20 August 2018

Cari Tahu Tentang Gonore yang Ditularkan dari Hubungan Intim

gonore,kencing nanah

Halodoc, Jakarta - Gonore atau kencing nanah menjadi penyakit yang paling sering terjadi pada orang yang aktif secara seksual. Dengan kata lain, penyakit ini merupakan penyakit yang bisa ditularkan melalui hubungan intim. Bila tak diobati dengan tepat, infeksi akut ini bisa menjadi kronis dan menjalar ke organ lainnya. Nah, berikut seputar gonore yang perlu diketahui:

Memengaruhi Kesuburan Wanita

Kencing nanah ini menjadi salah satu dari banyaknya masalah kesehatan yang memengaruhi kesuburan wanita. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhoeae atau gonococcus. Yang mesti diingat, enggak hanya wanita saja yang bisa terjangkit bakteri ini, pria pun memiliki risiko yang sama. Kata ahli, bakteri gonococcus biasanya ditemukan di cairan Mr P dan Miss V dari orang yang terinfeksi.

Baca juga: Inilah 4 Penyakit yang bisa Ditularkan Melalui Hubungan Intim

Bakteri inilah yang menyerang serviks (leher rahim) dan saluran tuba (saluran telur) yang ujung-ujungnya bisa menimbulkan masalah pada sistem reproduksi wanita. Selain itu, bakteri penyebab kencing nanah juga bisa menyerang dubur, uretra (saluran kencing dan sperma), mata, dan tenggorokan. Kebanyakan penyakit ini ditularkan melalui hubungan seks, seperti anal atau oral seks, dan berhubungan seks tanpa menggunakan kondom.

Umumnya, penyakit menular ini ditandai dengan gejala berupa keputihan, pendarahan, dan rasa panas saat buang air kecil. Nah, sayangnya  menurut The Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebanyakan wanita enggak mengalami gejala ini. Dengan kata lain, tanpa pemeriksaan skrining yang rutin, sulit untuk mengetahui apakah seseorang mengidap gonore atau tidak.

Yang mesti diketahui, andaikan tak diobati dengan cepat, penyakit ini bisa menyebabkan kehamilan di luar rahim (etopik), peradangan pada pelvik, dan meningkatkan risiko infertilitas pada wanita.

Makin Kebal Obat

Mau tahu banyaknya kasus penyakit ini? Menurut data WHO, para ahli memperkirakan setidaknya terdapat 340 juta kasus penyakit menular yang dapat diobati, termasuk gonore, sifilis, chlamydia, dan sebagainya. Nah, tiap tahunnya penyakit-penyakit di atas umumnya menyerang orang berusia 15-49 tahun. Menurut ahli, kasus kencing nanah paling banyak terjadi di negara sub-sahara Afrika dan Asia Tenggara.

Meski dapat diobati, penyakit yang satu ini berpotensi resistansi pada obat bila dokter enggak menemukan cara baru untuk mengatasinya. Pasalnya, menurut ahli dari Britain's Health Protection Agency dalam pertemuan WHO beberapa tahun ke belakang, bakteri penyebab gonore merupakan bakteri yang sangat cerdas.

Baca juga: 6 Tanda Fisik Jika Mengidap Penyakit Seksual

Andai tak bisa mencegahnya untuk beradaptasi, kemungkinan penyakit ini akan jadi penyakit infeksi yang sulit ditangani. Ahli di atas juga mengatakan bahwa bakteri neisseria mulai resisten dan mungkin akan kebal pada berbagai antibiotik saat ini. Misalnya, sudah terdapat tanda-tanda kalau bakteri ini mulai kebal pada cefixime (antibiotik untuk mengobati kencing nanah).

Amati Gejalanya

Niatnya sih ingin mendapatkan penanganan secepatnya dan mencegah penularannya. Namun, apa mau dikata, sekitar 10 persen pria dan 50 persen wanita yang terinfeksi penyakit ini tak mengalami gejala. Oleh sebab itu makin banyak saja penderita gonore yang menularkan penyakit ini ke pasangannya tanpa disadari.

Baca juga: Ternyata Lansia Punya Peluang Lebih Besar Mengidap Penyakit Menular Seks

Pada umumnya, lebih muda untuk mengenali penyakit ini pada pria ketimbang wanita. Pasalnya, gejala awal pada wanita tak begitu jelas, sehingga sering keliru dan dianggap sebagai infeksi Miss V atau infeksi saluran kemih. Nah, andaikan sudah menjalar ke organ panggul, biasanya infeksi ini akan menyebabkan perdarahan pada Miss V, demam, sakit pada perut bagian bawah, dan sakit saat melakukan hubungan intim.

Namun, ada kalanya penyakit ini menimbulkan gejala-gejala seperti di bawah ini:

Kencing nanah pada pria

- Pembengkakan atau nyeri pada bagian testis.

- Adanya tetesan cairan Mr P.

- Nyeri saat pipis.

- Sering buang air kecil.

- Sakit tenggorokan yang berlangsung lama.

- Pembengkakan atau merah pada lubang pipis.

Gonore pada wanita

- Rasa nyeri ketika berhubungan intim.

- Sering pipis.

- Sakit tenggorokan.

- Demam.

- Nyeri tajam pada perut bagian bawah.

- Rasa nyeri atau panas saat pipis.

Nah, segeralah berkunjung ke dokter bila dirimu mengalami tanda-tanda di atas. Kamu juga bisa lo berdiskusi langsung dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!