• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Filariasis Dapat Melumpuhkan Pengidapnya, Apa Kata Dokter?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Filariasis Dapat Melumpuhkan Pengidapnya, Apa Kata Dokter?

Filariasis Dapat Melumpuhkan Pengidapnya, Apa Kata Dokter?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 Oktober 2020
Filariasis Dapat Melumpuhkan Pengidapnya, Apa Kata Dokter?

Halodoc, Jakarta - Pasti kamu pernah melihat seseorang memiliki salah satu kaki yang sangat besar dibandingkan kaki lainnya, hal ini dapat disebabkan oleh filariasis. Penyakit yang disebut juga dengan kaki gajah ini disebabkan oleh parasit yang masuk ke tubuh dengan cara gigitan nyamuk. Selain kaki, kamu juga bisa mengalami pembengkakan pada lengan dan alat kelamin luar.

Seseorang yang mengidap filariasis butuh penanganan segera agar tidak menimbulkan komplikasi berbahaya. Parasit yang masuk ke tubuh dapat hidup selama bertahun-tahun yang akhirnya menimbulkan gangguan yang sulit diatasi. Salah satu dampak buruk yang dapat disebabkan oleh kaki gajah adalah cacat menetap. Untuk mengetahui lebih jauh, kamu dapat membaca ulasan berikut ini!

Baca juga: Kenali Lebih Dalam Fakta Mengenai Filariasis

Cacat Menetap yang Disebabkan oleh Filariasis

Filariasis limfatik, atau dikenal juga dengan kaki gajah, adalah penyakit yang umum terjadi di area tropis. Hal ini disebabkan oleh infeksi yang dihasilkan oleh parasit filaria dan ditularkan ke manusia melalui nyamuk. Gangguan ini umumnya terjadi pada masa kanak-kanak sehingga menyebabkan masalah yang tersembunyi pada sistem limfatik di dalam tubuh. Parasit tersebut dapat hidup di dalam tubuh selama 6–8 tahun lamanya.

Penyakit kaki gajah dapat menimbulkan sesuatu yang berbahaya dan sulit didiagnosis karena seseorang yang terinfeksi umumnya tidak menimbulkan gejala. Beberapa lainnya menimbulkan gejala kecil, seperti mengalami limfedema ekstrim dan beberapa infeksi sekunder akibat paparan parasit selama bertahun-tahun. Namun, benarkah jika penyakit ini dapat menyebabkan cacat menetap pada pengidapnya? Berikut pembahasannya.

Faktanya, seseorang yang mengidap filariasis memang memiliki risiko untuk mengalami cacat menetap. Hal ini dapat membuat pengidapnya sulit untuk memindahkan bagian tubuh yang membengkak dan akhirnya sulit untuk beraktivitas. Pada suatu kasus, bahkan pertumbuhan kaki sangat besar sehingga dibutuhkan amputasi. Maka dari itu, sangat penting untuk melindungi anak-anak dari gigitan nyamuk karena banyak penyakit yang disebabkan oleh hal tersebut.

Jika kamu masih memiliki pertanyaan terkait komplikasi apa saja yang dapat ditimbulkan oleh filariasis atau penyakit kaki gajah, dokter dari Halodoc siap membantu untuk menjelaskannya dengan lebih lengkap. Kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan untuk mendapatkan kemudahan akses terkait kesehatan!

Baca juga: Bagaimana Cara Filariasis Mewabah?

Cara Mencegah Filariasis

Banyak dampak buruk yang dapat disebabkan oleh filariasis, sehingga setiap orang harus tahu cara mencegah penyakit ini, terutama untuk orangtua. Meski begitu, hingga saat ini belum ada vaksin yang tersedia untuk mencegah penyakit ini. Jadi, pilihan yang paling jitu adalah dengan menghindari gigitan nyamuk sehingga parasit tidak masuk ke tubuh. Berikut ini beberapa cara yang dapat dilakukan:

  • Hindari keluar rumah saat senja karena momen tersebut nyamuk penular filariasis sedang sangat aktif.
  • Gunakan kemeja lengan panjang dan celana panjang, terutama saat ke luar rumah.
  • Hindari penggunaan parfum yang berbau kuat karena dapat menarik perhatian nyamuk.
  • Tidur menggunakan kelambu agar nyamuk tidak menggigit di malam hari.
  • Gunakan produk pembasmi nyamuk sebelum tidur agar binatang tersebut dapat mati.

Baca juga: Inilah 3 Jenis Filariasis yang Perlu Diketahui

Selain itu, praktik kebersihan yang berguna untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk juga patut dilakukan. Kamu dapat membersihkan beberapa tempat yang menyebabkan adanya genangan air, seperti kaleng atau botol yang kosong. Pastikan juga untuk menutup ventilasi dengan jaring nyamuk agar tidak mudah untuk masuk ke rumah. Pencegahan adalah hal yang paling utama agar anak terhindar dari filariasis.

Referensi:
WHO. Diakses pada 2020. Lymphatic filariasis.
CDC. Diakses pada 2020. Prevention & Control.