21 March 2018

Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku untuk Kesehatan

Dampak Buruk Kebiasaan Menggigit Kuku untuk Kesehatan

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu termasuk orang yang suka menggigiti kuku? Menurut hasil penelitian, ada sekitar jutaan orang di dunia yang punya hobi menggigiti kukunya sendiri. Biasanya orang melakukan kebiasaan ini saat ia sedang bosan atau sedang merasa gugup. Jangan berpikir kebiasaan ini sepele dan tidak berbahaya. Pada kenyataannya menggigit kuku bisa berdampak buruk untuk kesehatan tubuh, lho.

Kebiasaan menggigit kuku dalam bahasa medisnya disebut juga dengan Onychophagia. Kebiasaan ini termasuk kebiasaan buruk yang sulit dihentikan, sama seperti kebiasaan merokok. Tapi jika tidak segera dihentikan, menggigit kuku bisa memberikan dampak buruk berikut untuk kesehatan:

  • Mudah Terserang Penyakit

Walaupun kamu rajin mencuci tangan, tapi belum tentu kukumu (terutama bagian dalamnya) sudah terbebas dari semua kotoran dan kuman. Apalagi kalau kamu menggigiti kuku tangan yang kotor. Juru bicara kesehatan Texas A&M University mengungkapkan bahwa kebiasaan ini memberi jalan pada kotoran dan kuman untuk masuk dengan mudah ke dalam mulut, tenggorokan dan perutmu. Akibat infeksi kuman ini, tubuhmu jadi mudah terserang berbagai penyakit, seperti radang tenggorokan sampai diare.    

  • Infeksi Kuku

Sering menggigiti kuku bisa menyebabkan infeksi serius pada daerah sekitar kuku yang dikenal sebagai paronychia. Kalau buku jari mulai memerah, bengkak, daerah di sekitar kuku sakit, dan kutikula di sekitar kuku robek dan terasa nyeri, maka itu berarti kamu sudah terkena infeksi kuku. Jika kuku yang terluka terinfeksi bakteri, kemungkinan besar akan muncul nanah di daerah luka. Apalagi jika kamu menggigit kuku yang memiliki kutil yang disebabkan oleh virus, maka kutil bisa menyebar ke daerah lain.

  • Merusak Kuku dan Menghambat Pertumbuhannya

Menggigit kuku akan membuat tampilan kuku jadi jelek dan kasar di bagian ujungnya. Jika kamu terus melakukan kebiasaan ini, kuku bisa menjadi tumpul dan pertumbuhannya terhambat, bahkan kuku bisa enggak bisa bertumbuh lagi.

  • Mengubah Struktur Gigi

Gigi yang khusus dirancang untuk mengunyah makanan, sebaiknya tidak digunakan untuk memotong sesuatu yang keras, seperti kuku. Sering menggigit kuku, bisa membuat gigi bergeser keluar dari tempatnya atau tonggos. Selain itu, kuman pada kuku juga berpotensi menginfeksi atau menyebabkan iritasi pada gusi.

  • Kuku Tumbuh ke Dalam

Enggak hanya merusak tampilan kuku, menggigit kuku terlalu sering juga bisa membuat lapisan kulit bawah kuku berubah, sehingga menyebabkan kuku tumbuh ke bawah kulit. Kondisi ini tentu menimbulkan rasa sakit yang teramat sangat, juga berpotensi menyebabkan luka serta infeksi. Satu-satunya cara untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan operasi.  

  • Risiko Keracunan

Buat para wanita, menggigit kuku yang sudah dipoles cat kuku bisa sangat membahayakan kesehatan. Cat kuku mengandung bahan kimia yang akan sangat berbahaya jika tertelan. Walaupun toksin dalam jumlah yang rendah kemungkinan besar tidak akan menimbulkan gejala yang serius, tapi kamu perlu memikirkan konsekuensi jangka panjangnya jika terlalu sering menggigit kuku yang bercat.

  • Terkena Virus HPV

Tidak hanya kuman dan bakteri saja, virus penyakit pun juga bisa masuk dengan mudah dari kebiasaan menggigiti kuku ini. Salah satunya adalah virus HPV atau virus menular seksual. Seseorang berisiko tinggi terkena virus ini jika ia menggigit kuku setelah menyentuh daerah intim saat melakukan hubungan intim dengan orang lain. Virus yang masuk lewat mulut ini kemudian akan menyebar ke tubuh kamu.

Mengingat banyaknya bahaya yang bisa ditimbulkan dari menggigit kuku, kamu sebaiknya mencari hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan atau rasa gugupmu, seperti memainkan rambut, menggoyangkan kaki atau memainkan pensil (Baca juga: Intip Cara untuk Percantik Kuku). Kalau kamu sakit atau mengalami gangguan kesehatan tertentu, hubungi saja dokter melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa membicarakan semua keluhanmu dan minta rekomendasi obat dari dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.