Ad Placeholder Image

Diare Disertai Demam: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   23 Februari 2026

Diare Disertai Demam: Penyebab, Cara Mengatasi & Kapan ke Dokter

Diare Disertai Demam: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?Diare Disertai Demam: Penyebab, Cara Mengatasi, Kapan ke Dokter?

Diare disertai demam adalah kondisi yang umum terjadi, terutama pada anak-anak. Kondisi ini ditandai dengan buang air besar (BAB) encer yang frekuensinya lebih sering dari biasanya, disertai dengan peningkatan suhu tubuh. Meskipun seringkali tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan perawatan di rumah, penting untuk mengetahui penyebab, cara mengatasi, dan kapan harus mencari pertolongan medis.

Apa Itu Diare Disertai Demam?

Diare adalah kondisi di mana seseorang mengalami BAB encer atau berair lebih dari tiga kali dalam sehari. Sementara itu, demam adalah kondisi ketika suhu tubuh meningkat di atas normal, biasanya di atas 37,5°C.

Ketika diare terjadi bersamaan dengan demam, hal ini seringkali menandakan adanya infeksi pada saluran pencernaan. Infeksi ini dapat disebabkan oleh virus, bakteri, atau parasit.

Gejala Diare Disertai Demam

Selain BAB encer dan demam, gejala lain yang mungkin menyertai diare disertai demam meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Kram perut
  • Sakit perut
  • Nafsu makan menurun
  • Dehidrasi (ditandai dengan rasa haus berlebihan, urine berwarna gelap, dan jarang buang air kecil)

Penyebab Diare Disertai Demam

Diare disertai demam umumnya disebabkan oleh infeksi pada saluran pencernaan. Beberapa penyebab umum meliputi:

  • Infeksi Virus: Rotavirus adalah penyebab umum diare pada bayi dan anak-anak. Virus lain seperti norovirus dan adenovirus juga dapat menyebabkan diare.
  • Infeksi Bakteri: Bakteri seperti Salmonella, Shigella, dan Escherichia coli (E. coli) dapat menyebabkan diare, seringkali melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Salah satu contohnya adalah bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan tifus.
  • Infeksi Parasit: Parasit seperti Giardia lamblia dan Cryptosporidium dapat menyebabkan diare, terutama pada orang yang mengonsumsi air yang terkontaminasi.

Selain infeksi, beberapa kondisi lain juga dapat menyebabkan diare disertai demam, meskipun jarang terjadi, seperti efek samping obat-obatan tertentu.

Cara Mengatasi Diare Disertai Demam di Rumah (Jika Ringan)

Jika gejala diare disertai demam yang dialami ringan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan di rumah:

  • Rehidrasi: Sangat penting untuk mengganti cairan yang hilang akibat diare dan demam. Berikan banyak cairan seperti air putih, oralit, kuah sup bening, atau larutan elektrolit. Oralit sangat dianjurkan karena mengandung elektrolit yang penting untuk menggantikan yang hilang.
  • Makanan: Konsumsi makanan yang mudah dicerna seperti pisang, nasi, bubur, roti tawar, atau crackers. Hindari makanan pedas, berlemak, berminyak, dan makanan yang dapat memperburuk diare. Makanlah dalam porsi kecil tapi sering.
  • Obat: Parasetamol dapat diberikan untuk menurunkan demam sesuai dosis yang dianjurkan. Hindari penggunaan obat anti-diare tanpa resep dokter, terutama pada anak-anak.
  • Istirahat: Perbanyak istirahat dan hindari aktivitas fisik yang berat. Istirahat membantu tubuh untuk memulihkan diri.

Kapan Harus ke Dokter (Tanda Bahaya)

Segera cari pertolongan medis jika mengalami tanda-tanda berikut:

  • Terdapat darah atau lendir pada tinja.
  • Demam sangat tinggi (di atas 39°C) atau tidak turun setelah diberikan obat penurun panas.
  • Muntah hebat dan tidak bisa minum.
  • Tanda-tanda dehidrasi parah seperti mata cekung, sangat lemas, bibir kering, jarang buang air kecil, atau pada bayi, ubun-ubun cekung.
  • Diare berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Nyeri perut yang parah.

Tanda-tanda ini dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius yang memerlukan penanganan medis segera untuk mencegah komplikasi seperti dehidrasi berat atau infeksi yang menyebar.

Pencegahan Diare Disertai Demam

Beberapa langkah pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko terkena diare disertai demam meliputi:

  • Jaga kebersihan tangan: Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir secara teratur, terutama sebelum makan, setelah dari toilet, dan setelah beraktivitas di tempat umum.
  • Konsumsi makanan dan minuman yang bersih: Hindari makanan yang tidak dimasak dengan benar atau makanan yang dijual di tempat yang tidak bersih. Pastikan air yang diminum bersih dan aman.
  • Imunisasi: Berikan imunisasi lengkap pada anak, terutama vaksin rotavirus yang dapat mencegah diare akibat rotavirus.
  • Sanitasi yang baik: Pastikan sanitasi lingkungan yang baik, termasuk pengelolaan limbah dan air bersih.

Rekomendasi Halodoc

Diare disertai demam umumnya disebabkan oleh infeksi dan dapat diatasi dengan perawatan di rumah jika gejalanya ringan. Namun, penting untuk mengenali tanda-tanda bahaya yang memerlukan pertolongan medis segera. Jika Anda atau anggota keluarga mengalami diare disertai demam dan memiliki gejala yang mengkhawatirkan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi Halodoc. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan memberikan saran perawatan yang sesuai.