20 September 2017

Cari Tahu Masalah Kulit Pada Masa Kehamilan

Cari Tahu Masalah Kulit Pada Masa Kehamilan

Halodoc, Jakarta - Wanita yang sedang hamil biasanya akan mengalami perubahan tak hanya dari segi emosional melainkan juga dari segi fisik. Perubahan ini membuat wanita menjadi lebih sensitif tentang apa yang terjadi di sekitarnya. Mulai dari sensitif terhadap bau-bauan, rasa makanan, hingga kondisi kulitnya.

Sebelum hamil, kamu bisa saja tidak memiliki keluhan apapun tentang penyakit kulit. Namun ketika hamil dan kandungan sudah semakin membesar, masalah kulit pun mulai muncul. Masalah kulit ini terlihat jelas dan terkadang membuat frustasi. Ada kekhawatiran bahwa bekasnya akan sulit hilang ketika sudah melahirkan nanti.

Perlu diketahui bahwa masalah pada kulit yang terjadi saat sedang hamil ini terjadi karena perubahan kadar hormon dan sirkulasi pada tubuh. Tak hanya itu saja, kinerja kekebalan tubuh pun tidak bekerja seperti biasanya. Nah berikut ini adalah masalah kulit yang biasanya muncul saat hamil:

1.  Flek Hitam
Ketika hamil, flek hitam bisa muncul di wajah khususnya bagian kening, pipi atau atas bibir. Sebelum hamil kulit kamu bukan termasuk yang sensitif namun pigmentasi meningkat sehingga menyebabkan flek hitam muncul saat hamil. Untuk menguranginya kamu bisa menggunakan tabir surya yang aman digunakan untuk ibu hamil. Kamu perlu meminta rekomendasi dari dokter agar dapat memilih jenis tabir surya yang tepat. Sebaiknya, gunakan pelindung seperti payung ketika akan keluar rumah saat hamil. Mengurangi paparan sinar matahari dapat menurunkan risiko flek hitam yang muncul.

Selain itu area kulit yang berwarna lebih gelap akan menghitam dari biasanya. Misalnya saja paha bagian dalam, organ kewanitaan atau bahkan tahi lalat. Proses menghitamnya area ini tidak dapat dicegah dan merupakan hal yang normal terjadi.

2.  Stretch marks
Saat hamil mau tak mau tubuh menjadi “membesar” sehingga kulit pun jadi lebih elastis. Ini menyebabkan muncul guratan berwarna merah pada payudara, perut, lengan atas, bokong dan paha. Kadar protein tidak seimbang sehingga menyebabkan kulit yang meregang jadi lebih tipis. Stretch marks adalah hal yang lumrah terjadi pada wanita yang hamil. Usai melahirkan, biasanya ibu bisa melakukan perawatan di pusat kecantikan atau dokter kulit untuk menyamarkan bekas stretch marks.

3.  Jerawat
Ketika hamil, kadar hormon menjadi tinggi dan bisa memicu kelenjar minyak memproduksi lebih banyak minyal daripada saat sebelum hamil. Akhirnya, ibu yang sensitif dapat memiliki masalah jerawat yang menggangu. Bagi yang memiliki masalah jerawat sebelum hamil, bisa jadi masalah jerawatnya semakin parah.

Untuk mencegah masalah jerawat agar tak semakin parah, sebaiknya rajin mencuci dan membersihkan wajah. Kurangi juga makanan yang dapat memicu jerawat karena saat hamil tubuh jadi lebih sensitif. Jika masalah jerawat tetap muncul, jangan sembarang menggunakan obat namun tanyakan pada dokter mana yang paling aman digunakan untuk mengatasi jerawat.

4.  Varises
Kondisi tubuh yang menyesuaikan diri untuk menyuplai aliran darah ekstra ke bayi dapat menyebabkan varises. Biasanya tanda varises terlihat dari guratan kebiruan yang muncul pada kaki. Selain membuat tidak enak dilihat, varises juga bisa membuat kaki tidak nyaman serta rasa sakit.

Untuk mengurangi gejala varises saat hamil sebaiknya hindari berdiri dan duduk terlalu lama. Kemudian banyak berjalan kaki namun tidak berlebihan untuk membantu darah kembali ke jantung. Perbanyak konsumsi vitamin C untuk menjaga pembuluh darah tetap elastis. Varises ini bisa membaik kurang lebih dalam tiga bulan usai melahirkan, jadi tidak perlu kamu khawatirkan ketika hamil.

Apapun masalah kesehatan saat hamil yang  kamu hadapi sebaiknya segera ungkapkan dan bicarakan dengan dokter. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk bicara dengan dokter melalui Video/Voice Call dan Chat sebelum bertemu langsung di rumah sakit. Selain itu kamu juga membeli produk kesehatan yang dibutuhkan melalui Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.