• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • CDC Tambahkan Beberapa Gejala Baru Virus Corona

CDC Tambahkan Beberapa Gejala Baru Virus Corona

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 tampaknya masih membutuhkan waktu lama untuk benar-benar berakhir. Per Kamis (30/4), jumlah total kasus infeksi di seluruh dunia sudah mencapai 3,2 juta orang, dengan 1 juta di antaranya sudah sembuh, dan 228.000 orang sudah meninggal karena virus berbahaya ini. Di Indonesia, total kasus COVID-19 sudah mencapai 9.771 orang, dengan 1.391 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 784 orang lainnya meninggal.

Sementara itu, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah menambahkan enam gejala baru jika seseorang terserang COVID-19 ke dalam daftar. Dengan ditambahkannya gejala baru ini, CDC menyarankan ahli kesehatan untuk belajar lebih banyak tentang pengaruh SARS-CoV-2 kepada tubuh manusia. 

Baca juga: Ini Alasan Virus Corona Bisa Sebabkan Nyeri Otot

Gejala Baru COVID-19

Sebelumnya, CDC hanya mencatat tiga gejala terkait COVID-19, yakni sesak napas, batuk dan demam. Seiring berjalannya waktu, CDC memasukkan beberapa gejala ke dalam daftar yang bisa muncul dua hingga 14 hari setelah terpapar virus corona, yaitu:

  • Demam disertai keringat dingin;

  • Tremor berulang kali dengan menggigil;

  • Nyeri otot;

  • Sakit kepala;

  • Sakit tenggorokan;

  • Kehilangan indra perasa atau sulit mencium bau.

Mario Ramirez, mantan direktur pelaksana Office of Pandemics and Emerging Threats menjelaskan bahwa frekuensi gejala pada penyakit baru akan berubah seiring waktu, bahkan dengan penyakit berulang seperti influenza musiman. Penambahan gejala baru ini diharapkan membantu diagnosis dan membuat orang-orang lebih peduli lagi terhadap kesehatannya. 

Para peneliti akan terus mempelajari tentang SARS-CoV-2 sebagai virus corona jenis baru dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh kita, baik secara langsung maupun jangka panjang. Seiring berjalannya waktu, dipastikan akan lebih banyak gejala yang dapat ditambahkan ke daftar resmi dan komplikasi lain dari COVID-19 kemungkinan akan ditemukan.

Jika kamu memiliki salah satu dari beberapa gejala yang disebutkan di atas, jangan tunda untuk memeriksakannya dengan dokter. Kamu bisa melakukan pemeriksaan awal dahulu melalui aplikasi Halodoc. Diskusikan hal ini dengan dokter, dan jika dirasa mencurigakan, maka dokter bisa merujuk untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. 

Baca juga: Akses Layanan Rapid Test Bisa Dilakukan Melalui Halodoc 

Hal yang Harus Dilakukan Saat Mengalami Gejala COVID-19 

Jika kamu merasa memiliki virus corona tetapi merasa cukup sehat, maka tetaplah di rumah. Hal terbaik adalah melakukan isolasi mandiri dari orang lain di rumah dan hubungi dokter segera. Penting untuk memberi tahu dokter yang sedang terjadi sehingga mereka membantu kamu memantau gejala sambal menyarankan perawatan yang bisa dilakukan. Dokter akan menyarankan agar kamu mengonsumsi obat penurun demam, atau obat bebas lain yang disesuaikan dengan gejala.

Kamu juga harus mencari bantuan medis segera jika mengalami kesulitan bernapas, tekanan atau rasa sakit yang terus-menerus di dada, ketidakmampuan untuk bangun atau bergerak, atau tampak kebiruan pada bibir atau wajah. Sebelum datang ke pelayanan kesehatan, pastikan juga kamu telah menggunakan masker untuk melindungi orang-orang di sekitar kamu.

Baca juga: Waspada Bahaya Silent Carrier, Pengidap Corona Tanpa Gejala

Meski Tak Memiliki Gejala COVID-19, Perhatikan Hal Ini 

Pada titik ini, kamu harus berperilaku seolah-olah kamu sudah terpapar atau memiliki virus corona, bahkan jika kamu tidak mengalami salah satu gejala yang diuraikan oleh CDC. Laporan menunjukkan bahwa sebanyak dua pertiga dari kasus COVID-19 dapat terjadi melalui transmisi tersembunyi. Misalnya individu tanpa gejala (silent carrier) yang meneruskan penyakit tersebut kepada orang lain.

Kamu harus mempraktikkan physical distancing yang ketat, mempertahankan setidaknya dua meter dari orang lain dan membatasi jumlah waktu yang dihabiskan di toko atau tempat lain. Cara utama transmisi COVID-19 adalah melalui tetesan pernapasan, jadi menjaga jarak antara dengan orang lain adalah cara terbaik untuk mengurangi potensi kontak.

CDC juga merekomendasikan untuk mengenakan masker kain ketika meninggalkan rumah. Setiap orang juga harus menjaga kebersihan diri. Tutupi hidung dan mulut jika bersin atau batuk, cuci tangan sesering mungkin dengan sabun dan air, serta hindari menyentuh wajah.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention . Diakses pada 2020. Symptoms of Coronavirus.
Huff Post. Diakses pada 2020. CDC Adds 6 New Health Issues To Official List Of COVID-19 Symptoms.
Washington Post. Diakses pada 2020. CDC Confirms Six Coronavirus Symptoms Showing Up In Patients Over And Over.
Worldmeter. Diakses pada 2020. Coronavirus.