12 December 2018

Cara Penanganan saat Ibu Hamil Terkena Trombositopenia

Cara Penanganan saat Ibu Hamil Terkena Trombositopenia

Halodoc, Jakarta – Trombositopenia terjadi saat jumlah trombosit dalam tubuh mengalami penurunan yang menyebabkan jumlah trombosit di bawah batas minimal. Normalnya, nilai trombosit dalam tubuh adalah sekitar 150.000 hingga 450.000 per mikroliter darah. Dengan kata lain, seseorang dikatakan mengalami trombositopenia jika memiliki jumlah trombosit di bawah 150.000/microL.

Kabar buruknya, rendahnya jumlah trombosit ternyata juga bisa terjadi pada wanita yang tengah hamil. Trombositopenia pada ibu hamil kebanyakan terjadi karena trombositopenia gestasional, yaitu trombositopenia yang terjadi pada kehamilan normal. Kondisi ini diduga berkaitan dengan peningkatan volume plasma darah, penumpukan trombosit di plasenta, penggunaan trombosit oleh plasenta, serta perubahan fisiologis lainnya dalam kehamilan.

Di dalam tubuh manusia, trombosit memiliki fungsi yang terbilang penting. Trombosit dibutuhkan untuk membantu proses pembekuan darah, sehingga perdarahan yang hebat tidak terjadi. Kondisi ini harus sangat diwaspadai, terutama pada wanita yang sedang hamil. Sebab, trombositopenia seringnya muncul tanpa menyebabkan gejala apa pun. Hal ini membuat gangguan ini sering terlambat disadari, sehingga memicu kondisi yang bisa berbahaya dan mengancam nyawa.

Kendati demikian, penurunan trombosit terkadang bisa memicu beberapa gejala. Mulai dari keluarnya darah di urine atau tinja, mudah merasa lelah, keluarnya darah secara berlebihan saat menstruasi, memar-memar pada tubuh, penyakit kuning, pembengkakan limfa, serta muncul bintik merah keunguan pada kulit.

Trombositopenia pada Ibu Hamil dan Cara Mengatasinya

Selain karena perubahan-perubahan yang terjadi pada tubuh, trombositopenia pada ibu hamil juga bisa terjadi karena hal lain. Ada penyebab penurunan trombosit selama masa kehamilan, di antaranya:

1. Preeklamsia

Preeklamsia adalah sebuah komplikasi yang bisa terjadi pada kehamilan. Kondisi ini ditandai dengan meningkatnya tekanan darah alias hipertensi. Gangguan ini juga mengakibatkan munculnya tanda-tanda kerusakan organ, misalnya ginjal. Gejala penyakit ini biasanya akan muncul saat usia kehamilan memasuki mingga ke-20 atau lebih hingga saat bayi baru lahir.

2. Sindrom HELLP

Penurunan trombosit dalam tubuh juga bisa terjadi sebagai dampak dari sindrom HELLP. Kondisi ini terjadi karena adanya gangguan organ hati dan darah selama masa kehamilan. Sindrom ini pun sering dikaitkan dengan preeklamsia pada wanita hamil.

Sindrom HELLP merupakan singkatan dari Hemolisis Elevated Liver Enzymes dan Low Platelet. Hemolisis (H) adalah kerusakan sel darah merah, elevated liver enzymes (EL) merupakan peningkatan produksi enzim hati akibat gangguan pada sel hati, dan Low Platelet (LP) diartikan sebagai jumlah platelet atau trombosit yang terlalu rendah sehingga mengganggu proses pembekuan darah.

3. Perlemakan Hati Akut

Penyakit perlemakan hati atau yang disebut dengan “fatty liver” adalah sebuah istilah yang digunakan ketika terjadi penumpukan lemak yang berlebihan di hati. Penyakit ini juga bisa terjadi pada masa kehamilan yang disebut dengan perlemakan akut pada kehamilan serta bisa menyebabkan menurunnya jumlah trombosit dalam tubuh.

Wanita hamil yang mengalami trombositopenia harus menjalani pemeriksaan darah lengkap untuk menemukan penyebab gangguan terjadi. Ibu hamil dengan kondisi ini harus menjalani pemantauan ketat dari dokter kandungan dan bidan, terutama menjelang masa persalinan. Ibu juga dianjurkan untuk memilih rumah bersalin yang memiliki fasilitas lengkap dan bisa menyediakan layanan transfusi darah. Sebab, risiko terjadinya perdarahan hebat pasca melahirkan cukup besar.

Jika merasa mengalami gejala penyakit ini, segera lakukan pemeriksaan diri ke dokter kandungan. Jika kamu ragu, pakai aplikasi Halodoc untuk berdiskusi dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips dan rekomendasi menjaga kehamilan dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: