Ad Placeholder Image

Dikerok: Solusi Masuk Angin atau Perlu Diwaspadai?

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   31 Maret 2026

Dikerok saat Masuk Angin: Enak Tapi Perlu Tahu Ini

Dikerok: Solusi Masuk Angin atau Perlu Diwaspadai?Dikerok: Solusi Masuk Angin atau Perlu Diwaspadai?

Apa Itu Kerokan? Panduan Lengkap Manfaat dan Risiko

Kerokan adalah salah satu metode pengobatan tradisional yang populer di Indonesia, seringkali menjadi pilihan utama untuk mengatasi keluhan umum seperti masuk angin, pegal-pegal, atau sakit kepala ringan. Teknik ini melibatkan penggosokan alat tumpul, seperti koin atau sendok, pada permukaan kulit dengan bantuan minyak pijat. Tujuannya adalah meredakan ketidaknyamanan melalui stimulasi peredaran darah lokal.

Metode kerokan memiliki kemiripan dengan terapi gua sha dari Cina, yang juga menggunakan prinsip gosokan untuk memicu respons tubuh. Proses ini dipercaya dapat melebarkan pembuluh darah di area yang dikerok, sehingga memperlancar sirkulasi darah dan menciptakan efek relaksasi. Meskipun demikian, kemunculan warna merah pada kulit setelah kerokan sebenarnya menandakan pecahnya pembuluh kapiler darah kecil di bawah permukaan kulit.

Manfaat Potensial dari Dikerok untuk Tubuh

Praktik kerokan telah lama dipercaya memberikan beberapa efek positif yang dapat meredakan keluhan kesehatan. Efek ini umumnya dirasakan langsung setelah proses pengerokan dilakukan. Peningkatan suhu tubuh menjadi salah satu respons awal yang sering dialami, membantu memberikan sensasi kehangatan.

Selain itu, kerokan juga berperan dalam memperlancar peredaran darah di area yang digosok, yang secara teoritis dapat membantu mengangkut nutrisi dan oksigen lebih baik ke jaringan. Efek lainnya termasuk meredakan otot yang tegang, terutama di area punggung dan leher yang sering menjadi lokasi pengerokan. Kondisi ini dapat berkontribusi pada pengurangan nyeri atau ketidaknyamanan pada otot.

Risiko dan Efek Samping yang Mungkin Timbul Akibat Kerokan

Meskipun kerokan memiliki manfaat yang diyakini secara turun-temurun, penting untuk memahami potensi risiko dan efek sampingnya. Salah satu risiko yang paling umum adalah iritasi kulit. Penggosokan yang terlalu kencang atau berulang dapat menyebabkan kulit menjadi merah, perih, dan bahkan lecet.

Selain iritasi, proses kerokan juga dapat membuat pori-pori kulit menjadi lebih terbuka. Kondisi ini berpotensi meningkatkan kerentanan kulit terhadap infeksi bakteri atau virus, terutama jika alat yang digunakan tidak steril atau kulit tidak dibersihkan dengan baik. Efek lain yang sering terlihat adalah memar, yang merupakan hasil dari pecahnya pembuluh darah kapiler kecil di bawah kulit akibat tekanan gosokan.

Kondisi Kesehatan yang Mengharuskan Dihindari Dikerok

Tidak semua orang disarankan untuk melakukan kerokan. Ada beberapa kondisi kesehatan yang memerlukan perhatian khusus dan sebaiknya menghindari metode ini. Individu dengan gangguan pembekuan darah, seperti hemofilia, sangat tidak dianjurkan untuk dikerok karena dapat memperburuk kondisi dan memicu perdarahan.

Orang yang sedang mengonsumsi obat pengencer darah, misalnya warfarin atau aspirin dosis tinggi, juga harus menghindari kerokan. Obat-obatan ini sudah meningkatkan risiko perdarahan, dan kerokan dapat memicu memar hebat atau pendarahan di bawah kulit. Selain itu, kerokan juga tidak boleh dilakukan pada area kulit yang sedang luka, lebam, atau mengalami peradangan, karena dapat memperparah kondisi dan meningkatkan risiko infeksi.

Mitos dan Fakta Penting Seputar Dikerok

Ada beberapa pandangan umum mengenai kerokan yang perlu dipahami secara benar. Salah satu mitos yang sering beredar adalah bahwa warna merah yang muncul setelah kerokan merupakan indikator seberapa parah “angin” yang keluar dari tubuh. Faktanya, intensitas warna merah pada kulit lebih menunjukkan seberapa keras tekanan kerokan yang diaplikasikan dan seberapa banyak pembuluh kapiler yang pecah.

Penting untuk diingat bahwa kerokan sebaiknya tidak dilakukan terlalu sering atau dengan tekanan yang terlalu kencang. Penggunaan yang berlebihan atau teknik yang kasar dapat meningkatkan risiko iritasi kulit, memar, dan potensi infeksi.

Pertanyaan Umum Mengenai Kerokan

  • Apakah kerokan bisa menyembuhkan semua jenis nyeri?

    Kerokan umumnya membantu meredakan nyeri otot dan masuk angin ringan. Namun, untuk nyeri yang berkelanjutan atau disebabkan oleh kondisi serius, kerokan tidak dapat menggantikan penanganan medis.

  • Apa yang harus dilakukan jika nyeri dada berlanjut setelah dikerok?

    Jika seseorang mengalami nyeri dada yang dicurigai sebagai gejala “angin duduk” atau kondisi serius lainnya, segera mencari pertolongan medis adalah tindakan yang paling tepat. Kerokan tidak efektif untuk kondisi medis serius dan dapat menunda diagnosis serta penanganan yang krusial.

Rekomendasi Medis Halodoc Mengenai Kerokan

Kerokan dapat menjadi pilihan untuk meredakan gejala masuk angin, pegal, atau sakit kepala ringan, asalkan dilakukan dengan hati-hati dan pada kondisi kulit yang sehat. Namun, penting untuk selalu mengedepankan keamanan dan kesehatan. Jika gejala tidak membaik setelah dikerok, atau justru memburuk, segera konsultasikan dengan dokter. Halodoc menyediakan layanan konsultasi dengan dokter umum maupun spesialis yang siap memberikan diagnosis akurat dan rekomendasi penanganan yang tepat sesuai kondisi kesehatan. Jangan ragu untuk memanfaatkan fitur konsultasi dokter di Halodoc untuk mendapatkan saran medis yang terpercaya.