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Mengalami susah buang air besar (BAB) atau sembelit setelah melahirkan adalah keluhan umum yang dialami banyak ibu baru. Kondisi ini seringkali menimbulkan rasa tidak nyaman dan kekhawatiran tambahan di tengah proses pemulihan pascapersalinan. Penting untuk memahami penyebab dan langkah-langkah efektif untuk mengatasi susah BAB setelah melahirkan agar proses pemulihan fisik berjalan optimal.

Apa Itu Susah BAB Setelah Melahirkan?

Susah BAB setelah melahirkan, atau konstipasi pascapersalinan, adalah kondisi ketika seorang ibu mengalami kesulitan mengeluarkan tinja. Karakteristiknya meliputi tinja yang keras, frekuensi BAB yang kurang dari tiga kali seminggu, atau rasa tidak tuntas setelah BAB. Kondisi ini bisa terjadi beberapa hari hingga minggu setelah persalinan, baik secara normal maupun operasi caesar.

Penyebab Umum Susah BAB Pascapersalinan

Beberapa faktor dapat berkontribusi pada munculnya konstipasi setelah melahirkan, antara lain:

  • Perubahan hormonal yang terjadi selama dan setelah kehamilan dapat memperlambat gerak usus.
  • Rasa nyeri pada area perineum akibat jahitan pasca persalinan normal atau sayatan operasi caesar dapat menyebabkan ibu enggan mengejan.
  • Efek samping dari obat pereda nyeri atau suplemen zat besi yang sering diresepkan setelah melahirkan.
  • Dehidrasi atau kurangnya asupan cairan.
  • Kurangnya serat dalam makanan.
  • Kelelahan dan stres yang dialami ibu baru.
  • Kurangnya aktivitas fisik.
  • Kecemasan atau kekhawatiran akan merobek jahitan saat mengejan.

Langkah Efektif Mengatasi Susah BAB Setelah Melahirkan

Untuk mengatasi susah BAB setelah melahirkan, beberapa perubahan gaya hidup dan kebiasaan dapat dilakukan:

Perubahan Pola Makan dan Minum

  • Tingkatkan Asupan Serat Tinggi: Konsumsi buah-buahan seperti pepaya, apel, pir, dan plum yang kaya serat. Tambahkan sayuran hijau, kacang-kacangan, dan biji-bijian utuh dalam menu harian. Serat membantu melunakkan tinja dan memperlancar pergerakan usus.
  • Minum Banyak Air Putih: Pastikan untuk mengonsumsi 8-10 gelas air putih setiap hari. Cairan yang cukup sangat penting untuk menjaga tinja tetap lunak dan mudah dikeluarkan. Minuman hangat seperti teh herbal tanpa kafein juga dapat membantu merangsang pergerakan usus.

Gaya Hidup Aktif Ringan

Meskipun sedang dalam masa pemulihan, usahakan untuk tetap bergerak ringan. Jalan kaki singkat di sekitar rumah atau melakukan senam nifas yang diizinkan oleh dokter dapat membantu melancarkan pencernaan dan merangsang pergerakan usus.

Hindari Menunda BAB

Segera BAB begitu ada dorongan. Menunda BAB dapat membuat tinja menjadi lebih keras dan semakin sulit dikeluarkan.

Posisi BAB yang Tepat

Coba gunakan posisi BAB dengan lutut lebih tinggi dari pinggul. Ini dapat dicapai dengan menempatkan bangku kecil di bawah kaki saat duduk di toilet. Posisi ini membantu meluruskan rektum dan mempermudah proses pengeluaran tinja.

Kelola Stres

Stres dapat memengaruhi sistem pencernaan. Lakukan teknik relaksasi seperti pernapasan dalam, mendengarkan musik menenangkan, atau meminta bantuan pasangan/keluarga untuk merawat bayi agar memiliki waktu istirahat yang cukup.

Kapan Harus Konsultasi Dokter?

Jika susah BAB tidak membaik setelah melakukan perubahan gaya hidup, atau jika disertai gejala lain seperti nyeri perut hebat, pendarahan dari anus, demam, atau tinja sangat keras dan sulit dikeluarkan, segera konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan pelunak tinja atau obat lain yang aman untuk ibu menyusui, jika diperlukan.

Kesimpulan

Mengatasi susah BAB setelah melahirkan memerlukan kombinasi dari perubahan pola makan, hidrasi yang cukup, aktivitas fisik ringan, dan pengelolaan stres. Kesabaran dan konsistensi dalam menerapkan kebiasaan sehat sangat penting untuk pemulihan pencernaan pascapersalinan. Apabila keluhan tidak membaik atau disertai gejala mengkhawatirkan, disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.