16 April 2018

Dampak Konsumsi Ekstasi yang Mengancam Generasi Muda

Dampak Konsumsi Ekstasi yang Mengancam Generasi Muda

Halodoc, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Tanah air dihebohkan dengan terungkapnya pembelian narkotika jenis ekstasi yang dilakukan oleh seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro Semarang berinisial CPI. Menariknya, sang mahasiswa membelinya langsung dari Negeri Kincir Angin dan tidak menggunakan mata uang konvensional sebagai alat pembayaran, melainkan uang digital, Bitcoin.

Kabarnya, CPI melakukan transaksi melalui laman dark web. Dari transaksi sebesar Rp800 ribu tadi, ia mendapatkan sembilan butir pil ekstasi dalam bentuk permen segitiga berwarna hijau. Berdasarkan keterangan dari pihak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, uang digital seperti Bitcoin membuat transaksi antar-negara menjadi jauh lebih mudah, termasuk transaksi pembelian narkotika dan obat terlarang.

Tapi, sebetulnya mengapa pil ekstasi dikategorikan sebagai obat-obatan terlarang? Apa efek ekstasi untuk tubuh? Simak yuk, ulasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Ekstasi?

Dalam dunia medis, ekstasi memiliki nama lengkap Methylene Dioxy Meth Amphetamin (MDMA). Obat ini dilarang penggunaannya, karena sifatnya yang mampu menyebabkan para pemakainya mengalami halusinasi serta mengubah suasana hati pemakainya menjadi gembira dan selalu bahagia. Oleh karena itulah obat ini sering kali dikonsumsi oleh orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi.

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Namun, kamu juga perlu tahu, bahwa efek ekstasi juga akan membuat para penggunanya menjadi ketergantungan atau kecanduan. Karena itu, sering ditemukan kasus overdosis penggunaan ekstasi. Obat yang hadir dalam berbagai bentuk dan warna ini juga terkadang dicampur dengan narkotika jenis lain agar efek yang didapatkan lebih terasa. Di Indonesia sendiri, ekstasi termasuk dalam kategori obat-obatan terlarang kelas I.

ADAM, Clarity, Inex, atau Essence. Itulah sebutan lain dari ekstasi yang umum digunakan. Cara mengonsumsinya pun beragam, mulai dari hisapan melalui hidung setelah dihaluskan, suntikan langsung ke pembuluh darah (biasanya di tangan), atau ditelan laiknya meminum obat.

Dampak Negatif Konsumsi Ekstasi

Dibalik sensasi menyenangkan dan melegakan yang didapat, mengonsumsi ekstasi juga memiliki dampak negatif untuk tubuh, seperti berikut ini:

Timbulnya Sensasi Perasaan Bahagia yang Semu

Efek ekstasi yang paling terasa adalah setelah kamu mengonsumsinya. Kamu akan merasakan adanya perubahan emosi, seperti hilangnya rasa sedih, cemas, dan khawatir. Stres dan depresi tak lagi mengganggu karena pemakai akan berhalusinasi seolah-olah mereka merasa senang, bahagia, selalu dan ingin tertawa. Namun, semua perasaan bahagia dan menyenangkan ini sifatnya semu dan tak menyelesaikan masalah yang membuatmu stres dan depresi. Tentunya, ini bukan hal yang baik untuk kesehatan psikis para pemakai.

Memicu Terjadinya Kerusakan Organ Tubuh

Siapa sih yang tidak ingin selalu senang, bahagia, dan bebas dari masalah? Namun, mendapatkannya tak harus dengan mengonsumsi ekstasi, bukan? Pasalnya, di balik perasaan bahagia dan senang yang dominan, organ-organ tubuh dipaksa bekerja ekstra selama tiga hingga empat jam. Reaksi ini perlahan tapi pasti akan menggerogoti organ-organ tubuhmu karena sifatnya yang merusak.

Baca juga: Ketergantungan Narkoba adalah Penyakit, Masa Sih?

Bibir Kering dan Pecah-Pecah

Efek ekstasi selanjutnya, mulut dan bibir pemakai akan terlihat kering dan pucat, mengakibatkan terjadinya pengelupasan. Hal ini disebabkan karena cairan alami yang ada di dalam tubuh untuk melembabkan mulut dan bibirmu terhisap habis saat kontraksi hebat tadi. Ini juga menyebabkan pemakai menjadi lebih mudah merasa haus.

Kerusakan Otak Secara Permanen

Konsumsi ekstasi dalam jumlah berlebih dan jangka panjang akan mengakibatkan kerusakan otak. Tanda-tanda yang terlihat adalah tubuh mengalami stroke, dan menurunnya daya ingat akibat kelumpuhan otak. Pada beberapa kasus, penggunaan ekstasi dalam jangka panjang akan menyebabkan kematian.

 

Jadi, jangan pernah mengonsumsi ekstasi dan berbagai narkotika lainnya, karena itu hanya akan merusak tubuhmu. Jika kamu ingin tahu tanda-tanda lainnya pada seorang pemakai ekstasi dan narkotika, kamu bisa download aplikasi Halodoc dan bertanya langsung dengan para dokter. Yuk, unduh aplikasi Halodoc sekarang juga lewat App Store dan Google Play Store!