Fakta Tentang Sleep Paralysis yang Perlu Diketahui

Ditinjau oleh  Redaksi Halodoc   21 Februari 2018
Fakta Tentang Sleep Paralysis yang Perlu DiketahuiFakta Tentang Sleep Paralysis yang Perlu Diketahui

Halodoc, Jakarta – Pernah enggak kamu merasa "kelumpuhan" saat tidur? Sudah dalam kondisi sadar tapi badan kaku, dada sesak, dan enggak bisa membuka mata? Jika iya, kamu sedang mengalami sleep paralysis.

Sebenarnya, fenomena ini dapat dijelaskan secara medis. Tapi karena kurangnya informasi, banyak yang menganggap bahwa fenomena sleep paralysis sebagai hal mistis alias karena "ketindihan" makhluk halus. Sah-sah saja sih, karena memang saat sleep paralysis terjadi, beberapa orang akan berhalusinasi seolah melihat bayangan hitam di depannya, meskipun sebenarnya tidak ada. Lantas, kenapa sleep paralysis terjadi? Apa yang harus dilakukan saat mengalami sleep paralysis? Simak penjelasan tentang fakta sleep paralysis di bawah ini, yuk!

Penyebab Sleep Paralysis

Untuk kamu yang menganggap bahwa sleep paralysis terjadi karena "ketindihan" makhluk halus, kamu enggak perlu takut lagi karena penyebab sleep paralysis sudah bisa dijelaskan secara medis. Beberapa studi telah menyebutkan bahwa sleep paralysis bisa terjadi karena kurang tidur, pola tidur yang tidak teratur, posisi tidur, insomnia, riwayat keluarga, dan tekanan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi.

Proses Sleep Paralysis

Saat kamu tidur, tubuh akan masuk ke fase pergantian antara tidur NREM (non-rapid eye movement) dan tidur REM (rapid eye movement). Selama fase tidur NREM, tubuh kamu akan sangat rileks karena berada dalam proses pemulihan diri. Setelah fase tidur NREM berakhir, proses tidur akan beralih ke fase tidur REM. Di fase tidur REM inilah mimpi terjadi dan otot tubuh "dimatikan". Nah, kamu akan mengalami sleep paralysis jika kamu sadar sebelum fase tidur REM selesai. Akibatnya, otak belum siap untuk mengirimkan sinyal bangun sehingga tubuh masih dikondisikan dalam setengah tidur dan setengah sadar. Itulah mengapa kamu akan merasakan tubuh kaku, sulit bernapas, tidak bisa bicara saat mengalami sleep paralysis.

Lalu, Apa yang Harus Dilakukan saat Sleep Paralysis Terjadi?

Yang pasti, kamu enggak boleh panik. Karena sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Psychological Science menyebutkan bahwa sensasi panik saat sleep paralysis terjadi justru akan membuat seseorang semakin tertekan. Bahkan, jika kamu menganggap kalau sleep paralysis yang kamu alami karena "ketindihan" makhluk halus, ini bisa membuat kejadian sleep paralysis sebagai suatu pengalaman yang mengerikan dan traumatis. Jadi, apa yang bisa dilakukan? Pertama, kamu bisa menarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya dengan paksa. Dan kedua, kamu juga bisa menggerakkan ujung jari tangan/kaki untuk membantu kamu terjaga dan terlepas dari sleep paralysis.

Nah, karena sleep paralysis merupakan bagian dari fase tidur yang belum sempurna, fenomena ini akan berakhir seiring berjalannya waktu. Tapi, kamu bisa melakukan sesuatu untuk mencegah terjadinya sleep paralysis, yaitu dengan tidur cukup, tidur dengan posisi nyaman, hindari makan sebelum tidur, hindari kebiasaan merokok dan minum alkohol, dan olahraga teratur.

Namun, jika kondisi sleep paralysis terjadi terus-menerus, kamu perlu bicara dengan dokter. Untuk bicara dengan dokter, kamu bisa memanfaatkan fitur Contact Doctor di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter kapan saja dan dimana saja melalui Voice/Video Call dan Chat.

Melalui aplikasi Halodoc, kamu juga bisa membeli obat, vitamin, dan produk kesehatan lainnya yang kamu butuhkan, lho. Kamu hanya tinggal pesan lewat aplikasi Halodoc, dan pesanan kamu akan diantar dalam satu jam. Kalau kamu penasaran dengan kadar kolesterol, kadar gula dalam darah, dan lain-lain, kamu juga bisa cek melalui aplikasi Halodoc. Caranya mudah! Kamu tinggal pilih Lab Service yang terdapat pada aplikasi Halodoc, kemudian tentukan tanggal dan tempat pemeriksaan, lalu petugas lab akan datang menemui kamu pada waktu yang sudah ditentukan. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

 

Mulai Rp25 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Dokter seputar Kesehatan