28 January 2019

Cium Aroma Menyengat Bisa Bikin Mual, Ini Alasannya

Cium Aroma Menyengat Bisa Bikin Mual, Ini Alasannya

Halodoc, Jakarta - Mual adalah sensasi tidak nyaman pada perut bagian atas, dan biasanya disertai dengan dorongan untuk muntah. Meski tidak semua mual berujung pada muntah. Pada kebanyakan kasus, mual biasanya merupakan gejala dari berbagai macam kondisi. Namun, ada kalanya, mual datang bukan sebagai gejala suatu penyakit, seperti ketika mencium aroma menyengat misalnya. Lantas, mengapa aroma menyengat bisa bikin mual?

Mual dan muntah sebenarnya merupakan mekanisme tubuh untuk membuang materi yang mungkin berbahaya dari dalam tubuh. Pun ketika mencium aroma menyengat, otak akan menerima itu sebagai sinyal berbahaya, kemudian memerintahkan tubuh untuk bersiaga dan muncullah rasa mual. Hal ini adalah normal, bukan hal yang membahayakan nyawa.

Baca juga: Mual Setelah Makan, Kenapa?

Kondisi Lain yang Juga Dapat Menyebabkan Mual

Perlu diingat bahwa mual bukanlah sebuah penyakit, melainkan gejala dari suatu penyakit atau kondisi tertentu. Selain aroma menyengat, ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan seseorang menjadi mual. Seperti penyakit gastroenteritis misalnya, merupakan penyebab paling umum yang mengakibatkan mual dan muntah. Gastroenteritis adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus di perut. Selain menyebabkan mual dan muntah, gastroenteritis biasanya juga mengakibatkan diare.

Selain gastroenteritis, ada sederet kondisi lain yang juga dapat menyebabkan rasa mual, yaitu:

  • Radang usus buntu atau apendisitis.

  • Mual pada awal kehamilan atau morning sickness.

  • Mabuk laut atau mabuk perjalanan.

  • Vertigo.

  • Infeksi kandung kemih.

  • Bulimia atau penyakit psikologis lain.

  • Kadar gula darah yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.

  • Hambatan pada saluran pencernaan, hernia, atau batu empedu.

  • Infeksi ginjal dan batu ginjal.

  • Beberapa obat-obatan, seperti obat bius, pereda rasa nyeri, atau antibiotik.

  • Penyakit asam lambung.

  • Hepatitis.

  • Infeksi telinga.

  • Serangan jantung.

  • Tumor otak.

  • Gegar otak atau cedera otak lainnya.

  • Efek samping kemoterapi.

  • Migrain.

Baca juga: Mual Saat Hamil? Atasi dengan Cara Ini!

Selain kondisi medis, mual juga dapat terjadi karena kondisi non-medis, seperti:

  • Terlalu banyak makan.

  • Terlalu banyak mengonsumsi minuman keras.

  • Reaksi terhadap aroma atau bau tertentu.

Cegah Mual dan Muntah dengan Cara Berikut

Ketika mulai merasa mual dan ingin muntah, kita bisa mencegahnya dengan minum sedikit minuman manis, seperti jahe atau jus buah. Namun, hindari minum jus buah yang terlalu tinggi kadar asamnya, seperti jeruk dan jeruk bali. Mengonsumsi obat antimual sebelum perjalanan juga dapat mengurangi risiko mual di atas kendaraan. Sebaiknya hindari juga pemicu mual, seperti:

  • Memandang kerlap kerlip lampu, karena dapat memicu migrain.

  • Kondisi panas dan lembap.

  • Perjalanan laut.

  • Bau yang menyengat dan tidak sehat.

  • Mengubah pola makan, bisa menurunkan risiko mual.

  • Hindari aktivitas fisik berat setelah makan.

  • Hindari makanan pedas, berlemak tinggi.

  • Hindari makanan yang telah diproses, atau yang mengandung banyak garam.

  • Hindari minuman yang mengandung kafein, alkohol atau bergas (carbonated drink).

Baca juga: Mual Setelah Berolahraga? Ini 4 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Pada anak-anak, untuk mengurangi risiko agar mereka tidak mual dan muntah, usahakan agar mereka tidak makan sambil bermain-main. Agar tidak mabuk perjalanan, posisikan tempat duduk anak bisa melihat kaca depan. Melihat gerakan cepat dari kaca samping, membaca, atau bermain permainan video di dalam mobil bisa menyebabkan mabuk perjalanan.

Beberapa tindakan pencegahan agar mual yang sudah dirasakan tidak berlanjut muntah adalah:

  • Minum sedikit minuman jernih, manis dan yang tidak mengandung gas seperti jahe atau jus buah selain jeruk serta anggur.

  • Posisikan tubuh agar dapat duduk atau bahkan tidur dengan nyaman.

Itulah sedikit penjelasan tentang mual, penyebab, dan cara-cara pencegahannya. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!