Saat ini, belum ada kasus konfirmasi yang masuk ke Indonesia.
Apa yang terjadi di MV Hondius (per 8 Mei 2026):
- Kapal pesiar MV Hondius berlayar dari Ushuaia (Argentina) melalui South Georgia, Tristan da Cunha, St. Helena, Ascension, dan Cape Verde, dengan 147 orang di atas kapal (penumpang & awak) dari 23 negara
- Ditemukan kluster Severe Acute Respiratory Illness (SARI) di kapal
- Per briefing Kemenkes 8 Mei 2026: 5 kasus konfirmasi (3 di antaranya strain virus Andes) ditambah 3 suspek; 3 kematian; case-fatality rate 37,5%
- Penilaian risiko WHO (Mei 2026): risiko penyebaran global RENDAH; risiko di kapal pesiar SEDANG; WHO tidak merekomendasikan pembatasan perjalanan atau perdagangan
Cara importasi ke Indonesia dicegah:
- Karantina di negara asal: Sesuai rekomendasi WHO, penumpang dan awak dikarantina di negara asalnya masing-masing selama 6 minggu (mencakup masa inkubasi terpanjang HPS)
- Pelacakan kontak: Dari 3 kontak erat yang dilacak dan diperiksa sejauh ini, semua hasil PCR negatif
- Tidak ada warga negara Indonesia yang diketahui berada di kapal: 23 negara yang terwakili tidak termasuk Indonesia
Mengapa kluster ini ditangani dengan kewaspadaan ekstra. Kluster MV Hondius melibatkan virus Andes — Virus Hanta tipe HPS yang ditemukan di Amerika Selatan, bukan di Indonesia. Seperti dijelaskan di pertanyaan tentang penularan antar manusia, virus Andes adalah satu-satunya Virus Hanta yang diketahui dapat menular dari orang ke orang (jarang, terbatas di Amerika Selatan). Hal inilah yang menjelaskan kewaspadaan ekstra meskipun jumlah kasusnya kecil.
Apa artinya bagi Anda di Indonesia. Risiko Virus Hanta sehari-hari di Indonesia tidak berubah — kasus lokal adalah Seoul virus tipe HFRS, yang menular dari tikus ke manusia (bukan antar manusia). Tetap lakukan pencegahan standar: hindari kontak dengan tikus dan ekskresinya, jaga kebersihan rumah, dan simpan makanan dalam wadah tertutup.