• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Terbaru Seputar Mutasi Varian Omicron
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fakta Terbaru Seputar Mutasi Varian Omicron

Fakta Terbaru Seputar Mutasi Varian Omicron

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 06 Desember 2021
Fakta Terbaru Seputar Mutasi Varian Omicron

“Varian Omicron adalah jenis mutasi terbaru dari virus corona yang masih dalam penelitian dan ditakutkan lebih berbahaya dari varian Delta. Meski begitu, masih banyak orang yang bingung tentang varian baru ini. Maka dari itu, kamu perlu tahu berbagai fakta terkait varian Omicron.”

Halodoc, Jakarta – Belum selesai dengan varian Delta, dikabarkan jika virus Corona sudah menghasilkan varian baru, yaitu Omicron. Mutasi terbaru ini masih terus diteliti oleh WHO untuk mengetahui perbandingan bahaya yang ditimbulkan dibandingkan dengan varian Delta dan lainnya. Untuk mengetahui berbagai fakta tentang varian Omicron ini, baca ulasan berikut!

Berbagai Fakta yang Perlu Diketahui Tentang Varian Omicron

Omicron, atau B.1.1.529, adalah varian yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2021 silam. Dalam beberapa minggu terakhir, infeksi dari virus corona meningkat tajam yang memang bertepatan dengan terdeteksinya varian baru ini. Infeksi dari varian baru ini terkonfirmasi pertama kali dari spesimen yang dikumpulkan pada tanggal 9 November 2021.

Diketahui jika protein lonjakan pada varian Omicron ditandai dengan paling tidak 30 substitusi asam amino, 3 bagian kecil terhapus, dan satu bagian kecil yang menyisip. Perlu diketahui, 15 dari 30 penggantian asam amino tersebut berada pada receptor binding domain (RBD). Selain itu, ada juga sejumlah perubahan dan penghapusan di wilayah genomik lainnya.

Lalu, Bagaimana dengan Tingkat Penularannya? 

Hingga saat ini, masih belum diketahui seberapa efisien varian Omicron dapat menular dari satu orang ke orang lain. Bergantinya Delta dengan Omicron sebagai varian yang dominan di Afrika Selatan menimbulkan kekhawatiran tersendiri jika varian baru ini lebih menular. Namun, hal ini belum dipastikan karena rendahnya jumlah kasus di Afrika Selatan saat varian baru ini terdeteksi jika dibandingkan varian Delta.

Sejauh ini, analisis perubahan protein lonjakan menunjukkan jika varian Omicron kemungkinan memiliki peningkatan penularan jika dibandingkan virus Corona yang asli. Namun, sulit untuk menyimpulkan jika virus ini lebih menular jika dibandingkan varian Delta. Maka dari itu, penelitian masih terus dilakukan untuk mencegah penyebaran yang besar dan dapat mengambil tindakan dini.

Nah, apabila kamu masih memiliki pertanyaan terkait varian baru dari virus corona ini, dokter dari Halodoc siap memberikan penjelasan yang lebih lengkap. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam berinteraksi dengan ahli medis bisa dilakukan melalui smartphone. Maka dari itu, segera unduh aplikasinya sekarang juga!

Efektivitas Vaksin Terhadap Varian Omicron

Tentunya, banyak orang yang bertanya tentang kekebalan yang ditimbulkan oleh vaksin yang sudah diterima ataupun ketahanan yang timbul karena pernah terinfeksi COVID-19 terhadap varian baru ini. Meski begitu, hingga saat ini, masih belum ada data yang tersedia untuk menilai jika tingkat kekebalan sebelumnya dapat menetralkan varian baru ini. Maka dari itu, pemantauan ketat masih terus dilakukan.

Perlu diketahui, protein lonjakan adalah target utama dari kekebalan yang diinduksi oleh vaksin. Pada varian Omicron, ada lebih banyak perubahan pada protein lonjakan daripada yang telah diamati pada varian lainnya. Berdasarkan jumlah perubahan protein yang terjadi, lokasi substitusi, dan data dari varian lainnya, antisipasi dini dapat dilakukan jika terjadi penurunan efektivitas terhadap perlindungan imun dari vaksin.

Meski begitu, hal yang perlu dipahami adalah vaksinasi diperkirakan tetap akan menawarkan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya rawat inap dan kematian akibat virus corona. Tentu saja, vaksin akan terus memainkan peran penting dalam mengendalikan pandemi COVID-19, sehingga angka penularannya tetap rendah.

Nah, itulah pembahasan mengenai berbagai fakta terkait varian Omicron yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Faktanya, masih banyak hal yang belum dipahami tentang varian baru ini, sehingga ada baiknya untuk berhati-hati dan benar-benar menerapkan protokol kesehatan meski di Indonesia dikabarkan sejauh ini belum ditemukan.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Science Brief: Omicron (B.1.1.529) Variant.