Ad Placeholder Image

Eksfoliasi Saat Berjerawat? Boleh Kok, Asal Tepat!

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   29 April 2026

Eksfoliasi Saat Jerawat? Boleh Kok, Ini Cara Amannya

Eksfoliasi Saat Berjerawat? Boleh Kok, Asal Tepat!Eksfoliasi Saat Berjerawat? Boleh Kok, Asal Tepat!

Apakah Boleh Eksfoliasi Saat Berjerawat? Ini Panduan Aman dan Tepat

Banyak pertanyaan muncul mengenai apakah boleh eksfoliasi saat berjerawat. Eksfoliasi memang boleh dilakukan pada kulit berjerawat, namun harus dengan sangat hati-hati dan memilih jenis eksfoliasi yang tepat. Kuncinya adalah menggunakan eksfoliasi kimia (chemical exfoliation) yang lembut, seperti BHA (Beta Hydroxy Acid) atau AHA (Alpha Hydroxy Acid), dan menghindari eksfoliasi fisik (scrub) yang kasar. Metode eksfoliasi yang tepat dapat membantu membersihkan pori-pori, mengangkat sel kulit mati, dan mempercepat regenerasi kulit, asalkan tidak berlebihan untuk mencegah iritasi.

Memahami Eksfoliasi dan Kulit Berjerawat

Eksfoliasi adalah proses pengangkatan sel kulit mati dari permukaan kulit. Ini penting untuk menjaga kulit tetap sehat, cerah, dan mencegah pori-pori tersumbat. Pada kulit berjerawat, proses ini menjadi lebih krusial karena penumpukan sel kulit mati dan minyak berlebih seringkali menjadi pemicu timbulnya jerawat.

Namun, kulit berjerawat cenderung lebih sensitif dan rentan terhadap iritasi. Oleh karena itu, pemilihan metode dan produk eksfoliasi harus dilakukan dengan cermat untuk menghindari perburukan kondisi jerawat atau timbulnya peradangan baru.

Jenis Eksfoliasi Kimia yang Aman untuk Kulit Berjerawat

Alih-alih eksfoliasi fisik yang berpotensi merusak kulit berjerawat, eksfoliasi kimia menjadi pilihan yang lebih direkomendasikan. Berikut adalah jenis-jenis eksfoliasi kimia yang dapat dipertimbangkan:

  • BHA (Beta Hydroxy Acid) – Salicylic Acid (Asam Salisilat): Asam salisilat sangat direkomendasikan untuk kulit berjerawat. Sifatnya yang larut dalam minyak memungkinkannya menembus ke dalam pori-pori untuk membersihkan minyak berlebih dan sel kulit mati yang menyumbat. BHA juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antibakteri yang dapat membantu mengurangi peradangan serta membunuh bakteri penyebab jerawat.
  • AHA (Alpha Hydroxy Acid) – Glycolic Acid (Asam Glikolat) dan Lactic Acid (Asam Laktat): AHA bekerja di permukaan kulit dengan melonggarkan ikatan antar sel kulit mati, sehingga lebih mudah terangkat. Asam glikolat efektif untuk eksfoliasi, sementara asam laktat dikenal lebih lembut dan cocok untuk kulit sensitif. AHA juga dapat membantu memperbaiki tekstur kulit dan mencerahkan noda bekas jerawat.
  • Retinol: Turunan vitamin A ini dikenal efektif dalam mempercepat pergantian sel kulit (cell turnover) dan mencegah pori-pori tersumbat. Retinol membantu mengurangi pembentukan komedo dan jerawat, serta memperbaiki penampilan kulit secara keseluruhan. Penggunaan retinol perlu dimulai dengan konsentrasi rendah dan bertahap untuk menghindari iritasi.

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan Saat Eksfoliasi pada Kulit Berjerawat

Melakukan eksfoliasi pada kulit berjerawat memerlukan perhatian khusus untuk memastikan efektivitas dan mencegah efek samping. Beberapa hal penting yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Hindari Scrub Fisik yang Kasar: Gosokan kasar dari scrub fisik dapat mengiritasi kulit berjerawat, memperburuk peradangan, dan bahkan menyebarkan bakteri jerawat ke area lain.
  • Jangan Berlebihan: Cukup lakukan eksfoliasi 1-2 kali seminggu. Eksfoliasi yang terlalu sering dapat menyebabkan kulit menjadi kering, iritasi, kemerahan, dan justru memicu jerawat baru.
  • Gunakan Setelah Kulit Bersih: Pastikan kulit sudah bersih dari kotoran dan sisa makeup. Lakukan double cleansing sebelum mengaplikasikan produk eksfoliasi agar kandungannya dapat bekerja optimal.
  • Gunakan Pelembap: Setelah eksfoliasi, kulit cenderung kehilangan kelembapan. Segera aplikasikan pelembap yang non-komedogenik untuk menjaga hidrasi kulit dan mengembalikan fungsi skin barrier.
  • Wajib Gunakan Tabir Surya: Eksfoliasi dapat membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Selalu gunakan tabir surya dengan SPF minimal 30 di pagi hari, bahkan saat cuaca mendung, untuk melindungi kulit dari kerusakan akibat paparan UV.
  • Konsultasi Dokter Kulit: Jika kondisi jerawat parah atau tidak membaik dengan perawatan mandiri, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit. Dokter dapat memberikan diagnosis yang tepat dan merekomendasikan produk atau prosedur eksfoliasi yang paling sesuai dengan kondisi kulit.

Kesimpulan dan Rekomendasi Halodoc

Eksfoliasi dapat menjadi bagian penting dari rutinitas perawatan kulit berjerawat, asalkan dilakukan dengan benar. Memilih jenis eksfoliasi kimia yang lembut dan mengikuti panduan penggunaan yang tepat akan membantu membersihkan pori-pori, mengurangi jerawat, dan meningkatkan kesehatan kulit secara keseluruhan.

Halodoc merekomendasikan untuk selalu mendengarkan respons kulit. Jika timbul iritasi berlebihan, segera hentikan penggunaan produk dan konsultasikan dengan dokter kulit melalui aplikasi Halodoc. Pemilihan produk yang tepat dan konsistensi dalam perawatan adalah kunci untuk mendapatkan kulit yang lebih sehat dan bebas jerawat.