Ad Placeholder Image

Efek Samping Bayi Sering Diurut: Bukan Main-main, Lho!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   06 Mei 2026

Efek Samping Bayi Sering Diurut, Jangan Sampai Salah

Efek Samping Bayi Sering Diurut: Bukan Main-main, Lho!Efek Samping Bayi Sering Diurut: Bukan Main-main, Lho!

Bahaya dan Efek Samping Bayi Sering Diurut yang Wajib Diperhatikan

Pijat bayi sering dianggap sebagai praktik umum untuk menenangkan dan mendukung tumbuh kembang si kecil. Namun, praktik memijat bayi, terutama jika dilakukan secara berlebihan atau dengan teknik yang salah, dapat menimbulkan berbagai efek samping serius yang membahayakan kesehatan bayi. Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk memahami risiko yang mungkin timbul agar pijatan yang diberikan benar-benar memberikan manfaat tanpa dampak negatif.

Mengenal Pijat Bayi dan Manfaatnya

Pijat bayi adalah sentuhan lembut dan terstruktur pada tubuh bayi dengan tujuan merangsang indra, meningkatkan ikatan emosional antara bayi dan orang tua, serta membantu relaksasi. Jika dilakukan dengan benar, pijat bayi dapat memberikan manfaat seperti meningkatkan kualitas tidur, meredakan kolik ringan, dan melancarkan sirkulasi darah. Namun, manfaat ini hanya bisa didapatkan jika pijatan dilakukan sesuai kaidah yang aman dan tepat.

Potensi Efek Samping Bayi Sering Diurut

Memijat bayi secara berlebihan atau dengan teknik yang keliru dapat menyebabkan serangkaian efek samping yang berbahaya. Efek samping bayi sering diurut meliputi cedera fisik, gangguan internal, hingga reaksi kulit. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

  • Cedera Organ Dalam: Pijatan yang terlalu keras, terutama pada area perut, dapat menyebabkan pendarahan di perut atau cedera pada organ-organ vital di dalamnya. Organ bayi masih sangat rapuh dan belum sepenuhnya berkembang sempurna, sehingga mudah mengalami kerusakan.
  • Kerusakan Saraf: Tekanan yang tidak tepat pada titik-titik saraf tertentu bisa menyebabkan iritasi atau kerusakan saraf. Hal ini berpotensi mengganggu fungsi motorik atau sensorik bayi dalam jangka pendek maupun panjang.
  • Patah Tulang: Tulang bayi masih lunak dan fleksibel, namun tidak tahan terhadap tekanan atau gerakan memutar yang kuat. Pijatan atau urutan yang dipaksakan bisa menyebabkan retak atau patah tulang, terutama pada area seperti tulang rusuk atau anggota gerak.
  • Gangguan Pencernaan: Pijatan yang tidak tepat di area perut dapat memicu gangguan pencernaan seperti mual, muntah, atau bahkan buang air besar berdarah. Ini menunjukkan adanya iritasi atau kerusakan pada saluran cerna.
  • Kelumpuhan Sementara: Meskipun jarang terjadi, tekanan berlebihan pada saraf tertentu, terutama di daerah leher atau punggung, dapat menyebabkan kelumpuhan sementara pada bagian tubuh tertentu.
  • Reaksi Alergi atau Iritasi Kulit: Penggunaan minyak pijat yang tidak cocok atau mengandung bahan kimia tertentu dapat memicu reaksi alergi, ruam, kemerahan, atau iritasi kulit pada bayi yang sensitif.

Penyebab Terjadinya Efek Samping Pijatan pada Bayi

Beberapa faktor dapat menjadi penyebab munculnya efek samping dari pijat bayi:

  • Tekanan Terlalu Keras: Tangan orang dewasa seringkali memiliki kekuatan yang tidak sebanding dengan kelembutan tubuh bayi. Tekanan yang sedikit berlebihan saja sudah bisa membahayakan.
  • Teknik yang Salah: Memijat dengan gerakan memutar, menarik, atau menekan pada area yang sensitif seperti kepala, perut, atau punggung bayi bisa sangat berbahaya.
  • Kurangnya Pengetahuan Anatomi Bayi: Tidak memahami struktur tubuh bayi yang rapuh dan area yang harus dihindari saat memijat.
  • Penggunaan Minyak yang Tidak Tepat: Minyak dengan pewangi, alkohol, atau bahan kimia tertentu dapat memicu alergi atau iritasi kulit.
  • Kondisi Bayi yang Tidak Fit: Memijat bayi saat ia sakit, demam, atau rewel dapat memperburuk kondisinya dan menimbulkan ketidaknyamanan ekstra.

Kapan Harus Waspada dan Menghentikan Pijatan?

Orang tua harus selalu memperhatikan respons bayi selama pijatan. Segera hentikan pijatan jika bayi menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan atau gejala abnormal. Tanda-tanda peringatan tersebut meliputi:

  • Bayi menjadi rewel atau menangis hebat secara tiba-tiba.
  • Menarik tangan atau kaki menjauh dari sentuhan.
  • Menunjukkan ekspresi wajah tidak nyaman atau kesakitan.
  • Mengalami kejang atau perut terasa kaku.
  • Muntah atau BAB berdarah setelah pijatan.
  • Muncul ruam atau kemerahan pada kulit.

Pencegahan Efek Samping Pijat Bayi

Untuk meminimalkan risiko efek samping bayi sering diurut, beberapa langkah pencegahan bisa dilakukan:

  • Belajar Teknik Pijat yang Benar: Ikuti kursus pijat bayi dari tenaga ahli atau perawat terlatih. Pelajari gerakan yang lembut, ritmis, dan sesuai dengan fisiologi bayi.
  • Pilih Minyak yang Aman: Gunakan minyak pijat khusus bayi yang hipoalergenik, tanpa pewangi, dan bahan kimia berbahaya. Minyak alami seperti minyak kelapa murni atau minyak almond bisa menjadi pilihan yang baik.
  • Perhatikan Respons Bayi: Selalu mulai dengan sentuhan lembut dan tingkatkan tekanan secara bertahap jika bayi terlihat nyaman. Hentikan jika bayi menunjukkan tanda tidak suka.
  • Hindari Area Sensitif: Jangan memijat kepala dan perut terlalu keras. Hindari juga memijat area tulang belakang, bagian genital, atau area yang terlihat bengkak atau memar.
  • Pastikan Kondisi Bayi Sehat: Pijatlah bayi saat ia dalam kondisi tenang, kenyang, dan tidak sakit. Hindari memijat saat bayi baru makan, mengantuk, atau demam.
  • Durasi yang Wajar: Batasi durasi pijatan sekitar 10-15 menit per sesi, tidak perlu terlalu sering atau lama dalam sehari.

Kesimpulan: Rekomendasi Medis dari Halodoc

Meskipun pijat bayi menawarkan berbagai manfaat, penting untuk menyadari potensi efek samping bayi sering diurut dan bagaimana cara menghindarinya. Pijatan yang berlebihan atau salah dapat menyebabkan cedera serius seperti pendarahan internal, kerusakan saraf, patah tulang, hingga masalah pencernaan dan kulit. Selalu perhatikan respons bayi dan gunakan teknik serta minyak yang tepat. Jika terdapat kekhawatiran atau bayi menunjukkan gejala tidak nyaman setelah dipijat, segera konsultasikan dengan dokter atau ahli kesehatan anak untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Halodoc menyediakan akses mudah untuk berkonsultasi dengan dokter anak secara daring, memastikan orang tua mendapatkan informasi dan dukungan medis yang akurat.