25 July 2018

Demi Lovato Dikabarkan Overdosis, Ini Pentingnya Kesehatan Mental Setelah Rehabilitasi

Demi Lovato, rehabilitasi, rehabilitasi narkoba

Halodoc, Jakarta - Selasa (24/7) kemarin, Demi Devonne Lovato atau yang lebih dikenal sebagai Demi Lovato ditemukan overdosis akibat kecanduan narkotika. Padahal, penyanyi asal Amerika Serikat ini menuturkan bahwa pada Maret lalu ia telah sepenuhnya “bersih” dari pengaruh buruk obat-obatan tersebut. Beruntung, seorang teman kabarnya memberikan Narcan atau Naloxone HCL, sehingga kini kondisi sang pelantun lagu “Sober” dalam keadaan stabil.

Menilik dari informasi tersebut, kata-kata ‘bersih’ yang diungkapkan sang penyanyi tentu menjadi pertanyaan. Benarkah rehabilitasi yang telah sukses dijalaninya selama delapan tahun benar-benar berhasil seperti yang dikatakannya? Mengapa sekarang Demi Lovato kembali ditemukan dalam keadaan overdosis? Lantas, benarkah rehabilitasi bisa benar-benar menyembuhkan kecanduan?

Rehabilitasi Bukan Jaminan Jika Pecandu Akan ‘Bersih’ Seterusnya

Faktanya, rehabilitasi memang bisa menyembuhkan kecanduan. Namun rehabilitasi tidak menjamin bahwa seseorang yang telah bebas dari narkoba tidak akan memakai narkoba lagi. Seseorang akan dinyatakan pulih dari ketergantungan setelah menjalani berbagai pengobatan dan terapi di pusat rehabilitasi. Kemudian, dibutuhkan pemantauan dan evaluasi secara berkala agar seorang mantan pecandu bisa terus terbebas dari narkoba.

Tingkat keberhasilan jangka panjang rehabilitasi juga bergantung pada seberapa parah kecanduan yang telah dialami, berikut keinginan para pecandu untuk sepenuhnya ‘bersih’.  Akan sulit bagi mantan pecandu untuk tetap ‘bersih’ apabila keluarga dan lingkungan sosialnya tidak mendukung. Meski telah mengalami proses panjang rehabilitasi, keinginan untuk menggunakan obat terlarang bisa muncul kembali, terutama jika masalah atau situasi yang pertama kali memicunya untuk memakai narkoba belum sepenuhnya selesai.

Baca juga: Dampak Konsumsi Ekstasi yang Mengancam Generasi Muda

Pentingnya Kesehatan Mental Setelah Rehabilitasi

Meski rehabilitasi menjadi cara yang efektif untuk mengatasi kecanduan, tingkat kambuh para pecandu setelahnya tetap terbilang tinggi. Inilah mengapa menjaga kesehatan mental setelah rehabilitasi menjadi hal yang penting, karena kesembuhan atau pulihnya pecandu sepenuhnya tetap bergantung pada diri mereka sendiri. Jika pecandu tidak menemukan alasan mengapa mereka harus sembuh, maka bukan tidak mungkin beberapa saat setelahnya pecandu akan kembali mengalami overdosis.

Oleh karena itu, diperlukan motivasi yang kuat dari dalam diri untuk bisa “pulih” sepenuhnya dari pengaruh buruk obat-obatan. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan empat hal berikut:

Kesadaran dari dalam Diri

Pertama, adalah menikmati setiap proses yang dilakukan setelah rehabilitasi untuk membuat para pecandu pulih lebih lama. Apabila setelah rehabilitasi proses yang dilakukan justru membuat pecandu semakin stres dan tertekan, maka tidak akan lama lagi pecandu akan kembali sakaw. Terapi terkadang diperlukan, tetapi semuanya kembali lagi kepada kesadaran pribadi masing-masing yang diikuti dengan dukungan keluarga dan lingkungan.

Mengisi Waktu dengan Kegiatan yang Bermanfaat

Selanjutnya, tetapnya tujuan yang menantang dan berbagai cara yang akan dilakukan untuk mencapainya. Lalu, lakukan cara tersebut hingga akhirnya apa yang dituju telah sepenuhnya didapatkan. Selama menjalani prosesnya, akan terbangun rasa percaya diri secara perlahan-perlahan yang nantinya berguna ketika bersosialisasi atau berinteraksi dengan banyak orang. Jadi, temukan hal baru yang menantang untuk bisa ditaklukkan.

Berinteraksi dan Membangun Koneksi

Meski sulit, berinteraksi dan membangun koneksi tetap perlu dilakukan. Dengan berinteraksi, akan terbangun hubungan baik yang membantu mengurangi kecemasan dan stres yang berujung pada depresi. Ini karena eksistensi diri telah sepenuhnya diterima oleh orang lain tanpa melihat latar belakang pribadi. Pada akhirnya, berinteraksi juga mampu meningkatkan kebahagiaan.

Memahami Makna Hidup dengan Lebih Baik

Kehidupan yang dipenuhi oleh rasa bahagia akan membuat diri lebih termotivasi, sehingga pemulihan menjadi jauh lebih efektif. Pengalaman adalah guru yang paling baik, jika tidak didapat dari diri sendiri, setidaknya berkacalah pada cerita orang lain. Dengan begitu, diri akan lebih baik dalam memahami makna hidup.

Baca juga: Pertolongan Pertama Overdosis Narkoba

Peran dan dukungan keluarga dan orang terdekat sangat penting untuk mencegah para pecandu pulih sepenuhnya dari pengaruh obat-obatan terlarang. Oleh karena itu, kapan pun kamu mendapati seseorang teman yang mengalami kecanduan, kamu bisa menghubungi pusat rehabilitasi setempat. Jika kamu membutuhkan informasi lain terkait bahaya penggunaan narkotika, kamu bisa bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc yang bisa kamu donwload terlebih dahulu di ponsel kamu. Sehat menjadi lebih mudah dengan Halodoc.