• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Fluoride pada Pasta Gigi Tak Sebabkan Kanker

Fluoride pada Pasta Gigi Tak Sebabkan Kanker

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Fluoride pada Pasta Gigi Tak Sebabkan Kanker

“Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar fluoride pada pasta gigi dapat menyebabkan kanker. Informasi ini tidak benar sama sekali dan merupakan berita hoaks. Faktanya, tidak ada hubungan yang jelas antara fluoridasi air dan kejadian atau kematian kanker tulang, kanker tiroid, ataupun semua jenis kanker.”

Halodoc, Jakarta – Beberapa waktu lalu sempat tersiar kabar kalau fluoride pada pasta gigi dapat menyebabkan kanker. Informasi ini tidak benar sama sekali dan merupakan berita hoaks. Faktanya, fluoride adalah mineral yang secara alami ditemukan dalam air dan makanan tetapi juga bisa ditambahkan biasanya ke pasta gigi ataupun air.

Fluoride memiliki beberapa manfaat termasuk memperkuat kepadatan tulang dan melindungi gigi dari kerusakan gigi. Sebagian besar kekhawatiran fluoride dapat menyebabkan kanker, karena fluorida cenderung terkumpul di bagian tempat tulang bertumbuh. Area ini, yang dikenal sebagai pelat pertumbuhan, adalah tempat osteosarkoma (kanker tulang) biasanya berkembang. 

Baca juga: Yang Perlu Diwaspadai Tentang Kanker Tulang pada Anak

Tidak Menyebabkan Kanker Tapi Memicu Gangguan Kesehatan

Disebutkan fluoride dapat menyebabkan sel-sel di lempeng pertumbuhan tumbuh lebih cepat, yang mungkin memicu pertumbuhan kanker. American Cancer Society dengan tegas mengatakan hal ini tidak benar.

National Health Service (NHS) juga menyampaikan hal yang sama, bahwa tidak ada hubungan yang jelas antara fluoridasi air dan kejadian atau kematian kanker tulang, kanker tiroid, ataupun semua jenis kanker. The European Scientific Committee on Health and Environmental Risks juga menyimpulkan hal yang sama, kalau fluorida tidak dapat diklasifikasikan sebagai karsinogenisitas. 

Walaupun jelas tidak berbahaya apalagi menyebabkan kanker, paparan fluoride konsentrasi tinggi selama masa kanak-kanak ketika gigi sedang berkembang, dapat menyebabkan fluorosis gigi ringan. 

Baca juga: Mitos atau Fakta Pasta Gigi Dapat Membersihkan Komedo

Fluorosis adalah munculnya garis-garis putih kecil atau bintik-bintik di email gigi. Kondisi ini tidak berpengaruh pada kesehatan gigi, tetapi dapat menyebabkan perubahan warna yang signifikan. Menyusui bayi atau membuat susu formula dengan air bebas fluoride dapat membantu melindungi anak kecil dari fluorosis.

Anak-anak di bawah usia 6 tahun tidak boleh menggunakan obat kumur yang mengandung fluoride. Anak-anak juga harus diawasi saat menyikat gigi untuk memastikan mereka tidak menelan pasta gigi.

Paparan fluoride yang berlebihan dapat menyebabkan penyakit tulang yang dikenal sebagai fluorosis kerangka. Selama bertahun-tahun, ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kerusakan pada tulang dan sendi.

Baca juga: 7 Olahraga yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Tulang mungkin menjadi mengeras dan kurang elastis, meningkatkan risiko patah tulang. Jika tulang menebal dan jaringan tulang menumpuk, ini dapat berkontribusi pada gangguan mobilitas sendi.

Dalam beberapa kasus, kelebihan fluoride dapat merusak kelenjar paratiroid. Hal ini dapat menyebabkan hiperparatiroidisme, yang melibatkan sekresi hormon paratiroid yang tidak terkontrol. Penipisan kalsium dalam struktur tulang dan konsentrasi kalsium yang lebih tinggi dari normal dalam darah.

Batasan Wajar Penggunaan Fluoride

Fluoride pada akhirnya memiliki manfaat yang jelas untuk kesehatan dan perlindungan gigi. Namu, jika digunakan secara berlebihan, bisa berbahaya. Departemen kesehatan menetapkan tingkat fluoride yang optimal untuk mencegah kerusakan gigi ada pada angka 0,7 miligram (mg) dalam setiap liter air.

World Health Organization mencatat paparan jangka panjang terhadap air minum yang mengandung lebih dari 1,5 mg fluoride dapat menyebabkan masalah kesehatan dan tingkat maksimumnya adalah 4 mg. 

Selain pada pasta gigi, fluoride alami juga ditemukan pada makanan lain seperti teh hitam, udang, kismis, dan tiram. Umumnya fluoride alami bisa dikonsumsi secara biasa. Namun, ketika fluoride ditambahkan pada pasta gigi ataupun air, kemudian dikonsumsi sekaligus dengan makanan yang mengandung fluoride, ini yang perlu diperhatikan kadarnya supaya tidak berlebihan.

Segala sesuatu yang berlebihan tidak baik, walaupun sebenarnya memiliki manfaat. Kalau kamu ingin tahu lebih jelas mengenai fluoride baik dari segi manfaat dan efek sampingnya, tanyakan saja langsung ke dokter di Halodoc ya!

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Why do we have fluoride in our water?
American Cancer Society. Diakses pada 2021. Water Fluoridation and Cancer Risk.