13 November 2017

Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

Cara Mengetahui Tingkat Kesuburan Wanita

Halodoc, Jakarta – Cepat memiliki momongan adalah harapan hampir semua pasangan setelah menikah. Agar dapat memiliki keturunan, baik si pria maupun si wanita harus dipastikan subur.  Namun, kenyataannya wanita sering menjadi pihak yang disalahkan jika belum mendapat keturunan. Padahal pada kasus kemandulan, wanita hanya berperan sebanyak 40%, sedangkan 40%nya lagi disebabkan oleh pria, dan 20% sisanya karena masalah komplikasi dari keduanya. Berikut adalah cara bagi para wanita untuk dapat mengetahui tingkat kesuburannya.

Ciri-ciri Seorang Wanita yang Subur

Tanpa bantuan dokter, para wanita bisa mengetahui sendiri subur atau tidak dirinya dengan memperhatikan ciri-ciri berikut.

1. Memiliki Siklus Menstruasi yang Normal dan Teratur

Tingkat kesuburan wanita dipengaruhi oleh siklus menstruasinya. Jika wanita memiliki siklus menstruasi yang normal dan teratur, maka ovulasi bisa terjadi secara teratur juga. Ovulasi merupakan proses ketika sel telur yang telah matang dikeluarkan dan siap untuk dibuahi. Siklus menstruasi yang normal terjadi tiap sebulan sekali, dengan rentang waktu selama 21 hari sampai 35 hari. Selain dari segi waktu, siklus menstruasi normal dilihat dari jumlah darah yang dikeluarkan masih dalam batas normal. Jadi, bisa disimpulkan bahwa wanita yang memiliki siklus menstruasi yang normal dan teratur, memiliki tingkat kesuburan yang baik.

2. Memiliki Berat Badan Ideal

Berat badan yang tidak ideal akan mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh yang akan berdampak pada keberhasilan ovulasi, bahkan membuat ovulasi berhenti. Jika seorang wanita terlalu kurus, maka tubuhnya akan menghemat energi dengan cara menghentikan proses ovulasi. Masa ovulasi yang berhenti terlalu lama dapat menyebabkan mandul. Sebaliknya, jika wanita terlalu gemuk, risiko dirinya terkena sindrom ovarium polikistik lebih tinggi dan dapat menyebabkan kemandulan permanen.

3. Memiliki Kehidupan Seksual yang Aman

Wanita yang subur pasti memiliki kondisi reproduksi yang sehat. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan reproduksi adalah dengan memiliki kehidupan seksual yang aman, seperti tidak bergonta-ganti pasangan seksual atau menerapkan cara yang aman saat berhubungan seksual. Dengan demikian, wanita akan terhindar dari penyakit seksual menular yang bisa menyebabkan infertilitas atau sulit untuk hamil.

4. Tidak Merokok

Wanita yang kecanduan merokok atau perokok berat mengurangi tingkat kesuburannya sekitar 43% dan tiga kali lebih berpotensi mengalami kemandulan dibanding wanita yang tidak merokok. Zat racun yang terdapat di dalam rokok dapat merusak sel telur dan mengganggu ovulasi, sehingga membuat wanita menjadi susah hamil. Jika hamil, wanita perokok berrisiko tinggi mengalami keguguran dan bayi lahir mati.

5. Tidak Menggunakan Alat Kontrasepsi

Jika sebelumnya kamu pernah ingin menunda kehamilan dan menggunakan alat kontrasepsi, seperti KB suntik, pil KB, maka kamu perlu menunggu satu tahun agar kesuburanmu pulih kembali. Sebaiknya wanita tidak menggunakan alat kontrasepsi dalam jangka waktu yang lama, karena dapat menyebabkan hormon tubuh menjadi tidak seimbang. Biasanya ditandai dengan menstruasi yang tidak teratur. Penggunaan kontrasepsi jangka panjang juga dapat menyebabkan wanita sulit untuk hamil.

Beberapa Jenis Tes Kesuburan untuk Wanita

Selain memperhatikan ciri-ciri di atas, wanita juga dapat memeriksa tingkat kesuburannya melalui tes kesuburan berikut. Tes ini diawali dengan pemeriksaan fisik, catatan riwayat kesehatan, dan pemeriksaan ginekologi.

  • Tes Ovulasi. Tes ini bertujuan untuk mengetahui apakah kamu berovulasi dan dapat menghasilkan sel telur secara teratur.
  • Tes Pencitraan. Tes ini berupa tes ultrasound untuk mencari tahu kemungkinan terdapat gangguan pada rahim atau tabung saluran indung telur.
  • Pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium. Tes ini diawali dengan tes hormon pada awal siklus menstruasi. Melalui tes ini, kamu akan mengetahui kualitas dan kuantitas sel telur yang ada untuk ovulasi.
  • Hysterosalpingography. Dikenal juga melalui singkatan HSG, tes ini akan mengevaluasi kondisi rahim dan tabung saluran indung telur. Proses tes ini adalah pertama-tama kamu akan disuntikkan cairan kontras X-ray ke dalam rahim. Lalu, pemotretan X-ray dilakukan untuk mengetahui apakah rongga tersebut normal sekaligus memastikan cairan mengalir dengan baik dari tabung saluran indung telur. Melalui tes ini, jika terdapat penyumbatan atau ada masalah lain, maka langsung dapat diketahui.

Menjalani tes kesuburan tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik, tapi juga kesiapan emosi dan biaya. Karena itu, dukungan dari pasangan sangat penting bagi wanita. Jika kamu masih mempunyai pertanyaan lainnya tentang masalah kesuburan, kamu bisa menghubungi dokter di Halodoc. Ceritakan kondisi yang kamu alami lalu minta saran kesehatan kepada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Kamu juga bisa membeli produk kesehatan dan vitamin yang dibutuhkan di Halodoc. Caranya sangat mudah, yaitu tinggal order dan pesananmu akan diantarkan dalam satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.