Ad Placeholder Image

Demam Berdarah Trombosit Turun: Ini Lho Alasannya!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   27 April 2026

Trombosit Turun Saat Demam Berdarah, Ini Cara Mengatasinya

Demam Berdarah Trombosit Turun: Ini Lho Alasannya!Demam Berdarah Trombosit Turun: Ini Lho Alasannya!

Demam Berdarah Trombosit Turun: Penyebab dan Penanganannya

Demam berdarah dengue (DBD) seringkali menyebabkan kondisi demam berdarah trombosit turun, sebuah komplikasi serius yang membutuhkan perhatian medis. Penurunan jumlah trombosit, atau keping darah, merupakan indikator penting keparahan infeksi dengue.

Kondisi ini dapat meningkatkan risiko perdarahan dan membutuhkan pemantauan ketat. Memahami mengapa trombosit turun dan bagaimana menanganinya sangat krusial dalam upaya penyembuhan DBD.

Apa Itu Trombosit dan Fungsinya?

Trombosit adalah sel darah kecil berbentuk cakram yang berperan penting dalam proses pembekuan darah. Ketika terjadi luka atau kerusakan pembuluh darah, trombosit akan berkumpul dan membentuk sumbatan untuk menghentikan perdarahan.

Jumlah trombosit yang normal berkisar antara 150.000 hingga 450.000 sel per mikroliter darah. Penurunan jumlah trombosit di bawah batas normal dikenal sebagai trombositopenia.

Penyebab Demam Berdarah Trombosit Turun

Penurunan jumlah trombosit pada pasien DBD adalah salah satu karakteristik utama penyakit ini. Ada beberapa mekanisme utama yang menyebabkan demam berdarah trombosit turun:

  • Kerusakan Trombosit oleh Virus Dengue: Virus dengue secara langsung dapat merusak trombosit yang beredar dalam darah. Virus ini menginfeksi sel-sel yang membentuk trombosit, mengganggu fungsi normalnya.
  • Sistem Imun Menyerang Trombosit Terinfeksi: Sistem kekebalan tubuh yang aktif melawan virus dengue kadang salah mengenali trombosit yang terinfeksi sebagai ancaman. Akibatnya, sistem imun menyerang dan menghancurkan trombosit tersebut.
  • Produksi Trombosit Tertekan: Sumsum tulang, tempat produksi sel darah termasuk trombosit, dapat mengalami penekanan. Infeksi virus dengue dapat menghambat kemampuan sumsum tulang untuk memproduksi trombosit baru secara efektif.

Penurunan ini umumnya terjadi pada hari ke-4 hingga ke-6 setelah infeksi dimulai. Jika kadar trombosit turun di bawah 100.000/µL, seringkali diperlukan rawat inap karena adanya potensi bahaya perdarahan.

Gejala Saat Trombosit Menurun

Ketika jumlah trombosit sangat rendah, tubuh akan menunjukkan beberapa gejala perdarahan yang harus diwaspadai. Tanda-tanda ini mencerminkan gangguan pada kemampuan darah untuk membeku:

  • Mimisan (perdarahan hidung) yang sulit berhenti.
  • Gusi berdarah, terutama saat menyikat gigi.
  • Bintik-bintik merah kecil di kulit (petekie) yang tidak hilang saat ditekan.
  • Lebam atau memar yang muncul tanpa cedera jelas.
  • Perdarahan pada saluran pencernaan yang ditandai dengan muntah darah atau buang air besar kehitaman.

Jika salah satu gejala tersebut muncul pada penderita DBD, penting untuk segera mencari bantuan medis. Perdarahan internal dapat mengancam jiwa jika tidak ditangani dengan cepat.

Pengobatan Demam Berdarah Trombosit Turun

Tidak ada obat antivirus spesifik untuk DBD yang dapat langsung meningkatkan jumlah trombosit. Pengobatan difokuskan pada penanganan suportif untuk menjaga kondisi pasien:

  • Pemantauan Ketat: Dokter akan memantau jumlah trombosit dan kondisi umum pasien secara berkala melalui tes darah. Ini membantu mendeteksi penurunan lebih lanjut atau tanda-tanda perdarahan.
  • Pemberian Cairan: Rehidrasi intravena (infus) sangat penting untuk mencegah dehidrasi dan menjaga volume darah. Hal ini membantu mencegah syok dengue.
  • Transfusi Trombosit: Transfusi trombosit hanya diberikan pada kasus-kasus tertentu, seperti perdarahan aktif yang parah atau jika jumlah trombosit sangat rendah dan ada risiko perdarahan tinggi.
  • Istirahat Cukup: Istirahat total membantu tubuh memulihkan diri dan mengurangi konsumsi energi.
  • Obat Penurun Demam: Parasetamol dapat digunakan untuk meredakan demam dan nyeri. Hindari penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) seperti ibuprofen karena dapat memperburuk perdarahan.

Penting untuk selalu mengikuti anjuran dokter dan tidak melakukan pengobatan mandiri tanpa pengawasan medis.

Pencegahan Demam Berdarah

Langkah terbaik adalah mencegah infeksi DBD sejak awal. Pencegahan dapat dilakukan dengan fokus pada pemberantasan sarang nyamuk:

  • Menguras: Rutin menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, dan tempat minum burung.
  • Menutup: Menutup rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat bertelur.
  • Mendaur Ulang: Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.
  • Plus (+) Lainnya: Menggunakan losion antinyamuk, menaburkan larvasida di penampungan air, menanam tanaman pengusir nyamuk, serta menggunakan kelambu saat tidur.

Edukasi dan partisipasi aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah penyebaran virus dengue.

Kesimpulan dan Rekomendasi Medis

Kondisi demam berdarah trombosit turun merupakan aspek kritis dalam penanganan DBD yang memerlukan pemantauan dan intervensi medis yang tepat. Pemahaman tentang penyebab dan tanda bahaya perdarahan adalah kunci untuk penanganan yang efektif.

Jika mengalami gejala DBD atau ada kekhawatiran terkait jumlah trombosit, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dokter yang mudah diakses untuk mendapatkan diagnosis dan rencana penanganan yang akurat.