• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Detoks dengan Jus, Efektifkah?

Detoks dengan Jus, Efektifkah?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
undefined

Halodoc, Jakarta – Akhir-akhir ini, banyak orang yang menurunkan diet dengan minum jus. Diet ini diklaim dapat melancarkan proses detoksifikasi, sehingga membantu pengeluaran racun dalam tubuh. Tapi, apakah klaim tersebut benar? Apakah detoksifikasi dengan jus aman dan efektif untuk dilakukan? Simak penjelasan berikut ini, yuk!

Baca juga: 7 Jenis Jus dan Manfaatnya untuk Kesehatan

Proses detoksifikasi dalam tubuh dilakukan oleh beberapa organ, yaitu hati, ginjal, kulit, dan sistem pencernaan. Fasenya terbagi menjadi dua, yaitu fase saat racun dalam tubuh dinetralisir dan fase penambahan suatu substansi lain ke dalam racun yang dilakukan oleh organ hati. Fase kedua ini membuat racun dalam tubuh tidak lagi berbahaya dan bersifat larut air, sehingga racun bisa keluar dari tubuh melalui urine ataupun keringat.

Efek dari Diet Detoks

Juice detox adalah jenis diet detoks dengan menggunakan jus.  Caranya dengan mengonsumsi jus buah atau sayuran selama beberapa hari, yaitu selama 1 hari, 3 hari, bahkan sampai 5 hari. Sayangnya, diet jus yang mengklaim bisa mendetoksifikasi tubuh masih belum teruji kebenarannya. Oleh sebab itu, sebelum melakukan juice detox, kamu perlu mencari tahu efek yang ditimbulkannya terlebih dahulu.  Berikut adalah efek positif yang dapat ditimbulkan akibat detoks dengan jus:

  • Penurunan berat badan. Ini karena kalori diet detoks hanya menyarankan konsumsi satu jenis makanan saja, seperti jus buah atau sayur. Dampaknya, asupan kalori menjadi berkurang dan menyebabkan penurunan berat badan.
  • Tubuh lebih segar dan bertenaga. Pencernaan juga lebih lancar karena kandungan serat yang didapat dari jus sayur atau buah dapat membantu kerja sistem pencernaan menjadi lebih baik.

Meski bermanfaat, ada beberapa orang yang memang tidak disarankan untuk melakukan juice detox. Diantaranya adalah pengidap diabetes serta ibu yang sedang hamil dan menyusui. Alasannya karena diet ini dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar gula darah, sehingga bisa memengaruhi kesehatan dan tumbuh kembang bayi (pada ibu hamil dan menyusui).

Alternatif Juice Detox

Juice detox dalam waktu yang lama sebenarnya tidak disarankan. Alasannya karena selama menjalani diet ini, kamu tidak mendapat asupan apapun selain dari sayur dan buah. Padahal, tubuh kamu tetap membutuhkan nutrisi lain, seperti protein, karbohidrat, vitamin, dan mineral. Sehingga, juice detox yang dilakukan dalam jangka panjang bisa meningkatkan risiko kekurangan gizi. Gejala yang dialami berupa kekurangan tenaga, sakit pada otot, kelelahan, mual, hingga pingsan.

Jika juice detox tidak cocok buat kamu, kamu bisa mencari alternatif diet lainnya. Antara lain adalah clean eating, yaitu suatu konsep pola makan yang didominasi oleh sayur, buah, gandum utuh, protein rendah lemak, dan makanan yang tidak mengalami pemrosesan berlebih. Berbeda dengan juice detox, kamu bisa melakukan clean eating dalam jangka waktu yang panjang. Selain clean eating, ada beberapa jenis diet lain yang dapat kamu lakukan. Antara lain: diet DASH, paleo, fleksibel, vegetarian, dan jenis diet lainnya.

Itulah penjelasan tentang detoks dengan jus yang perlu diketahui. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar detoks dengan jus (juice detox), tanyakan saja pada dokter Halodoc. Kamu bisa bertanya pada dokter kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!