Deteksi Patent Foramen Ovale dengan Ekokardiografi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Deteksi Patent Foramen Ovale dengan Ekokardiografi

Halodoc, Jakarta – Ibu perlu waspada jika setelah lahir, kulit Si Kecil menjadi biru ketika menangis atau buang air besar. Kondisi ini dapat menandakan kelainan jantung bawaan, disebut patent foramen ovale, yang rentan diidap bayi. Kelainan jantung bawaan ini bisa dideteksi melalui ekokardiografi. 

Baca Juga: Kelainan Bawaan Jantung, Ini Fakta Patent Foramen Ovale

Mengapa Patent Foramen Ovale Terjadi?

Patent foramen ovale biasanya terjadi sejak pembentukan janin. Pasalnya selama di dalam kandungan, paru-paru janin belum berfungsi optimal. Darah kaya oksigen yang diperoleh dari ari-ari akan dialirkan ke serambi kanan jantung melalui tali pusat. Pada saat ini, foramen ovale bertugas untuk mengalirkan darah secara langsung dari serambi kanan ke serambi kiri, lalu meneruskannya ke bilik kiri untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Paru-paru baru berfungsi ketika bayi lahir dan oksigen mulai memasuki tubuh. Darah kaya oksigen masuk ke serambi kiri, sehingga tekanan di area tersebut meningkat hingga menutup foramen ovale. Patent foramen ovale terjadi ketika pada kondisi ini, foramen ovale tidak menutup sehingga darah kaya oksigen dan minim oksigen bercampur.

Bicara pada dokter jika kulit Si Kecil membiru dan sesak napas. Untuk berbicara pada dokter, ibu bisa memanfaatkan fitur Tanya Dokter di aplikasi Halodoc. Atau jika ibu curiga bahwa kondisi tersebut merupakan tanda patent foramen ovale, buat janji dengan dokter secara online di rumah sakit pilihan di sini agar mendapat diagnosis sesegera mungkin.

Baca Juga: Cara Mencegah Bayi Terhindar Patent Foramen Ovale (PFO)

Ekokardiografi untuk Diagnosis Patent Foramen Ovale

Ekokardiografi adalah metode pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk menangkap gambar struktur organ jantung. Itu mengapa ekokardiografi juga dikenal dengan USG jantung.

Dengan teknologi Doppler, metode ini mengukur kecepatan dan arah aliran darah, sehingga dapat digunakan untuk diagnosis patent foramen ovale. Lantas, bagaimana prosedur pelaksanaan ekokardiografi untuk diagnosis patent foramen ovale?

1. Sebelum Ekokardiografi

Persiapan dilakukan sesuai dengan jenis dan tujuan tes yang dilakukan. Umumnya, pengidap diperbolehkan untuk makan dan minum sebelum pemeriksaan berlangsung. Pastikan untuk berbicara pada dokter terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi. 

2. Pelaksanaan Ekokardiografi

Ada tiga jenis pemeriksaan yang mungkin dilakukan, yaitu transthoracic echocardiogram (TTE), transesophageal echocardiogram (TEE), dan stress echocardiogram.

  • Pada TTE, pengidap diminta untuk berbaring di atas tempat tidur dan membuka bagian dada untuk pemasangan elektroda di beberapa titik. Gel pelumas dioleskan di sekeliling dada, lalu probe digerakkan untuk proses pemindaian. Pengidap diminta untuk menarik napas panjang, menahan napas, atau berbalik ke arah kiri selama pemeriksaan agar gambar yang dihasilkan lebih jelas.

  • Pada TEE, pengidap diberi suntikan obat penenang dan semprotan bius lokal. Lalu, dokter memasukkan alat endoskopi melalui mulut dan didorong ke arah kerongkongan. Alat pengukur tekanan darah dan tingkat oksigen terus dipasang untuk memantau kondisi pengidap selama pemeriksaan. Setelah posisi pengidap tepat, dokter akan merekam gambar jantung (termasuk katup jantung) melalui teknologi gelombang suara.

  • Pada stress echocardiogram, dilakukan prosedur TTE terlebih dahulu. Kemudian, pengidap diminta untuk beraktivitas menggunakan treadmill atau sepeda statis yang sudah disediakan selama 6-10 menit. Jika pengidap sulit berolahraga, dokter memberi suntikan obat pemicu jantung. Setelah dirasa cukup, intensitas olahraga diturunkan agar denyut jantung pengidap kembali normal. Selanjutnya, dilakukan perbandingan kondisi jantung pengidap ketika berolahraga atau distimulasi dengan hasil pemeriksaan awal.

Baca Juga: 3 Diagnosis untuk Mendeteksi Patent Foramen Ovale

3. Sesudah Ekokardiografi

Pengidap diperbolehkan pulang dan beraktivitas seperti biasa. Namun bagi pengidap yang diberikan obat penenang, sebaiknya tidak mengendarai kendaraan sampai efek sampingnya hilang. Hasil pemeriksaan dibersihkan secara langsung pasca tindakan. Bila diperlukan, pengidap dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan lanjutan, seperti CT scan atau kateterisasi.