Ibu Hamil Boleh Makan Empek-Empek? Cek Tips Aman Ini!

Saat masa kehamilan, banyak calon ibu mempertanyakan keamanan berbagai jenis makanan, termasuk hidangan favorit seperti empek-empek. Kabar baiknya, ibu hamil umumnya boleh makan empek-empek, namun dengan beberapa catatan penting. Kuncinya terletak pada kebijaksanaan dalam memilih, mengonsumsi, dan menyeimbangkan nutrisi agar tetap aman bagi kesehatan ibu dan janin.
Apa Itu Empek-Empek?
Empek-empek adalah makanan khas Palembang yang terbuat dari olahan daging ikan giling (umumnya ikan tenggiri) yang dicampur dengan tepung sagu, air, telur, dan bumbu. Hidangan ini biasanya disajikan bersama kuah cuko yang memiliki rasa asam, manis, pedas, dan gurih. Berbagai varian empek-empek meliputi kapal selam, lenjer, adaan, kulit, dan keriting, yang bisa digoreng atau direbus.
Ibu Hamil Boleh Makan Empek-Empek, Asalkan…
Bagi ibu hamil, mengonsumsi empek-empek sebenarnya diperbolehkan, asalkan memperhatikan beberapa aspek krusial. Kandungan protein dari ikan merupakan salah satu nilai gizi yang baik. Namun, ada potensi risiko yang perlu diwaspadai agar tidak membahayakan kehamilan.
Penting untuk memastikan empek-empek dimasak hingga matang sempurna dan disajikan secara higienis. Selain itu, porsi dan frekuensi konsumsi juga harus dibatasi. Perhatian khusus juga perlu diberikan pada kuah cuko, serta keseimbangan nutrisi harian secara keseluruhan.
Aturan Aman Konsumsi Empek-Empek Saat Hamil
Agar ibu hamil dapat menikmati empek-empek dengan aman dan nyaman, ada beberapa aturan yang sebaiknya diikuti:
-
Pastikan Empek-Empek Matang Sempurna: Ini adalah aturan paling utama. Empek-empek harus dimasak hingga benar-benar matang, baik direbus maupun digoreng. Hindari mengonsumsi empek-empek yang masih mentah atau setengah matang, karena berisiko mengandung bakteri seperti Salmonella atau Listeria yang berbahaya bagi ibu hamil dan janin.
-
Pilih Penjual yang Higienis: Perhatikan kebersihan tempat pembelian dan cara penyajian empek-empek. Makanan yang diolah dan disajikan di tempat yang kotor dapat menjadi sumber kontaminasi bakteri atau virus.
-
Batasi Frekuensi dan Porsi: Empek-empek sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan. Mengonsumsi sesekali dalam porsi kecil lebih disarankan untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.
-
Waspadai Cuko Empek-Empek: Kuah cuko memiliki rasa kuat yang berasal dari asam, gula, dan cabai. Bagi ibu hamil dengan riwayat maag atau asam lambung, konsumsi cuko pedas dan asam bisa memicu gangguan pencernaan. Batasi jumlah cuko yang dikonsumsi, atau pilih cuko dengan tingkat kepedasan dan keasaman yang lebih rendah.
-
Perhatikan Metode Memasak: Empek-empek yang digoreng cenderung memiliki kandungan lemak jenuh yang lebih tinggi. Menggoreng terlalu sering atau dengan minyak yang tidak sehat dapat meningkatkan asupan kalori dan lemak yang tidak diperlukan. Pilihlah empek-empek yang direbus untuk opsi yang lebih sehat.
-
Variasikan Asupan Gizi: Jangan hanya mengandalkan empek-empek sebagai sumber nutrisi. Empek-empek kaya protein, namun perlu diimbangi dengan asupan nutrisi lain dari sayur-sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, dan sumber protein lain untuk memenuhi kebutuhan gizi selama kehamilan.
Potensi Manfaat dan Risiko Empek-Empek bagi Ibu Hamil
Meski diperbolehkan, ada baiknya calon ibu memahami potensi manfaat dan risiko yang mungkin timbul:
Manfaat
-
Sumber Protein: Daging ikan yang menjadi bahan utama empek-empek kaya akan protein hewani, yang penting untuk pertumbuhan sel dan jaringan janin serta menjaga kesehatan ibu.
Risiko
-
Potensi Merkuri (Ikan Tenggiri): Ikan tenggiri, yang sering digunakan dalam empek-empek, termasuk ikan predator berukuran besar yang berpotensi memiliki kadar merkuri lebih tinggi. Konsumsi merkuri berlebihan dapat berbahaya bagi perkembangan saraf janin. Disarankan untuk memilih empek-empek dari ikan air tawar atau ikan laut lain dengan kadar merkuri rendah jika memungkinkan, atau batasi konsumsi ikan tenggiri secara keseluruhan.
-
Tinggi Lemak dan Kalori (Jika Digoreng): Empek-empek yang digoreng dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori, berpotensi menyebabkan kenaikan berat badan berlebih yang tidak sehat selama kehamilan.
-
Tinggi Garam (Cuko): Cuko mengandung garam yang cukup tinggi. Konsumsi garam berlebih dapat memicu peningkatan tekanan darah pada ibu hamil yang rentan preeklampsia.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?
Jika ibu hamil merasa khawatir tentang pola makan atau memiliki kondisi kesehatan tertentu seperti alergi ikan, riwayat maag, atau tekanan darah tinggi, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Dokter dapat memberikan saran nutrisi yang personal dan aman sesuai dengan kondisi kehamilan.
Setiap makanan yang dikonsumsi sebaiknya dalam jumlah moderat dan seimbang dengan asupan gizi lainnya. Ibu hamil dapat bertanya langsung ke dokter di Halodoc jika memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai konsumsi empek-empek.



