• Home
  • /
  • Ketahui Ciri Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

Ketahui Ciri Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Ketahui Ciri Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

Halodoc, Jakarta - Pernah dengar istilah lemah jantung? Di dalam dunia medis, kondisi ini lebih dikenal dengan kardiomiopati, yakni kelainan otot jantung yang membuat organ ini lebih sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Otot jantung pengidapnya akan mengalami pelebaran, penebalan, dan kaku pada dinding bilik jantung sehingga memengaruhi kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh.

Lemah jantung atau kardiomiopati bukan penyakit yang bisa disepelekan, karena ia bisa sebabkan gagal jantung yang berujung kematian. Sebagian besar kasus kardiomiopati juga terjadi pada anak-anak dan orang-orang yang lebih muda. Beberapa jenis kardiomiopati juga dapat diturunkan, sehingga kamu harus meminta saran dokter jantung jika salah satu anggota keluarga ada yang mengalaminya. 

Baca juga: Begini Cara Selamatkan Seseorang yang Alami Henti Jantung

Apa Saja Ciri-Ciri Lemah Jantung?

Melansir Healthline, gejala semua jenis kardiomiopati cenderung serupa. Jantung tidak mampu memompa darah ke jaringan dan organ tubuh secara memadai. Gejala lainnya, yaitu: 

  • Sering merasa lemah dan lelah;

  • Sesak napas, terutama saat aktivitas atau olahraga;

  • Pusing;

  • Sakit dada;

  • Pingsan;

  • Tekanan darah tinggi;

  • Edema, atau pembengkakan, dari kaki, pergelangan kaki, dan kaki. 

Jika mengalami salah satu gejala di atas, penting untuk segera memeriksakan ke rumah sakit. Jantung merupakan organ yang vital untuk kelangsungan hidup manusia, penanganan yang tepat wajib segera dilakukan. Kamu kini bisa buat janji dengan dokter spesialis jantung melalui aplikasi Halodoc supaya lebih praktis.

Adakah Cara Mencegah Lemah Jantung?

Pada banyak kasus, kamu tidak dapat mencegah kardiomiopati. Penting untuk lebih waspada jika salah satu anggota keluarga memiliki riwayat penyakit ini. Kamu bisa membantu mengurangi kemungkinan kardiomiopati dan jenis penyakit jantung lainnya dengan menjalani gaya hidup sehat dan membuat pilihan gaya hidup, seperti:

  • Hindari penggunaan alkohol atau kokain;

  • Mengontrol tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes;

  • Makan makanan yang sehat;

  • Berolahraga teratur;

  • Tidur yang cukup;

  • Mengurangi stres. 

Baca juga: Dada Sebelah Kanan Terasa Sakit, Apakah Berbahaya?

Faktor yang Meningkatkan Risiko Lemah Jantung

Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko seseorang alami kardiomiopati, antara lain: 

  • Riwayat keluarga tentang kardiomiopati, gagal jantung, dan serangan jantung mendadak;

  • Tekanan darah tinggi jangka panjang;

  • Kondisi yang mempengaruhi jantung, termasuk serangan jantung di masa lalu, penyakit arteri koroner atau infeksi di jantung (kardiomiopati iskemik);

  • Obesitas, yang membuat jantung bekerja lebih keras;

  • Penyalahgunaan alkohol jangka panjang;

  • Penggunaan obat-obatan terlarang, seperti kokain, amfetamin, dan steroid anabolik;

  • Obat kemoterapi tertentu dan terapi radiasi untuk kanker;

  • Penyakit tertentu, seperti diabetes, kelenjar tiroid yang kurang aktif atau terlalu aktif, atau gangguan yang menyebabkan tubuh menyimpan kelebihan zat besi (hemochromatosis);

  • Kondisi lain yang mempengaruhi jantung, seperti gangguan yang menyebabkan penumpukan protein abnormal (amiloidosis), penyakit yang menyebabkan peradangan dan menyebabkan benjolan sel tumbuh di jantung dan organ lain (sarkoidosis), atau gangguan jaringan ikat.

Baca juga: Bisa Dicoba, 5 Olahraga untuk Kesehatan Jantung

Apa Saja Komplikasi dari Lemah Jantung?

Kardiomiopati yang terlambat mendapat penanganan mengakibatkan komplikasi, seperti: 

  • Gagal Jantung. Alasannya, jantung tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh, maka risiko gagal jantung bisa mengancam jiwa.

  • Penggumpalan Darah. Jantung tidak dapat memompa secara efektif, gumpalan darah mungkin terbentuk. Jika gumpalan memasuki aliran darah, mereka dapat memblokir aliran darah ke organ lain, termasuk jantung dan otak.

  • Masalah Katup Jantung. Kardiomiopati menyebabkan jantung membesar, maka katup jantung mungkin tidak menutup dengan benar. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah.

  • Gangguan Irama Jantung dan Kematian mendadak. Kardiomiopati menyebabkan irama jantung jadi tidak normal. Irama jantung yang abnormal ini juga bisa menyebabkan seseorang pingsan atau dalam beberapa kasus kematian mendadak terjadi jika jantung berhenti berdetak.

Itulah yang bisa diketahui tentang ciri-ciri lemah jantung dan cara ampuh untuk mencegahnya. Ingat, ketika terjadi gejala aneh di dalam tubuhmu, segera periksakan diri ke dokter.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Cardiomyopathy.
American Heart Association. Diakses pada 2019. What Is Cardiomyopathy in Adults?
NHS UK. Diakses pada 2019. Cardiomyopathy.