• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fibrosis Paru Bisa Disebabkan oleh Infeksi Virus
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fibrosis Paru Bisa Disebabkan oleh Infeksi Virus

Fibrosis Paru Bisa Disebabkan oleh Infeksi Virus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 05 Agustus 2020
Fibrosis Paru Bisa Disebabkan oleh Infeksi VirusFibrosis Paru Bisa Disebabkan oleh Infeksi Virus

Halodoc, Jakarta - Kemampuan paru-paru untuk bisa mendapatkan oksigen yang cukup dalam proses pernapasan sangat penting. Mengingat seluruh organ tubuh memerlukan pasokan oksigen untuk bisa menjalankan fungsinya dengan optimal. Namun, pada fibrosis paru, jaringan parut yang terbentuk di organ ini bisa membuat paru-paru menjadi kaku dan sulit berfungsi normal. 

Terbentuknya jaringan parut pada paru-paru biasanya terjadi akibat luka. Meski demikian, sering kali juga fibrosis paru tidak diketahui atau sulit ditentukan penyebabnya. Kondisi ini disebut fibrosis paru idiopatik. Jenis fibrosis paru ini adalah yang paling umum. American Lung Association mencatat, ada sekitar 50 ribu kasus baru fibrosis paru idiopatik setiap tahunnya. 

Baca juga: Kenalan dengan Fibrosis Paru yang Juga Mematikan

Hal-Hal yang Bisa Sebabkan Fibrosis Paru

Bicara soal penyebab fibrosis paru, sebenarnya tidak selalu penyakit ini bersifat idiopatik. Ada juga beberapa hal atau kondisi medis yang menjadi penyebab dari fibrosis paru. Salah satunya adalah infeksi virus, seperti gastroesophageal reflux disease (GERD).

Dilansir dari Mayo Clinic, fibrosis paru juga bisa terjadi akibat:

  • Penyakit autoimun, seperti rheumatoid arthritis dan sindrom Sjogren.
  • Iritasi paru akibat menghirup material berbahaya asbes dan silika, atau spora jamur, bakteri, dan kotoran hewan, yang bisa menyebabkan peradangan.
  • Baru saja menjalani perawatan radiasi pada paru-paru.
  • Mengidap kanker atau luka pada paru-paru.
  • Efek samping obat-obatan tertentu, seperti pengobatan kemoterapi dan obat untuk mengatasi ritme jantung abnormal yaitu amiodarone, dan obat antiradang methotrexate dan antibiotik nitrofurantoin.

Tak hanya berbagai penyebab itu, fibrosis paru bisa meningkat risikonya karena beberapa faktor, seperti penuaan, kebiasaan merokok, atau memiliki profesi yang berbahaya bagi paru-paru seperti pekerja tambang, konstruksi, dan peternak. Jadi, penting untuk sebisa mungkin menghindari hal-hal yang meningkatkan risiko dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Harus ke Dokter, Ini Cara Diagnosis Fibrosis Paru

Misalnya dengan memiliki pola hidup sehat, tidak merokok, dan rutin memeriksakan kesehatan. Sekarang, melakukan pemeriksaan kesehatan bisa dilakukan dengan mudah, lho! Cukup download aplikasi Halodoc untuk memesan layanan pemeriksaan laboratorium, nanti petugas lab yang akan datang ke alamatmu. 

Pengobatan untuk Fibrosis Paru

Hingga saat ini, belum ada obat khusus yang bisa menyembuhkan fibrosis paru sepenuhnya. Pengobatan yang bisa dilakukan hanya membantu meringankan gejala dan meningkatkan kualitas hidup pengidapnya. 

Berikut beberapa pilihan pengobatan untuk fibrosis paru:

1.Pemberian Obat-obatan

Dokter biasanya meresepkan obat-obatan seperti pirfenidone (Esbriet) and nintedanib (Ofev), yang mampu memperlambat fibrosis. Namun, obat-obatan tersebut bisa memberikan efek samping seperti mual, muntah, hingga munculnya ruam.

2.Terapi Oksigen

Meski bukan untuk menyembuhkan fibrosis paru, terapi oksigen dapat bermanfaat untuk membantu pengidap agar bisa bernapas dengan lancar, meningkatkan kualitas tidur, dan mengurangi risiko komplikasi dari kekurangan oksigen dalam darah. Seberapa sering terapi ini dilakukan akan disesuaikan dengan tingkat keparahan fibrosis paru yang dialami. 

Baca juga: Bisa Sembuh, 4 Pengobatan Fibrosis Paru

3.Rehabilitasi Paru

Rehabilitasi paru yang dimaksud dapat berupa olahraga atau latihan fisik, melatih teknik pernapasan, konseling dengan ahli gizi, dan edukasi soal penyakit. Hal ini bertujuan untuk membantu pengidap fibrosis paru dalam mengendalikan gejala dan meningkatkan kenyamanan dalam beraktivitas.

4.Transplantasi Paru

Pada beberapa kasus, dokter akan menyarankan transplantasi paru. Tujuannya adalah untuk meningkatkan harapan dan kualitas hidup pengidap fibrosis paru. Namun, ada risiko penolakan organ dan infeksi yang \terjadi. Lebih lanjutnya, kamu perlu berbincang dengan dokter.

Itulah beberapa hal yang bisa diketahui tentang fibrosis paru. Selalu jaga tubuhmu dan hindari pemicu terjadinya fibrosis paru agar kesehatan tubuh bisa terjaga dengan baik. 

Referensi:
American Lung Association. Diakses pada 2020. Pulmonary Fibrosis (PF).
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Pulmonary fibrosis - Symptoms and causes.
Pulmonary Fibrosis Foundation. Diakses pada 2020. What is Pulmonary Fibrosis?