Ad Placeholder Image

Deg-degan? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Atasinya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   17 Maret 2026

Deg-degan Biasa atau Bahaya? Ini Jawabannya!

Deg-degan? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Atasinya!Deg-degan? Yuk, Kenali Penyebab dan Cara Atasinya!

Deg-degan: Memahami Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Sensasi deg-degan atau yang dikenal dengan istilah medis palpitasi, adalah kondisi di mana jantung terasa berdetak kencang, tidak teratur, atau seperti melompat-lompat. Perasaan ini bisa muncul di area dada, leher, atau bahkan tenggorokan, dan seringkali menimbulkan kecemasan. Meskipun umumnya tidak berbahaya, penting untuk memahami pemicu dan tanda-tanda kapan kondisi ini memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

Artikel ini akan membahas secara detail mengenai deg-degan, mulai dari definisi, berbagai penyebab umum, cara penanganan di rumah, hingga kapan saatnya mencari bantuan profesional. Informasi yang disajikan bersifat edukatif dan berbasis data untuk membantu pembaca memahami kondisi ini dengan baik.

Apa Itu Sensasi Deg-degan?

Deg-degan atau palpitasi adalah persepsi subjektif terhadap detak jantung. Kondisi ini bisa terasa seperti jantung yang berdebar sangat cepat, berdenyut keras, bergetar, atau bahkan seperti ada jeda sesaat sebelum berdetak kembali. Irama jantung normal saat istirahat umumnya berkisar antara 60 hingga 100 detak per menit.

Sensasi ini seringkali terasa tiba-tiba dan dapat berlangsung selama beberapa detik atau menit. Banyak orang mengalami deg-degan sesekali dalam hidup mereka, terutama dalam situasi yang memicu respons fisik atau emosional tertentu. Namun, jika terjadi secara teratur atau disertai gejala lain, kondisi ini perlu diwaspadai.

Berbagai Penyebab Umum Deg-degan

Penyebab deg-degan sangat beragam, mulai dari faktor gaya hidup yang umum hingga kondisi medis yang memerlukan penanganan khusus. Memahami pemicu ini dapat membantu dalam mengelola dan mencegah terjadinya deg-degan.

Faktor Psikologis

Kondisi mental dan emosional memiliki dampak besar pada kerja jantung.

  • Stres dan kecemasan berlebihan dapat memicu pelepasan hormon stres yang mempercepat detak jantung.
  • Rasa takut dan serangan panik juga seringkali menyebabkan jantung berdebar kencang sebagai respons alami tubuh.

Faktor Gaya Hidup

Beberapa kebiasaan sehari-hari bisa menjadi pemicu deg-degan.

  • Konsumsi kafein berlebih dari kopi, teh, atau minuman berenergi dapat merangsang jantung.
  • Alkohol dan merokok juga dikenal dapat memengaruhi irama jantung.
  • Kurang tidur atau kelelahan ekstrem bisa membuat jantung bekerja lebih keras.

Kondisi Fisik Tertentu

Perubahan dalam tubuh dapat memengaruhi detak jantung.

  • Dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh bisa menyebabkan jantung berdebar.
  • Demam tinggi dapat meningkatkan detak jantung karena tubuh berusaha mendinginkan diri.
  • Anemia atau kekurangan sel darah merah sehat membuat jantung memompa lebih cepat untuk mengedarkan oksigen.
  • Aktivitas fisik yang berat, terutama bagi yang tidak terbiasa, dapat mempercepat detak jantung.

Kondisi Medis

Beberapa penyakit atau gangguan kesehatan dapat menyebabkan deg-degan.

  • Gangguan tiroid, khususnya hipertiroidisme (kelebihan hormon tiroid), dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan detak jantung.
  • Aritmia, yaitu gangguan irama jantung, merupakan penyebab langsung dari deg-degan yang tidak teratur.
  • Tekanan darah rendah juga bisa menyebabkan jantung berdebar sebagai upaya mengkompensasi aliran darah yang kurang.

Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memiliki efek samping berupa palpitasi.

  • Obat flu atau dekongestan yang mengandung pseudoefedrin dapat merangsang jantung.
  • Inhaler asma tertentu juga bisa menyebabkan detak jantung cepat.
  • Obat diet atau penurun berat badan seringkali memiliki efek stimulan yang memengaruhi jantung.

Cara Mengatasi Deg-degan di Rumah

Jika deg-degan yang dialami bukan disebabkan oleh kondisi medis serius, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk meredakan gejala.

Teknik Relaksasi

Menenangkan pikiran dan tubuh dapat membantu menormalkan detak jantung.

  • Tarik napas dalam-dalam secara perlahan melalui hidung, tahan beberapa detik, lalu hembuskan perlahan melalui mulut. Ulangi beberapa kali.
  • Lakukan meditasi atau yoga untuk mengurangi stres dan meningkatkan ketenangan batin.

Menjaga Hidrasi Tubuh

Cukupi asupan cairan untuk mendukung fungsi tubuh yang optimal.

  • Minum air putih yang cukup sepanjang hari sangat penting untuk mencegah dehidrasi, salah satu pemicu deg-degan.

Mengurangi Stimulan

Batasi konsumsi zat-zat yang dapat memengaruhi jantung.

  • Batasi konsumsi kopi, teh, cokelat, dan minuman berenergi yang mengandung kafein.
  • Hindari alkohol dan berhenti merokok untuk kesehatan jantung yang lebih baik.

Pastikan Tidur Cukup

Istirahat yang memadai sangat krusial untuk pemulihan tubuh.

  • Usahakan untuk tidur 7-9 jam setiap malam untuk mencegah kelelahan dan stres pada jantung.

Kapan Harus Khawatir dan Periksa ke Dokter?

Meskipun seringkali tidak berbahaya, deg-degan dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan serius. Penting untuk segera mencari pertolongan medis jika deg-degan disertai dengan gejala berikut:

  • Nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada yang menjalar ke lengan, leher, atau punggung.
  • Pingsan atau merasa sangat pusing, seolah hampir pingsan.
  • Sesak napas yang parah dan tiba-tiba.
  • Detak jantung terasa sangat cepat dan tidak beraturan dalam durasi yang lama, tidak membaik setelah beberapa menit istirahat.
  • Deg-degan terjadi saat istirahat tanpa pemicu yang jelas.
  • Memiliki riwayat penyakit jantung atau faktor risiko lainnya.

Konsultasi dengan dokter diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti dan mendapatkan penanganan yang tepat. Pemeriksaan dapat meliputi elektrokardiogram (EKG) atau tes lain untuk mengevaluasi irama jantung.

Pencegahan Deg-degan

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Beberapa langkah proaktif dapat membantu mengurangi risiko terjadinya deg-degan:

  • Kelola stres dengan efektif melalui teknik relaksasi, hobi, atau konseling.
  • Batasi konsumsi kafein, alkohol, dan hindari rokok.
  • Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik dengan minum air yang cukup.
  • Cukupi waktu tidur dan istirahat.
  • Lakukan olahraga teratur, namun sesuaikan intensitasnya dengan kemampuan tubuh.
  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang.
  • Rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk mendeteksi dini kondisi medis seperti gangguan tiroid atau anemia.

Jika merasakan sensasi deg-degan yang mengkhawatirkan atau disertai gejala serius, jangan ragu untuk segera mencari bantuan medis. Deteksi dini dan penanganan yang tepat dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Untuk konsultasi lebih lanjut atau membutuhkan saran medis profesional, dapat menggunakan layanan Halodoc yang menyediakan informasi akurat dan terpercaya.